
Mas Randi membuka matanya perlahan dilihatnya di sekitarnya berwarna putih, bagaikan mimpi dia ada dimana sekarang.
" Di mana aku, Rani..... ". teriaknya semua yang ada di ruangan itu terkejut.
" Mas kamu sudah sadar syukurlah mas kami semua khawatir mas". kata Rahma yang dari tadi menunggu Randi siuman.
" Kenapa mas sampai ada di sini De?" tanya Randi kepada Rahma.
" Mas tadi pingsan di teras rumahnya Oma". seharusnya aku yang nanya mas apa yang terjadi dengan mas?" tanya Rahma beruntun dan kesal tanpa melihat keadaan Randi saat ini.
" mbak mu De ninggalin mas pergi". kata Randi sendu dan mengeluarkan air mata.
" Maksud mas apa?" tanya Rahma belum mengerti. namun mas Randi tak hentinya menangis sesenggukan.
" Kasian mas Randi nampak sedih banget". batin Rahma.
" Astaga". kata Rahma tiba - tiba, bagaimana tidak dia pamit tadi keluar untu membeli makanan namun .....
tring.....Tring..... tiba tiba benda pipih di tasnya berbunyi.
" Halo pak" jawabnya.
" Nak kamu dimana?" Kamu baik - baik saja kan?" kenapa perasaan bapak tidak enak ya ?" Tanya pak Dani beruntun wajar kontak batin terjadi antara anak dan orang tua tidak bisa di pungkiri. itulah yang terjadi pada pak Dani. apa lagi beliau sangat menyayangi anak anaknya. Apa lagi Randi yang merupakan pewaris tunggal dari semua saudaranya. karena saking sayangnya pada Randi hingga efeknya menjadi seperti sekarang. takdir tidak bisa di minta dan di hindari itulah keyakinannya. hanya bisa tawakal dan berdoa agar semua dalam keadaan baik - baik saja.
" Pak aku baik baik saja di luar lagi macet". bohong Rahma kepada pak Dani karena Rahma tau Jantung ayahnya Sedang tidak baik - baik saja.
__ADS_1
" Oh iya nak bapak kira kamu kenapa - kenapa kok tiba tiba perasaan bapak tidak enak ya?" jawab pak Dani diseberang sana.
" maafkan aku pak kalau aku bohong sama bapak soal mas Randi". Batin Rahma.
" Ya sudah kamu hati hati ya". kata bapak lagi.
" iya pak". Jawabku singkat.
" Maaf mas tadi bapak yang menelpon, aku tadi hanya ijon keluar beli makanan kelamaan karena harus urus mas dulu jadinya bapak khawatir banget kayaknya bapak ada firasat buruk deh mas". kata Rahma panjang lebar.
" Maafkan mas ya De, ya sudah sekarang temui bapak, mas sudah mulai baikan". kata Randi meyakinkan Rahma.
" Iya mas, aku pergi dulu kasian bapak, ini sudah jam berapa belum makan siang". Pamit Rahma, Randi hanya menganggukkan kepala menanggapi Rahma.
ceklek
" Tidak apa - apa nak tadi bapak sudah makan sedikit sisa makanan ibumu yang tidak habis dari mubazir bapak makan deh he he he". Ku ata bapak masih sempat saja bercanda. walau keadaan genting seperti ini .
"Ayo pak kita makan". Ajak Rahma ketika makanan sudah disajikan.
bapak pun mendekat dan makan dengan lahap.
" Kamu makannya kok ngelamun sih'. tegur bapak.
" anak gadis itu kalau makan nggak boleh ngelamun.
__ADS_1
Akhirnya pelan tapi pasti makanan pun habis semuanya tanpa sisa karena memang lapar.
setelah duduk santai aku melihat keadaan ibu yang tertidur pulas, katanya sengaja di berikan obat tidur biar ibu tidak berontak terus hingga bisa istirahat juga.
" Oh iya ma dari tadi masmu kok susah di hubungi ya". kata ayah menunjukkan raut wajah khawatir nya.
" pak tidak usah terlalu khawatirkan mas Randi, dia sudah gede, dia tau apa yang harus dilakukan saat ini". kataku menghibur bapak agar tidak mengkhawatirkan mas Randi lagi.
" Bapak tau Nak. bapak Hanya khawatir dengan sikap masmu itu yang rapuh menghadapi masalah seperti ini.
" Kita berdoa saja pak agar mas Randi baik - baik saja". jawabku masih berusaha menenangkan bapak.
" kalau kamu tidak sibuk ,boleh kamu susul masmu pulang atau ke rumah opa. kan kamu bilang kangen sama Raja, bawa dia kesini bapak juga kangen nak. Kata bapak lagi seketika jati ini menangis.
" Ok pak aku susul mas Randi dulu ya, bapak istirahat juga. Kataku menenangkan bapak selalu.
aku pun keluar ruangan ibu dan menuju ke ruangan dimana mas Randi dirawat.
ceklek pintu terbuka aku pun bersiap siap juga membantu mas Randi makan. setelah makan mas Randi masih duduk termenung karena tidak tidur banyak sekali masalah yang melibatkan hati dan pikiran.
" Mas makan ya?"
" sini aku suapin untuk mas.
akhirnya mas Randi mau makan juga setelah banyak Drama. akhirnya selesai juga makan nasi, setelah itu Rahma membereskan semuanya. lalu Aku duduk di sebelah mas Rando yang kebetulan belum tidur, sehingga leluasa aku akan menanyakan yang sempat putus tadi karena harus bawakan bapak makanan terlebih dahulu.
__ADS_1
" mas Kamu belum cerita lho kenapa bisa pingsan di teras Oma?" tuntut Rahma panjang lebar.
" mas kan sudah kasi tau bahwa mbakmu sudah ninggalin mas mu ini ke Singapura De". jawab Randi dengan raut wajah sedih.