
**Like, coment, bintang lima, dan votte, Terimakasih...!!!
😘😘😘😘**
Graciella, keluar untuk memanggilkan Aldi, dan masuk kembali ke dalam bersama Aldi.
"Ada apa Kau memanggil ku?" tanya Aldi yang duduk di samping Nauvall.
"Kau harus berjanji kepada ku" jawab Nauvall menatap dalam wajah Aldi.
"Janji untuk apa?" ujar Aldi yang tak mengerti.
"Ya Kau harus berjanji dulu kepada ku," ucap Nauvall bergantian memandang ke arah Graciella.
"Oke, Aku berjanji" ujar Aldi mengalah.
"Jaga Graciella untuk aku, jangan pernah buat dia menangis kecuali, tangisan kebahagiaan." ucap Nauvall sambil tersenyum.
"Tanpa Kau minta Aku, akan menjaga nya" ujar Aldi seraya bersedekap dada.
Sedangkan Graciella, yang mendengar ucapan Nauvall merasa perasaan nya mulai tidak enak dengan laki-laki itu.
__ADS_1
Perasaan nya mengatakan bahwa Nauvall, akan meninggalkan nya kembali dan mungkin tidak akan kembali lagi.
Semakin lama nafas Nauvall, semakin melemah alat yang membantu jantung nya pun mulai melemah.
Graciella langsung memeluk erat tubuh Nauvall, dan kembali menangis Aldi bangkit dari duduk nya dan beralih berdiri di belakang Graciella.
"Graciella... maafkan aku" ujar Nauvall dengan suara yang melemah.
"Tidak Nauvall, tidak! Kau harus bertahan demi Aku Jangan tinggalin aku untuk yang kedua kali nya" ucap Graciella histeris.
Melihat kondisi Nauvall, yang semakin melemah Aldi segera memanggil Nauvall. dan saat itu juga dokter, dan juga perawat berlarian ke ruangan Nauvall. Alfin juga langsung bergegas ke kamar Nauvall.
Graciella langsung di suruh keluar oleh dokter.
"Maaf Nona, Anda tidak bisa di sini kami akan menolong sebisa mungkin" ucap dokter.
Aldi langsung menyeret begitu saja tubuh Graciella, dan di bawa keluar.
"Lepaskan Aku!" teriak Graciella meronta di pelukan Aldi.
Alfin langsung mengambil alih tubuh Anak nya, dan memeluk nya erat mengelus lembut rambut Anak nya. dan merebahkan kepala Graciella di dada bidang nya.
__ADS_1
"Tenang Sayang semua nya akan baik-baik saja" ujar Alfin dengan suara yang lembut membisik di telinga Graciella.
"Tapi Papa" ucap Graciella mulut nya langsung di sumpal dengan jari telunjuk Alfin.
"Dia akan baik-baik saja" ujar Alfin kembali memeluk tubuh Anak nya.
Aldi, hanya bisa memandang mereka dari belakang tubuh Graciella. ia merasa gagal karna tidak ada di saat penyerangan di mansion Sanjaya.
"Seharus nya Aku, yang berada di posisi Nauvall sekarang" ujar nya menunduk dalam.
Nauvall menghembuskan nafas terakhir nya dokter sudah berusa semaksimal mungkin tapi Tuhan. lebih menyayangi nya.
Saat dokter keluar Graciella lantas melepaskan pelukan Papa nya. dan menghampiri dokter tersebut.
"Maaf kami sudah berusaha sebisa mungkin tapi Tuhan. lebih sayang kepada nya" ucap Dokter tersebut.
"Tidak! Dokter hanya bercanda bukan?" ujar Graciella marah dan langsung menerobos masuk ke dalam kamar Nauvall.
ia membuka kain yang menutupi wajah pria yang sangat ia cintai itu, air mata nya kembali menetes.
Graciella masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat.
__ADS_1
"Bangun Nauvall, Bangun! jangan tinggalkan aku lagi Nauvall Aku mencintaimu, ayo bangun dan nikahi Aku Agar kita bisa hidup bahagia selamanya Bangun!" teriak Graciella mengguncang-guncangkan tubuh Nauvall.
Aldi langsung memeluk tubuh Graciella dari belakang "Kau harus mengikhlaskan dia Grac, jangan membuat nya sedih"