
" Apa .....!" Mata Rahma berhasil melotot ketika mendengar jawaban Randi.
" Yang benar saja mas". kata Rahma masih dengan nada heran.
" Kamu pikir dengan keadaan mas seperti ini mas lagi bohong". kata mas Randi kesal kepada Rahma karena tidak dipercaya.
" Apa gara - gara itu juga ibu sakit mas?" tanya Rahma lagi yang masih belum mendapat jawaban kenapa bisa ibunya sakit.
Randi menjawab hanya dengan menggelengkan kepalanya.
" Ceritanya panjang". jawabnya singkat.
" Kenapa mereka tega ya De ninggalin masmu seorang diri di sini". kata mas Randi sedih sambil melihat foto - foto mbak Rani dan Raja.
" Sabar mas, kamu harus cepat sembuh, lalu susul mereka". kata Rahma polos masih belum mengetahui apa - apa yang membuat Bu Ambar sakit.
" pak Rahma dimana ? sudah malam kenapa belum balik juga?" tanya Bu Ambar beruntun.
" Sabar buk, tadi bapak minta tolong suruh pulang ambilkan bapak berapa helai baju dan juga bajumu, sambil beli makan malam untuk bapak". pak Dani berusaha terus menghibur istrinya.
" Raja mana pak, pasti perempuan itu tidak ijinkan raja ketemu kita pak". kata ibu masih kesal juga. dan masih juga salah paham dengan Rani.
__ADS_1
ceklek pintu pun terbuka, Rahma masuk menenteng tas, dan makanan serta minuman kesukaannya
" Buk, apa ibu sudah merasa baikan" . tanya Rahma basa basi kepada ibunya.
" Iya nak, kamu bawa makanan apa?" tanya bi Rahma semangat melihat yang di tenteng penjual. makanan.
" Iya Bu kita makan di ya entar aku siapin ya" Jawabnya antusias.
Di Singapura,
" Mas Randi kok nggak pernah ngasi kabar ya". batin Rani.Begitu mudahnya ia melupakan aku dan anaknya yang ada di negeri orang. ok tidak usah aku, setidaknya dia tanya Raja,namun tidak ada juga. benar benar mas Randi baru juga berapa hari sudah mampu Mufon dengan aku dan raja.
" Atau aku saja ya yang nelpon mas Randi". batinnya. namun belum berapa lama sudah ada nomor masuk.
" Halo Oma, apa kabar?
" Oma Baik sayang". jawab Oma. Raja mana nak?
" Ada Oma barusan habis makan ". jawab Oma di seberang sana.
"Oma dan opa sehat kan di sana?" tanya Rani penuh perhatian.
__ADS_1
" syukur nak kami dalam keadaan baik - baik saja. sudah malam, istirahat cepat ya, besok kalian di antar mang Jordi jalan jalan biar nggak bosen di rumah terus". kata Oma.
" Nggak usah repot repot Oma ngajakin aku jalan jalan, aku betah kok tinggal di rumah". jawab Rani dengan lembut.
" Tidak ada tapi- tapi sayang pokoknya ikuti jadwal yan ada.
"i iya Oma jawab Rabi agak sungkan.
" ya sudah bye". Oma mengakhiri panggilan.
Jam delapan waktu setempat selesai melaksanakan sarapan, karena hari ini adalah hari Minggu jadi wajar ada jadwal jalan - jalan.
kembali lagi di rumah sakit.
hari ini keadaan Bu Ambar sudah agak mendingan.
" Coba tanyakan pak pada dokter ya, kapan ibu bosa keluar dari rumah sakit ini". kata Bu Ambar dengan sedih. .
"Sabar Bu ya sebentar lagi dokternya nntar bapak tanya.
Ceklek
__ADS_1
seperti biasa Rahma dari ruangan di mana Randi di rawat tanpa di tau bapak dan ibu.
" Bu ini Rahma belikan ibu bubur ayam, di makan ya, kan kesukaan ibu". Rahma selalu dengan sigap Mulayani.