Hargai Aku

Hargai Aku
Arsen.


__ADS_3

Arsen diri nya sengaja datang ke rumah sakit agar bisa bertemu dengan Siska, dan keluarga nya itu yang ia. harapkan.


Berjalan menyusuri lorong rumah sakit tapi tidak ketemu sosok yang ia, cari. dirinya memilih untuk pergi ke kantin sebentar untuk membeli air.


.


Siska duduk di samping Mama nya yang sedang terbaring.


"Mam?" panggil nya menyentuh pergelangan tangan Sisil.


Sisil tersenyum ke arah anak kesayangan nya." Ya sayang Mam baik," ucap nya.


"Kenapa bisa tergores Pisau Mam?" menatap dalam wajah cantik Sisil.


"Tidak apa Sayang. Mam hanya tidak fokus" Sisil tersenyum memperhatikan gigi putih yang tersusun rapi.


Arka masuk ke dalam sambil tersenyum ke arah istri, dan Siska yang melihat ke arah nya berjalan menghampiri kedua nya.


"Sayang apa masih sakit?" tanya Arka berdiri di samping Siska sambil mengelus lembut rambut panjang sang Istri.


"Aku baik-baik saja" jawab Sisil seraya menyingkirkan tangan Arka dari kepala nya. karna merasa tak enak di lihat Siska.


"Siska sebaik nya kamu pulang, dan beristirahat di apartemen mu. Dady yang akan menjaga Mam di sini" Siska menurut dengan hanya menganggukkan kepala nya.


"Om Erick yang akan mengantar mu, kau tunggu saja di halaman rumah sakit" lagi lagi Siska hanya mengangguk.


Setelah mencium pipi Mama nya. ia pergi keluar berjalan ke arah parkiran rumah sakit untuk menunggu Erick di sana.


Arsen yang sudah kembali menyusuri lorong rumah sakit. melihat Siska yang sedang berjalan keluar ia langsung memanggil nya.

__ADS_1


"Siska!" Merasa di panggil Siska langsung menengokkan kepala nya. dan membalik badan.


"Pak Arsen?" Arsen mengangguk.


"Sedang apa dirimu di sini?" tanya Arsen saat sudah berada tepat di hadapan Siska.


"Bapak kenapa di sini?" bukan nya menjawab Siska malah balik bertanya.


"Saya... saya... saya habis mengecek kesehatan saya" ucapnya.


"Dirimu?" Arsen.


"Saya habis menimbang berat badan saya Pak," ntah kenapa Siska tidak mau jika Arsen mengetahui bahwa Mama nya, sedang di rawat di sini.


"Ternyata kau berbohong."


"Oh, mau saya antar?" tawar Arsen.


"Terimakasih Pak, tapi Om saya akan menjemput" tolak Siska sambil tersenyum.


Dan tidak lama Erick memanggil nama nya.


"Icha!" teriak nyaa seraya menghampiri.


Erick tampak menatap intens. Arsen dari atas sampai bawah.


"Icha dia siapa?" tanya Erick sambil menatap ke arah Arsen.


"Dia Pak Arsen Pemilik perusahaan tempat ku bekerja," jawab Siska mengenalkan Arsen kepada Erick.

__ADS_1


Erick hanya menganggukkan kepalanya pelan.


"Ternyata dia, setelah ini aku harus mencari tahu siapa dirinya."


"Ayok pulang" ajak nya.


"Maaf, Pak Arsen. saya duluan" pamit Siska sambil tersenyum.


Arsen mengangguk pelan. "Ya, silahkan"


Arsen terus memperhatikan dari belakang kepergian Erick, dan Siska sampai hilang baru diri nya pergi.


Tanpa sadar sepasang mata mengamati nya sedari tadi.


"Sedang apa dia di sini?"


.


Siska sampai di apartemen nya sedangkan Erick setelah mengantar dirinya. kembali ke rumah sakit udah menemani Tuan nya.


Liana menghampiri dengan membawa teh hangat untuk Siska.


Siska menerimanya dengan senyuman.


"Terimakasih Lia," ucap Siska. yang di balas senyuman kecil oleh Liana.


"Bagaimana Kak Hana?" tanya Liana sambil duduk di sebelah Hana.


"Mam sudah terlihat baik"

__ADS_1


"Bolehkah aku menjenguk nya esok?" Siska mengangguk.


"Pergilah"


__ADS_2