Hargai Aku

Hargai Aku
"KECELAKAAN" POV SELFIA.


__ADS_3

" Baik, terimakasih ya Om". jawab ku.


Om Dani hanya menganggukkan kepalanya


" Sama - sama Sel"., jawabnya.


Tak lama kemudian muncullah Bu Ambar langsung duduk Di meja makan di samping om Dani


" Hai Tante, apa kabar". sapaku.


namun tidak ada balasan melainkan tatapan entah apa maksudnya.


" Kamu sejak kapan di sini ? tanyanya balik.


" Maksud ibu apa ya, kok ngomongnya gitu amat sih ". kata om Dani.


" Oh Tidak apa Apa Om". jawabku.


" yuk makan lagi, kasi habis sel makannya ". kata Rahma yang sedang mengerti situasi .


" untuk ibu karena ibu baru datang biar aku persen kan ya makanannya". kata Ara sambil mendekati ibunya mungkin biar lebih tenang dan tidak mau acara makan malam ini rusak karena ada kesalahpahaman


" Lo bukannya tadi sudah di pesan ya". kata Bu Ambar yang celingak celinguk mencari - cari sesuatu di atas meja.


" Maaf Bu , karena ibu kelamaan maka bapak sedekahkan makanan ibu ke pengemis yang ada di luar". kata bapak seraya menunjuk pengemis yang ada di depan pintu.


Bu Ambar kaget,iya baru sadar ternyata lama sekali tadi meninggalkan suami dan cucunya entah apa yang dibicarakan. aku sendiri belum tau.


HM iya ntar ibu aja yang pesan sayang ". kata Bu Ambar sedikit gugup.


" Bu, ibu kenapa bapak lihat muka ibu kok pucat banget, ibu sakit ?" pertanyaan om Dani beruntun .


Oh nggak kok pak, hanya perut ibu saja yang sedikit bermasalah, namun ibu sudah minum obat kok pak". kata Tante Ambar beralasan.


" Syukurlah, kalau masih sakit kita pulang saja buk, atau langsung ke rumah sakit kata om Danu.


" Oh tidak usah pak kan ibu sudah minum obat nih sudah agak mendingan mungkin kalau ibu sudah makan, lalu istirahat di rumah juga sembuh. Kata Bu Ambar yang semakin pucat saja setelah om Dani menyebut rumah sakit.

__ADS_1


" Ya Sudah sekarang ibu pesan aja mau makan apa, sebab kurang ibu yang belum makan. tenang di sini kan pelayanan Dua puluh empat jam jadi kalian nggak usah kwartir". kata om Danu penuh pengertian dan kepedulian.


" Oh iya Tante cantik, Tante cantik sudah tau kan kalau ibu aku tidak lama lagi akan ada adek kecil, terus rencana aku sekolah di Bandung saja sambil menjaga adik kecil". kata raja yang reflek membuat Bu Ambar tersendat.


UHUK. UHUK Maafkan Aku yang sudah mengacaukan acara malam kita.


" ya Santai aja Tante". kataku sembari menghabiskan sisa nasi di piring.h


Sementara pesanan Tante Ambar baru datang beliau pun makan dengan lahapnya, mungkin karena lapar bener. makanya Tante Ambar makannya kayak orang kesurupan.


" wab kayaknya raja serius mau ikut dimana orang tuanya berada, bagai mana dengan anak itu. aku harus mencari akal bagaimana caranya agar aku dapat. membawa lagi adiknya Raja. batin Tante Ambar monolog seorang diri.


Om Dani mengantar Raja ke toilet


Tante Ambar makan dengan lahapnya, sepertinya Tante Ambar sudah lapar sekali, tidak ada sakit perut karena lama bicara dengan Dayu makanya lama.


" Pelan - Pelan Bu makannya. nggak usah buru - buru.


" iya,, terimakasih. Kamu nggak nambah lagi Ra?" tanya Bu Ambar kepada Rahma sekedar basa - basi sesekali matanya melirik ke arahku.


" Jangan dong Ra, setidaknya bapak kamu balik dulu ya ". kata ibu memohon. karena aku tau ibu sudah mulai takut.


Aku tak tau kenapa bi Ambar selalu memiliki niat buruk terhadap mbak Rani padahal mbak Rani baik sekali. Bu Akbar seperti sudah kehilangan naluri seorang ibu. selalu saja punya rencana untuk menyakiti hatinya mbak Rani, bahkan Bu Ambar tidak segan segan mendukung anaknya dengan melakukan berbagai macam cara agar mas Randi menceraikan mas Randi. untung saja Tuhan masih memihak pada rumah tangga mereka. bukan hanya itu,Bu Ambar juga memisahkan Raja dari kecil bahkan sekarang dengan rencana busuknya akan memisahkan mbak Rani dengan anak keduanya pula. sungguh kejam banget rencana Bu Ambar yang satu ini.akan memisahkan mbak Rani lagi dengan anaknya yang ke dua kalau sudah lahir nanti. di mana naluri Bu Ambar sebagai seorang ibu, sebagai seorang nenek, sebagai seorang yang pernah melahirkan anak anaknya dengan penuh kasih sayang. kenapa Bu Ambar tidak memberi kesempatan itu kepada Mbak Rani.


Setelah om Dani sudah kembali dari toilet, bersamaan Tante Ambar juga sudah selesai makan.


" Kakek bagaimana kalau kita pulang sekarang?' biarkan saja nenek, mama Rahma dan Tante cantik masih di sini ". kata raja dengan lunglainya mungkin karena sudah mengantuk.


raja termasuk anak yang sangat bahagia. semua memanjakannya, namun walau di perlakukan seperti itu Raja tumbuh jadi anak anak yang dewasa, tidak manja mempunyai pikiran positif untuk berkembang.


" Ok, untuk kakek no problem kata kakek.


" Tunggu nenek dong, nggak lama nenek udah mau selesai ya?" bujuk Tante Ambar.


" Ya Sudah, cepat sedikit Bu, bapak juga udah ngantuk nih" kata om Dani yang kebetulan ada di belakang ku.


" Kami Juga sudah mau pulang Om. Ok, kita pulang sama - sama ya om kataku di sambut senyum manis.

__ADS_1


" Ok, nggak masalah". kata om Dani seraya tersenyum. aku dan Rahma pun bergegas siap siap pulang.


Sampai di parkiran, kami pun berpisah karena aku membawa kendaraan.


" om, Tante, Ra aku pulang ya Pamit ku seraya cipika cipiki.


" Kamu hati- hati ya Sel". kata Rahma.


Aku Pun melambaikan tangan dengan sedih.


lalu melajukan mobil dengan kecepatan sedang.


Ini sudah agak malam namun jalanan masih ramai aja dan sedikit macet, maklum malam Minggu. namun tiba tiba aku merasakan mobilku ada yang mengikuti. aku tetap tenang, ku telepon Anjas nyambung.


" Halo". jawaban dari seberang.


" Anjas mobil gue ada yang mengikuti, apa itu elo" kata ku sembari tetap tenang namun kali ini dengan kecepatan. yang lebih tinggi .


" Anjas gue bener bener dah terkepung, gue udah serlok ya kamu cepetan datang, jangan lupa hubungi polisi". kataku sambil memutuskan telepon sepihak.


" Ok Lo tenang aja, ntar gue telp. polisinya. namun Anjas baru sadar bahwa dia bicara sendiri.


setelah aku memutuskan teleponku dengan Anjas, tiba - tiba mobilku oleng, dan


Ketika aku sadar aku sudah berada di rumah sakit, ku lihat Anjas dan yang lainnya.


" Kenapa aku ada di sini ". tanyaku entah pada siapa. JENI datang menghampiriku, di ikuti oleh Anjar dan Mario.


" Lo udah sadar sel, syukur lah". kata jeni sembari menyeka air matanya.


Aku hanya bisa mengangguk kepalaku terasa sakit di seluruh tubuhku,terutama bagian kaki ku.


" Jen kakiku kenapa, kok sakit banget ya?' tanyaku pada Jeni.


" nggak kenapa - kenapa kok Sel. sebentar ada dokter ke sini nntar beliau yang jelasin ya kata jeni seraya mengelus lembut


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2