Hargai Aku

Hargai Aku
" KAMU JUAL AKU BELI".


__ADS_3

Akhirnya mereka berkumpul juga.


" Woiii kalian dari mana saja jam segini baru datang". celetuk JENI kesal pada Selfi dan Anjas yang baru datang.


" Santai kali bos". seloroh Anjas tanpa dosa.


" Tenang apa yang kalian inginkan untuk artikel lainnya nih sudah aku bawakan kalian sisa salin". kata Selfi panjang lebar tentu dia tau apa maksud jeni berbicara seperti itu.


" itu kan Jen, lho main nyosor aja kayak emak emak yang nggak di beliin daster Ama lakinya". geledek Luna pada jeni. JENI hanya mendelik sebal melihat Luna.


" Ya sudah ayo kita sambung kalimatnya". kata Rahma menimpali kata teman temannya yang kayaknya situasinya semakin memanas.


"Nah gitu dong seloroh Selfia sembari mengambil buku catatannya lalu menyerahkan kepada Mario selaku sekretaris kelompok mereka agar mencatat kembali sisa tugas mengingat waktu berjalan terus.


***??


Di tempat lain di kediaman keluarga Dani Nugroho, Dimana hanya ada Rani seorang. sedangkan Randi dan pak Dani kekantor. Rando datang ke Jakarta semata - mata tidak hanya menghadiri pesta pernikahan Dayu, namun ada beberapa urusan yang ada kaitan dengan perusahaan yang dia selesaikan. sementara Raja barusan dijemput Eyang putri dan eyang Kakung untuk di bawa ke mall bermain. ada beberapa pembantu dan pekerja kebun belakang tentu tempat mereka berbeda.


tak di duga ada lelaki datang mengetuk pintu dan mengucap salam. Rani kebetulan ada di ruang tengah dan mendengar ketukan dan salam, diapun beranjak berniat untuk melihat dan membuka pintu.


baru pintu dibuka tida tiba sudah di dorong dari luar, Rani sangat terkejut melihat siapa yang datang. yang lebih mengejutkan dan bikin syok laki laki itu langsung memeluk Rani tanpa alasan. dilain tempat celingak - celinguk lalu mengambil rekaman tragedi yang terjadi.


" Hahaha ini kerja bagus". batinnya mematikan hp lalu pergi dari tempat tersebut.


lalu dia menelpon seseorang.


" Halo bos".


" Ya bagaimana hasilnya tanya orang di seberang sana.


" Tenang bos, bagaimana dengan bayarannya".


" ada uang ada barang bos katanya lagi.


" Ok mana nomor rekening aku transfer sekarang". sahut dari seberang.


" Baik bos". dengan senyum kemenangan orang bayaran itu mengirim nomor yang di minta.


" Ok saya transfer sekarang, ingat kamu jangan bocorkan masalah ini, setelah videonya terkirim kamu harus menghapusnya, saya tidak mau lagi berurusan sama kamu. kata diseberang telpon dengan panjang lebar.


" Baik bos".

__ADS_1


***


Flash OF


" maaf Tante aku mendadak tadi mematikan telepon karena seperti ada orang yang mengikuti". kata Laras menjelaskan ke seseorang diseberang sana, tiada lain dia adalah Ambar mertua Rani.


" Oh aku kira kamu sengaja menutup sambungan teleponku sepihak. katanya lagi.


Oh iya aku sudah mengirim orang suruhanku dan memberikan nomor Tante, sesuai dengan kesepakatan jika berhasil Tante yang bayar orang suruhan ku itu bagaimana?" tanya Laras saling tawar dengan orang yang ada di seberang sana.


" Baik aku setuju. terimakasih ". jawab Ambar singkat sambungan telepon pun putus.


" Tak ku sangka ternyata dia bisa diandalkan"


batin Rahma serasa tersenyum penuh dengan kemenangan.


Akhirnya diapun menerima telpon dari anak buah suruhan Laras. awalnya dia tidak menyangka secepat itu ada hasilnya dia semakin mengagumi Laras.


" kerja yang bagus batinnya dia pun sudah mengantongi apa yang di inginkan.


***


Flass ON


" Halo Bu". sambungan dari seberang.


" RAN kamu di mana?"


" Ada di kantor bu". kata Randi membalas telepon ibunya.


" Kamu pulang sekarang, kamu tidak lihat pesan yang ibu kirim?"


" maaf Bu aku lagi sibuk memangnya ada apa dengan pesan ibu?


" apakah aku harus membuang buang waktu untuk lihat pesan dari ibu.


"Aku sangat sibuk, maaf Bu sambungan putus ya bye". kata Randi kepada ibunya sembari menutup teleponnya.


Dia bukan tidak menghargai panggilan, dia hanya tidak mau berdebat dengan sang ibu.


Namun belum sempat dia mematikan hp dia tidak sengaja memencet tombol hingga tanpa

__ADS_1


di sengaja melihat yang tidak elok untuk di lihat. tanpa permisi Randi langsung menarik kunci mobilnya dan bergegas keluar dari kantor ayahnya.


sesampainya di rumah ibu Ambar pura syok dan kaget melihat keadaan yang ada di rumah.


"Heh kamu siapa ada di rumah saya". tanya Bu Ambar berpura pura supaya semua tetangga yang ada di pintu pagar melihat dan mendengar dengan jelas, dengan sengaja Bu Ambar menambah volume suaranya.


" Tanya saja sama menantimu aku habis ngapain sambil merapikan kemejanya". saat itu Randi sudah di belakang ibunya sangat geram semua dia dengar dengan jelas pengakuan laki laki itu.


tanpa basa basi dia langsung masuk kedalam rumah dan mendapati Rani yang sedang menonton televisi di ruang keluarga. tanpa bertanya Randi pun langsung menarik kasar tangan Rani.


" Mas apa - apaan sih datang - datang langsung tarik tangan seperti ini, lepasin Mas". kata Rani menarik kembali tangannya.


Namun usahanya nihil karena Randi dalam keadaan emosi, jadi bukannya melepaskan melainkan mengerat dan menarik tangan Rani dengan paksa lalu menghempaskan ya ketika sampai di luar pintu sehingga Rani tersungkur dilantai dan kedua lutut kakunya lecet dan berdarah namun siapa pun yang melihat tidak ada yang peduli melainkan semakin membully.


Rani bingung dengan apa yang terjadi namun Tia tidak bisa berbuat apa apa, karena dia sudah tau sifat asli suaminya apapun yang dikatakan ketika seperti ini keadaannya tidak akan membuahkan hasil hanya buang buang waktu dan tenaga untuk berdebat.


Rani hanya bisa meringis menahan rasa sakit di lututnya.


" cih !"


" Apa ibu bilang, ular ya ular mana mungkin berubah jadi kucing. sindir Bu Ambar kepada Rani.


" Sepertinya kau lelaki yang tidak becus, sehingga istrimu harus mencari mantan pacarnya untuk melampiaskan hasratnya". kata Surya panjang lebar tanpa merasa berdosa lalu pergi begitu saja meninggalkan Rani semuanya begitu saja. Namun di hati kecilnya Dia tidak tega juga melihat Rani harus menderita karena ulah dirinya. Semua ini Surya lakukan karena terpaksa tekanan dan keadaan ekonomi yang membuat Surya harus nekat menyakiti salah satu orang yang sampai detik ini masih dia sayangi.


"Puas kamu Ran". kata Rani yang masih meringis dilantai.


" Maaf mas ini hanya salah paham".


" Ini tidak seperti yang kamu lihat dan kamu bayangkan mas". Kata Rani membela dirinya walaupun dia tau tak kan ada pengaruhnya dia berbicara seperti itu namun dia tetap sabar demi anak dan rumah tangganya yang masih seumur jagung.


" pergi kamu dari ini RAN, selama ini aku menerima kamu dan ingin bersatu kembali aku pikir kamu akan berubah, namun ternyata tidak".kata Randi dengan emosi di ubun - Ubun.


" mas kamu jangan usir aku mas". pinta Rani namun sia - sia .


" makanya jadi perempuan jangan kegatelan Rani, sudah punya suami masih nyosor aja ke laki - laki lain. kata ibu mertua panjang lebar dan sengaja nadanya di tinggikan supaya di dengar dengan orang orang yang ada di luar pagar.


". Ih kamu itu RAN ya tidak bersyukur punya suami mapan masih aja cari laki laki lain ya kan ibu Ibu". kata Bu Puri salah satu tetangga yang paling cerewet.


" Kalau aku mah punya istri begitu aku usir juga, ogah banget ya entar yang dia goda suami suami kita lagi". ibu - ibu yang lain menimpali.


" Iya ibu ibu kota usir saja sekarang si Rani nya kalau tidak dia akan menjadi wabah di kompleks kita". kata ibu. - ibu yang lain sudah ikut ikutan mengompori keadaan.

__ADS_1


" Bagus sekali, aku tanpa mengotori tangan ku sendiri akhirnya tidak lama lagi akan menyingkir pula benalu itu". batin Bu Ambar sambil tersenyum penuh kemenangan.


__ADS_2