
Erick mengetuk pintu apartemen Siska. butuh waktu yang lama untuk pintu itu terbuka setelah terbuka terpampang lah wajah bangun tidur Arka sedang menguap.
"Erick? bukan nya aku menyuruh mu untuk menjadi supir Putri ku mulai sekarang kenapa kau di sini" tanya Arka membuat wajah Erick berubah pias.
"Tuan biarkan saya menjelaskan nya di dalam" ucap Erick dengan wajah di buat melas.
"Baik ayo masuk"
Arka duduk di soffa di sana juga ada di Sisil. sedangkan Erick hanya berdiri diam di depan mereka berdua.
"Tuan?" ucap nya pelan.
"Heeemmm"
"Maafkan saya Tuan. jangan pecat, atau penggal kepala saya" Erick berlutut di kaki Arka.
"Erick apa-apaan kau ini bangun! aku tidak suka jika kau seperti ini" ucap Arka membantu Eric untuk berdiri.
"Jelaskan apa yang terjadi" terus nya saat Erick sudah kembali berdiri.
"Pagi tadi..."
"Tadi pagi. atau pagi tadi" ucap Arka memotong ucapan Erick.
__ADS_1
"Itu sama saja Arka!" celah Sisil.
"Sudah Erick lanjut" perintah Sisil, dan Erick mengangguk.
"Pagi tadi saat saya menjemput Nona muda. kita berdua bertemu dengan Julian..."
"Julian? pemilik perusahaan tempat Siska bekerja." tanya Sisil memotong ucapan Erick. membuat Erick menarik nafas panjang.
"Sayang Erick belum selesai bicara" sekarang gantian Arka yang mencelah ucapan istri nya.
"Ouh... baik, kau bisa melanjutkan nya"
"Aku ga kuat... ga kuat... ga kuat! sama keluarga ini"
"Dan saat saya sedang berbicara atau, lebih tapat nya sedang mengancam Julian. Nona Siska lebih dulu berjalan ke parkiran dan saat saya sampai di parkiran Nona Siska. mengirimi saya pesan bahwa ia sudah naik taxi. dan saya ke sini untuk menjelaskan ini agar Tuan, dan nyonya tidak memenggal kepala saya" Tutur Erick panjang lebar.
Sisil, dan Arka tertawa. membuat Erick menatap mereka dengan heran. "Erick... Erick siapa yang mau memenggal kepala mu" tanya Arka yang sudah menghentikan tawa nya.
"Saya pikir Tuan akan memenggal kepala saya" jawab Erick pelan sambil menunjuk ke arah Arka.
"Kau sudah sangat berjasa di keluarga ku Erick. mana mungkin aku melakukan itu? tapi beda lagi kalau kau berhianat!" ucap Arka pandangan mata nya berubah tajam.
"Tuan percayalah saya tidak akan melakukan itu!" bantah Erick.
__ADS_1
"Lalu kenapa kau masih di sini?" tanya Arka.
"Lalu saya kemana Tuan?" ucap Erick kembali bertanya karna bingung.
"Ke kantor Putri ku, tapi jangan sampai ia. tahu pantau dia"
"Bagaimana cara nya tuan agar nona muda tidak tahu keberadaan saya?"
"Cari tahu sendiri!" dan Erick langsung pamit pergi menuju ke kantor Siska.
Dan setelah Erick pergi Sisil kembali tertawa.
"Kenapa sekarang dia jadi bodoh! seperti itu Hahahaha"
"Faktor umur sayang" jawab Arka sambil mencium puncak kepala istri nya.
"Dia lebih muda dari mu Arka," ujar Sisil menyandarkan kepala nya di dada bidang Suami nya.
"Aku memang masih muda lihatlah aku tidak menua" ucap Arka membanggakan diri nya sendiri.
"Ya kau tidak menua. tidak seperti ku" membuat Arka kembali mencium puncak kepala Sisil lama.
"Aku tetap menyayangi mu Baby, kau tetap cantik di mata ku"
__ADS_1