
Julian sudah berada di ruangan Arsen sedang duduk di santai di soffa. menunggu Tuan muda nya. datang dan saat pintu terbuka diri nya langsung bangkit dan berdiri sigap.
"Julian tumben sekali kau sudah di sini?" tanya Arsen sambil duduk di soffa yang tadi di duduki Julian.
"Ya saya datang dari jam 5 pagi." jawab Julian sambil tersenyum.
"Pagi sekali... ada apa?" tanya Arsen kembali menatap Julian.
"Ada laki-laki yang lebih tampan dari kita berdua yang dekat. dengan Siska!" jawab Julian cepat.
"Mana ada yang lebih tampan dari diri ku," Ucap Arsen sambil membenarkan dasi nya.
"Tuan anda belum melihat nya. dan saya sudah melihat nya tadi malam di apartemen"
"Apartemen Siska?" tanya nya Julian mengangguk cepat.
"Siapa dia?" sambung nya.
"Saya juga tidak tau dia siapa Tuan" jawab Julian.
"Cari taulah" perintah Arsen.
Julian mendekat ke arah nya membisikkan sesuatu di kuping Arsen.
"Julian kau gila!" bentak Arsen saat Julian sudah membisikkan sesuatu di kuping Arsen.
__ADS_1
"Tatapan mata Siska berbeda Tuan. saat menatap anda, saya yakin kalau Siska menyukai anda"
"Tapi tidak dengan cara saya harus mendekati nya! saya hanya penasaran dia siapa, sampai tidak ada identitas tentang nya, dan keluarga nya." ucap Arsen menatap tajam sang asisten.
"Tuan tapi cuma dengan cara ini anda bisa mengetahui siapa sebenar nya Siska" usul Julian.
"Saran mu jelek Julian!" ucap Arsen seraya beredelik malas.
"Coba Tuan pikirkan lagi dengan usul, dan juga saran saya." Arsen tampak berpikir sebelum diri nya bangkit dan berjalan ke arah bangku kebesaran nya.
Menopang dagu nya menggunakan tangan sambil memainkan pulpen. Julian menghampiri.
"Saya bingung" ucap nya saat Julian sudah berdiri di samping.
"Sudahlah Tuan. ikuti saja saran saya" bujuk rayu Julian.
"Julian?" ucap Arsen.
"Ya tuan?" jawab nya cepat.
"Apa maksud mu, dan tujuan mu menyuruh ku untuk mendekati Siska? bukan nya aku menyuruh mu untuk mencari tahu tentang nya..." Membuat seluruh tubuh Julian menegang mendengar ucapan kata Arsen.
"Bagaimana... aku harus bagaimana?"
"Tu... tuan saya hanya memberi saran saja" ucap nya sedikit gugup dan langsung tersenyum lebar saat Arsen memandang nya inten.
__ADS_1
"Bagaimana saya bisa mendekati nya?" tanya nya membuat Julian kembali normal.
"Tuan perempuan itu suka di beri perhatian... walaupun hanya perhatian kecil saja jika Tuan ingin mendekati Siska, mulai hari ini atau besok Tuan harus mulai memperhatikan nya" jawab Julian antusias.
"Julian kau tahu aku sama sekali belum pernah melakukan itu, kecuali Mama ku" bantah Arsen.
"Ya perlakukan Siska seperti Tuan. memperlakukan Nyonya besar"
"Cara lain?" tanya Arsen.
"Kenapa harus cari yang lain si Tuan kalau udah ada cara yang pertama?" tanya Arsen Mulai greget sendiri.
"Saya ga suka cara mu yang pertama!" Julian membuang nafas berat.
"Perhatikan saja dia!" ucap Julian malas.
"Pandangi maksud mu?" tanya Arsen menatap penuh tanda tanya ke arah Julian.
"Itu juga bisa buat dia laper Tuan"
"Baperr Julian!"
"Itu maksud saya" ucap Julian sambil tersenyum kecil.
"Berhasil... berhasil... berhasil... hore!" sorak gembira Julian di dalam hati.
__ADS_1
"Baik saya akan keruangan nya sekarang"