Hargai Aku

Hargai Aku
" Dunia bagai selembar daun Kelor" POV : Rani.


__ADS_3

Akhirnya Raja berangkat ke tempat les musik, sedangkan aku merencanakan akan pergi ke pusat belanja cemilan sehat untuk anak - anak.


Aku Pun berangkat diantar mang Cecep salah satu sopir pribadi. setelah menempuh perjalanan tiga puluh menit sampailah aku tempatnya begitu ramai pengunjung, mulai dari anak - anak, remaja bahkan lansia pun turut berbelanja di sini membeli aneka cemilan anak anak.namun baru beberapa langkah masuk ke dalam tiba - tiba .


Bug.....!


" Eh Aduh ... kata seseorang, namun suaranya tak asing bagiku.


" MMM maaf saya tidak sengaja". jawabku tak sengaja kami pun saling pandang


" Rani". katanya lagi dengan ekspresi sangat kaget melihatku seperti melihat setan saja.


" Dayu, apa kabar? aku menyapanya dan berusaha lebih tenang.


" baik". jawab Dayu sambil mengarahkan pandangannya di sekitarnya seperti mencari - cari seseorang.


" Kamu sendiri Ran". tanya Dayu lagi.


" Iya, mas Randi ada sibuk sehingga aku datang sendiri kesini". kataku masih berusaha setenang mungkin menanggapi pertanyaan Dayu.


" OOO Aku kirain dengan mas Randi". kata Dayu sedikit mencibirkan mulutnya.


" Kamu sendiri dengan siapa?" tanyaku masih penasaran.


" Aku sama mama papa aku dong. Kata Dayu sedikit nampak sedih.

__ADS_1


" Wah seru ya dimana Tante Tika dan om Wisnu". tanya ku semangat


" Siapa sayang?" tanya Bu Tika


" Ini ma, pa ada Rani juga di sini". jawab Dayu sambil menunjuk ke arahku.


" Hai Tante, Om apa kabar?" sapaku pada bu Tika dan dan pak Wisnu.


" Baik Rani". jawab Tante Tika seketika menatapku dari atas sampai bawah.


" Ma !" Panggil Dayu yang tak suka ibunya mengagumi kecantikan Rani karena cara pandangnya yang berbeda.


" Maaf Tante, om. Dayu saya sedikit buru - buru". kataku setelah menyadari sikap Tante Tika terhadapku. aku pun berlalu setelah berpamitan dengan mereka. baru mengambil beberapa barang tiba tiba tanganku bersamaan mengambil sebuah seafood kesukaan Raja. akhirnya kami pun bertemu pandang


" Bukannya kamu temannya Dayu ya". tanyanya kepadaku.


" Iya mas maaf, kalau mas mau ambil cemilannya ambil saja saya sudah banyak juga belanjanya. permisi jawabku sambil berlalu namun tanganku segera di genggamnya.


" Tunggu, kalau kamu mau ambil saja lagian kamu lebih butuh daripada aku


" Terimakasih" jawabku tak ingin berlama lama aku pun ingin pamit dan berlalu dari tempat ini. namun tiba - Tiba....


" Tunggu !" katanya lagi refleks saja membuat aku menghentikan langkah lalu melihat kearahnya.


" maaf ada apa lagi?" tanyaku

__ADS_1


" Maaf aku tau semuanya tentangmu, aku harap kamu sabar, Aku salut padamu, kamu wanita yang kuat yang pernah aku kenal.


Deg


seketika hati ini tak karuan, kenapa mas Andi bisa bicara begitu. ah mungkin ini cuma perasaanku Baper karena sudah lama tidak ketemu mas Randi. dan tiba tiba aku merindukannya.


"Aku kesini honeymoon bersama keluarga besar ku". katanya lagi sambil melihat lihat seseorang.


" Ya aku tau". jawabku singkat


" Kamu Sendiri". Tanyanya lagi.


" MMM bukannya tadi kamu sudah Binh mas kalau kamu yau semuanya tentang aku jadi semuanya sudah jelas. permisi". pamit ku lalu pergi meninggalkan tempat itu dan segera menuju ke parkiran di mana ada bang Cecep sudah menungguku.


" Sudah selesai non". kata mang Cecep sembari mengambil alih barang bawaanku dan memasukkannya kedalam bagasi mobil.


" apa kita sudah mau pulang non?" tanga bang Cecep kepadaku.


" kalau boleh iya mang ini sudah siang sebentar lagi raja akan pulang". jawabku sambil menuju pintu yang di bukakan oleh mang Cecep. namun belum sempat aku masuk di mobil seperti ada yang memanggilku


" Mbak panggilnya sembari berlari kecil memanggilku di belakangnya ada temannya mungkin mereka seumuran".


" Iya, Maaf bukannya kamu adiknya mas Andi suaminya Dayu ya?" tanyaku wah kalau punya uang duni ini bagaikan selebar daun kelor, kali ini aku banyak bertemu dengan mereka mungkin besok sudah tidak ada lagi.


" Iya mbak kami lagi honeymoon mbak" jawabnya dengan ranah dan semangat.

__ADS_1


__ADS_2