Hargai Aku

Hargai Aku
Tanda tanya besar?


__ADS_3

Julian menatap Siska yang masih berada di dalam dekapan Ayah nya. dengan penuh tanda tanya.


Ia mengeluarkan ponsel dari dalam saku celana nya. dan memotret Siska yang berada dalam dekapan Arka.


Mengirim nya kepada Arsen, tidak lama Arsen melihat pesan yang di kirimkan oleh Julian. Alisnya mengkerut melihat foto itu.


"Siapa laki-laki ini? dan kenapa Siska ada di rumah sakit. siapa yang sakit?" tanya nya sambil terus memandangi foto itu.


Wajah Arka tak nampak jelas di foto itu.


Arsen mengetik pesan kepada Julian.


"Jangan pergi dari situ. cari tahu ada apa sebenarnya dan apa yang terjadi. terutama cari tau tentang laki-laki yang memeluk Siska" Julian membaca pesan yang di kirimkan tuan muda nya. ia, berdecak malas.


Arka melepaskan dekapannya dan menyuruh Siska untuk duduk.


"Sayang, kau tunggu di sini ya? Ayah, ingin berbicara kepada Om Erick." Siska menganggukkan kepala nya mengerti.


Erick sudah tahu. bahwa diri nya akan mendapatkan ocehan dari Tuan besar nya. ia mengikuti langkah Arka dari belakang menuju halaman belakang rumah sakit.


Julian juga mengikuti mereka.

__ADS_1


Sesampainya di halaman belakang rumah sakit.


Erick langsung mendapatkan Bogeman di perut nya. sedangkan Julian yang melihat membelalakkan mata nya terkejut.


"Maaf Tuan" ucap Erick sambil meringis.


Julian di buat lagi-lagi terkejut dengan Erick yang menyebut pria, yang menonjok nya dengan sebutan 'Tuan'.


"Seharus nya kau tak membawa nya ke sini Erick... aku tak tega melihat nya menangis seperti itu," ucap Arka mengusap wajah nya kasar.


"Maafkan saya Tuan" Erick mencoba untuk berdiri.


Erick terkejut bukan main melihat nya. ini pertama kali nya dia melihat Arka menangis. setelah bertahun-tahun bersama.


"Tuan. nyonya besar akan baik-baik saja" tutur Erick dengan sangat hati-hati.


Julian kembali di buat terkejut mendengar semua nya.


"Tuan besar, nyonya besar?" gumam nya.


"Erick jika Istirku sehat semua urusanku tolong kau selesaikan. terutama dengan Siska.. karna setelah ini aku akan lebih banyak menemani istriku," ucap Arka sambil menepuk pundak kanan Erick. dan langsung berjalan kembali menuju ke tempat Siska berada.

__ADS_1


Erick tampak merenung setelah mendengar semua ucapan Arka, kepadanya.


"Ku pikir selama ini Mereka berdua hanya saling sayang. ternyata aku salah mereka juga saling mencintai"


"Tuhan semoga Nona muda. dapat pendangin yang begitu mencintai, dan menyayangi nya seperti Tuan Besar."


.


Julian sudah berada di apartemen nya. ia juga sudah memberitahu Arsen tentang ini semua.


Perlahan-lahan sedikit demi sedikit indentitas tentang Siska mulai mereka ketahui.


apalagi sekarang ia tahu. bahwa laki-laki yang tadi memeluk Siska adalah Ayah nya. dan kenapa mereka berada di rumah sakit karena, Ibu nya Siska sedang di rawat.


"Sekarang tinggal aku mencari tahu tentang laki-laki bermata biru itu" ucap Julian sambil tersenyum mengingat jika ia berhasil membongkar semua nya. ia akan mendapatkan bonus dari Tuan muda nya.


Mereka sama sekali tidak tahu. saat mereka berhasil mengetahui semua nya. bahaya akan menghampiri nya.


Sisil, Arka, Siska, Erick, serta Bima. akan marah besar kepada Julian, dan Arsen. dan mereka Arsen dan Julian tidak tahu itu.


mereka tidak tahu siapa yang mereka hadapi.

__ADS_1


__ADS_2