Hargai Aku

Hargai Aku
Tergores Pisau.


__ADS_3

Arka Mengendarai mobil nya. seperti orang kerasukan dan saat sampai di depan rumahnya. ia, langsung buru-buru untuk turun. berlari menuju rumah nya dan membuka pintu dengan kasar.


Ia langsung mencari keberadaan Istri nya Sisil.


"Arka" panggil Sisil dari arah dapur.


Arka langsung berlari ke arah dapur dan mendapati istrinya yang sedang terduduk lemas di lantai.


"Baby!" teriak nya menghampiri.


Sisil wajah nyaa memucat. tubuhnya dingin, mata nya sayu.


Arka melihat darah yang terus menetes dari tangan istrinya.


ia langsung membopong tubuh Sisil membawa nya ke rumah sakit.


"Bertahanlah sayang" ucap Arka dengan lembut di telinga istri nya. dirinya sangat begitu cemas sampai tak terasa buliran air mata jatuh mengenai pipi istrinya.


.


Siska merasakan cemas yang berlebihan terbukti dari keringat yang terus mengucur di tubuh nya. ia, merasakan perasaan yang tak enak. dan memikirkan tentang Mama nya.


"Aku harus segera membereskan pekerjaan ku," ucap nya kembali fokus dengan kertas, dan komputer.

__ADS_1


.


Erick yang masih berada di parkiran kantor Siska. mendapatkan telpon dari Tuan nya. ia langsung kaget saat mendengar Sisil masuk rumah sakit.


"Baik Tuan, saya tidak akan memberitahu Nona muda tentang ini. sebelum keadaan nyonya besar membaik" Telpon langsung terputus. kembali ia menyimpan handphone nya ke dalam saku celana.


Jam menunjukkan pukul 15:30. terlihat Siska berjalan menghampiri mobil dan, Erick yang melihat itu langsung mengerutkan kening nya.


Siska membuka pintu mobil dan masuk.


"Icha kenapa?" tanya Erick.


"Perasaan ku tidak enak. dan aku ijin pulang cepat, kita ke rumah Ayahku sekarang." jawab Siska dengan wajah panik.


Erick bingung harus berkata apa.


"Om kenapa?" tanya Siska menatap dalam wajah Erick yang sedang bingung.


Erick tidak menjawab.


"Om, ayok Jalan" Ucap Siska sambil menyentuh lengan Erick yang membuat Erick langsung tersadar dari lamunannya.


"Maaf, Icha. Om tidak bisa"

__ADS_1


"Tidak bisa apa Om?"


"Mama mu masuk rumah sakit!" Siska ternganga mendengar ucapan yang terlontar dari mulut Erick. Erick terpaksa mengatakan nya karna ia, tidak tahu harus bilang apa kepada nona muda nya.


Air mata nya langsung meluncur tiba-tiba membasahi pipi mulus nya. mendengar sang mama di bawa ke rumah sakit.


"Om akan mengantarkan mu ke rumah sakit sekarang" ucap Erick menghidupkan mesin mobil dan pergi meninggalkan kantor.


.


Julian memperhatikan itu. dirinya mengikuti mobil Erick dari belakang menggunakan motor.


"Ini bukan arah Apartemen nya. mau kemana mereka?" Julian ntah bertanya kepada siapa dia terus mengikuti mobil Erick.


Sampai mobil masuk ke halaman rumah sakit. ia memberhentikan mobilnya.


menatap heran. "Mau apa mereka ke rumah sakit?" Julian ikut memarkirkan motor nya. terus mengikuti langkah kedua nya dari belakang dengan jarak yang lumayan agar tak ada yang curiga kalau Julian sedang mengikuti Erick, dan Siska.


Siska melihat Ayah nya yang sedang duduk di bangku lorong rumah sakit Siska, langsung berlari ke arah Arka.


"Dady!" panggil nya. Arka langsung berdiri saat melihat putri kesayangannya itu ada di sini dia menatap Erick yang juga sedang berjalan ke arah nya.


"Sayang Kau di sini? Siska tak menghiraukan dirinya langsung memeluk Ayah nya.

__ADS_1


"Mam?" tanya nya sambil menatap wajah sang Dady.


"Mum will be fine"( Mam akan baik-baik saja)" jawab Arka sambil mengelus lembut rambut anak nya.


__ADS_2