Hargai Aku

Hargai Aku
menunggu pengumuman


__ADS_3

Hari ini ujian akhir sekolah akan selesai, farisa pergi ke sekolah dengan ceria. karena merasa salah satu beban hidupnya akan berkurang.


untuk mengisi waktu sambil menunggu pengumuman kelulusan, hari ini ia berencana mencari pekerjaan paruh waktu untuk menambah penghasilan agar dapat ia gunakan untuk melanjutkan hidupnya.


sebenarnya ia ingin kuliah namun mengingat kondisinya yang seperti ini, dimana ia tak punya uang lebih ia memilih untuk pasrah dengan keadaan dan tak berani berharap lebih.


ia akan memanfaatkan waktu ini untuk mulai mengumpulkan rupiah agar dikemudian hari ia dapat kuliah seperti khayalannya.


sehabis sekolah ia mulai mendatangi kafe dan mall yang ada di sekitar tempat tinggalnya. meskipun belum ada ijazah ia berani meminta sebuah pekerjaan kepada yang punya usaha. ia mendaftar sebagai pramusaji, pramuniaga atau apalah yang di butuhkan oleh pengusaha tersebut.


sebuah stand di mall ia datangi


Selamat siang mas.?


boleh ketemu supervisor nya atau yang punya usaha? tanya farisa


oh ya mbak, sebentar... jawab salah seorang karyawan stand tersebut


emang ada apa mbak?


apa ada lowongan kerjaan buat saya mas?


gak tau mbak..? sebentar tak tanya dulu ya mbak!


iya mas..


kemudian karyawan tersebut masuk dan kembali keluar dalam beberapa menit


ada ada mbak...


silahkan ketemu sendiri sama yang punya mbak


iya iya mas...


farisa masuk ruangan manajemen di mall tersebut


setelah mengetuk pintu, dan dipersilahkan masuk


selamat siang pak.... sapa farisa.


ada uang perlu saya bantu dik?


tanya seorang pria paruh baya yang merupakan staf bagian ketenaga kerjaan stand tersebut


gini pak...farisa menjelaskan hal yang dibutuhkannya. ..secara detail. pada pria tersebut


maaf ya dik..


kami membutuhkan tenaga yang sudah berijazah. jadi adik bisa datang lagi kalau adik sudah ada ijazahnya dan lowongan kerja ini belum terisi.


tapi kalau nanti ada yang sudah mengisinya ya dengan terpaksa kami menolaknya.


sekarang adik tinggal menunggu ijazahnya keluar atau mencari ke tempat lain yang mau menerima tenaga seperti yang adik jelaskan tadi.


farisa keluar kantor dengan kecewa.


sabar....sabar farisa jangan putus asa cari lagi yang lain ...berusaha meyakinkan dirinya


berulang kali ia masuk dan keluar stand yang diinginkannya namun tak ada satupun yang menerimanya.


kemudian ia keluar dari mall.


kruk....kruk...perutnya berbunyi...


farisa menatap jam di hpnya


rupanya sudah jam 14.30. saking semangatnya ia sampai lupa tidak mengisi perutnya. padahal sudah dari tadi mestinya ia mengisi perutnya.

__ADS_1


ia menatap di pinggiran mall banyak penjual menyajikan menu menu sederhana yang ramah di kantongnya.


ia menghampiri salah satu lapak kaki lima yang menjual minuman sederhana dan siomay.


es teh satu bu...dan siomaynya satu porsi ya..bu


ya mbak ...ditunggu ya...


bu, jangan pedas pedas siomaynya ya...


ibu penjual menganggukkan kepalanya tanda paham pada selera farisa.


ini mbak pesanannya...


iya bu...


farisa makan dengan lahap karena kelaparan.kemudian farisa melanjutkana lagi ke toko toko dekat mall. namun belum membuahkan hasil.


Farisa pulang ke kosan karena waktu sudah hampir magrib dengan kelelahan di tubuhnya.


sampai kosan ia bergegas ke kamar mandi untuk bersih bersih agar fresh.


karena kelelahan ia berbaring di ranjang sederhananya dan terlelap sampai pagi.


di tengah tidur nyenyak nya, ia bermimpi bertemu ibunya


faris.... faris....sapa ibunya


sabar ya nak....


mama... mama...


aku kangen ma...


iya nak..ini mama..mama juga kangen kamu faris


faris ingin sama mama aja .....


jangan nak....kamu disini saja....yang kuat


kejar cita citamu nak....


insya Allah akan tercapai...


tapi ma...berat ma....


kemudian ibunya melangkah pergi


ma...mama...tunggu ma...


tunggu..,faris ikut mama aja ...


kemudian farisa menangis sambil terus memanggil manggil ibunya


kring....kring.....kring .


dering alarm hpnya


farisa tersentak kaget dan terbangun.


ia meraba pipinya masih basah rupanya ia barusan mimpi menangis, ia teringat ibunya dan kembali ia mengenang mimpi bersama ibunya.


iya ma..aku akan sabar dan berusaha yang terbaik agar cita citaku terkabul ma...


dan aku akan terus berdoa untuk mama dan ayah serta simbah ma...


semoga semuanya diberikan yang tebaik, pahala yang terbaik serta ampunan dari yang maha kuasa.

__ADS_1


farisa menilik jam yang ada di hp. rupanya


sudah jam 03.00 pagi. ia bergegas wudhu untuk salat malam dilanjutkan dengan salat subuh. kemudian menyiapkan keperluannya pagi ini.


kebetulan hari ini hari minggu, farisa hari ini berencana merilekskan badannya ia ingin istirahat di rumah saja sehari ini.


esok paginya setelah pulang Sekolah farisa kembali mencari pekerjaan seperti yang diinginkannya.


kali ini farisa membawa bekal makan siangnya, sehingga ia tidak telat makan fan tidak kelaparan seperti waktu itu.


saat berjalan di trotoar, ia di panggil seseorang.


faris...farisa...terdengar seorang ibu memanggilnya


kamu faris kan?...faris anaknya yono kan?


kembali ibu itu meyakinkan


iya bu...betul


kamu mengenali ibu nak?


faris menganggukkan kepalanya


ibu siti kan..? jawab faris


ibu siti ini dulu tetangga jauh simbah faris. ia seorang pembantu rumah tangga di kota.


faris aku akan memberitahu kamu nak..


soal apa bu...?


ayahmu.....nak


emang ayah pulang bu?


iya, setelah ibumu meninggal tepatnya tiga tahun kemudian, habis lebaran..ayahmu pulang...


tak lama setelah itu ayahmu jatuh sakit, ia tak ada yang urus.ia sakit hanya tiga hari kemudian ayahmu meninggal...


jatuh air mata di pipi farisa.....ia tersedu sedu namun dengan suara yang lirih


meskipun yono tak waras dan telah membunuh ibunya, namun yono tetap ayahnya. ada darah yang mengalir ditubuhnya.


apa tidak ada saudaramu di kampung yang memberi tau kamu nak?


faris menjawab dengan menggelengkan kepalanya


tak sanggup ia bersuara menjawab pertanyaan itu. dadanya terasa sesak...


sabar ya faris....hibur bu siti..


oh ya nak ...sudah ya...ini ibu tergesa gesa mau belanja...kita sambung kembali kalau ketemu lagi ya nak...ibu pergi dulu...


farisa lemas, terasa tak ada tenaga...


ia mendudukkan dirinya di bawah pohon yang ada di sekitar trotoar dengan sir mata yang masih mengalir.


ia tak peduli banyak mata yang menoleh ke arahnya, seakan semua yang menoleh sedang bertanya padanya


ada apa....? kenapa...? mengapa kau menangis sendirian disitu...?


farisa hanya tau menangis...sampai tak terasa waktu telah senja dan hampir gelap. kemudian ia tersadar.... dan bergegas untuk pulang ke tempat kosnya.


hari ini ia kembali mendapat hadil nihil untuk pencarian kerjanya. ia justru mendapat kabar sedih tentang ayahnya. ia menyesal tak dapat merawat ayahnya diakhir hayat ayahnya.


sabar ..faris, badai pasti berlalu...akan ada pelangi setelah hujan faris....hibur faris kepada dirinya..

__ADS_1


__ADS_2