Hargai Aku

Hargai Aku
Sisil Episode baru season 2.


__ADS_3

Walau hanya menggunakan celana jeans di atas dengkul dan kaos berwarna hitam lekat. memakai sandal sepatu dengan rambut di kuncir kuda. membuat penampilan Sisil semakin sexy walau di usia nya yang terbilang sudah tidak muda lagi.


Suami nya Arka. ntah kemana sejak pulang dari apartemen nya Siska, Suami nya itu langsung pergi begitu saja tanpa bilang terlebih dahulu ingin kemana.


"Sudah jam 9 Arka belum pulang juga kemana sebenarnya ia, pergi?" tanya Sisil ntah kepada siapa sambil menatap jam di dinding.


Diri nya memutuskan untuk keluar mencari udara segar. memakai jaket nya dan pergi menggunakan mobil pribadi milik nya.


Sampai menemukan kedai kopi pinggir jalan Sisil pun langsung menepikan mobilnya. turun dan duduk di bangku panjang berbahan kayu.


Mengeluarkan rokok, dari kantung nya dan langsung di nyalakan. menghisap nya dan di keluarkan saat sudah menjadi kebulan asap dari mulut serta hidung nya.


"Sudah lama tidak seperti ini. setelah menikah dengan Arka, semua waktu ku habis hanya untuk melayani nya saja. biarkan aku menikmati waktu ini sebentar saja. di tambah diri ku yang selalu di kuncikan pintu oleh nya saat ia ingin keluar! dasar kudanil. tapi ntah mengapa aku sangat begitu menyayangi dan, takut akan kehilangan diri nya" ucap nya untung saja kedai warung kopi itu tidak begitu ramai dan Sisil pun berbicara dengan suara yang pelan.


Walau banyak uang. tapi Sisil lebih memilih menikmati waktu di warung pinggir jalan dari pada harus di restoran mewah. tapi setelah menikah dengan Arka semua nya berubah.


Waktu nya tersita habis oleh

__ADS_1


Arka hanya takut terjadi sesuatu saat keluarga kecil nya. membeli makanan yang salah apalagi saat banyak berita beredar kalau tidak semua makanan pinggir jalan itu sehat. dia lebih memilih untuk mengeluarkan uang berjuta-juta hanya untuk kesehatan keluarga nya.


Sampai ia mendengar suara berisik dari luar membuat nya penasaran.


"Dasar perempuan Tolol!" maki seorang laki-laki tampan tapi bermulut tak sopan kepada seorang perempuan yang tak sengaja menumpahkan air minum ke paha laki-laki tersebut.


Orang-orang yang berada di sana hanya diam. seraya memperhatikan tanpa membela.


Perempuan yang di Maki itu hanya diam. sambil menunduk tapi Sisil melihat jelas beberapa bulir air mata sempat terjatuh dari pelupuk mata nya.


Laki-laki itu langsung menatap nya tidak suka. sedangkan perempuan yang di Maki menatap Sisil dengan terkejut.


"Siapa Kau? lepaskan tangan gua!" ujar laki-laki itu sambil menarik-narik tangan nya.


Sisil langsung menghempaskan begitu saja pergelangan tangan laki-laki itu dengan kasar.


"Dia sudah meminta maaf tidak seharus nya Anda seperti itu kepada nya" ucap Sisil menggaet pundak perempuan itu dan langsung membawa nya pergi. orang-orang di sana hanya memandang nya tidak peduli.

__ADS_1


"Awas kau nanti perempuan sialan!" teriak laki-laki itu.


Sebelum pergi Sisil membayar dulu kopi yang tadi sempat ia pesan. dan langsung mengajak perempuan itu untuk masuk, dan naik ke dalam mobil nya.


"Nama kamu siapa dek?" tanya Sisil saat mereka sudah berada di dalam mobil nya.


"Saya... saya Liana" jawab nya sambil menunduk.


"Rumah mu di mana?" tanya Sisil lagi.


"Saya tidak mempunyai rumah Tante, saya hidup di jalanan. dan tidur di depan teras toko setiap malam tadi Bu limah. menyuruh saya untuk membantu nya di warung tapi hari pertama saya masuk saya sudah membuat kekacauan di warung nya. Terimakasih sudah menolong saya Tante" Jawab Liana sambil tersenyum, dan menatap ke arah Sisil.


Sisil membalas senyuman nya. "Sekarang kau tidak sendirian lagi ada aku, ikut aku pulang dan tinggal di rumah ku. tenang saja aku hanya tinggal berdua dengan suami ku, Kau bisa membantu ku di rumah nanti dan semua kebutuhan mu akan ku berikan" ucap Sisil menyentuh lengan Liana.


"Terimakasih Tante, tapi ku rasa tidak usah" Liana merasa tidak enak hati.


"Tidak apa aku tidak suka penolakan!" Liana hanya diam. dan Sisil mulai menjalankan mobilnya untuk pulang.

__ADS_1


__ADS_2