
Luki keluar dari tempat persembunyiannya, sampainya ditempat keramaian dia bersikap biasa - biasa saja seolah - olah tidak terjadi sesuatu.
" Mas kamu dari mana saja dari tadi aku cari tidak ketemu juga". kata tari dengan nada kesal.
" Maaf ya tadi aku nyasar di ruangan belakang gedung ini, untung ada satpam lewat akhirnya bisa ngantar aku lagi ketempat ini". kata Luki menjelaskan panjang lebar.
" Memangnya kamu mau kemana Mas, pake nyasar segala" . tanya tari lagi.
" Nggak ada, awalnya ingin ngambil sesuatu di mobil, pas masuk eee salah ruangan.
" Ooo kirain ngikutin perempuan itu kamu mas". kata tari spontan langsung ke sasaran, dia tidak percaya begitu saja kata kata yang keluar dari mulut suaminya sejak kejadian tiga jam yang lalu.
" Acara sudah selesai mas, yuk kita pulang". ajak tari kepada Luki.
" Coba tanya mama sama papa mereka sudah mau pulang belum". kaya Luki akhirnya Tari pergi ketempat di mana ibu dan bapak mertuanya duduk.
" Ma, pa, kita pulang yuk". ajak tari kepada kedua mertuanya.
" Dikit lagi lah tar,mama masih betah disini. semakin malam acaranya semakin seru". pinta ibu mertuanya kepada Tari.
Tari pun hanya mengangguk pasrah.
__ADS_1
"Ya sudah Ma kalau begitu aku dan mas Luki duluan ya Ma". pamit Tari kepada mertuanya.
Tari pun berlalu menuju di mana suaminya berada.
" Mas Mama belum mau pulang, Mama bilang kalau mas sudah mau pulang , ayo mas kita pulang saja". kata Tari mengajak mas Luki pulang.
" Ya sudah. kita pulang saja ya". ajak mas Luki.
mereka pun menuju ketempat parkiran. lalu meninggalkan gedung.
Didalam gedung pak Dani tidak melihat keberadaan Istrinya. Rahma sudah tau informasinya dari Selfia bahwa ibunya ada di rumah sakit.
" pak, tadi ibu tidak sempat pamit sama bapak, ibu mengalami gangguan di perutnya, jadi ibu tadi aku antar pulang pak". kata Rahma menjelaskan kepada bapaknya agar tidak kwartir.
" oh iya maafkan bapak ya, seharusnya bapak yang antar ibumu". kata pak Dani sembari mengusap lembut rambut putri nya.
" Kan ini Acara bapak, sudah seharusnya dong aku bantuin bapak". kata Rahma seraya tersenyum semanis mungkin agar tidak ketahuan berbohong.
" Terimakasih sayang, Kamu memang selalu ngertiin bapak". kata bapak penuh semangat.
Di rumah sakit bu Ambar sudah siuman.
__ADS_1
" Dok pasien sudah siuman kaya Anjas diperintah oleh Selfia untuk memberi tahu Dokter masalah keadaan Bu Ambar.
" Oh Iya terimakasih ya De". Kata Dr Adit kepada Anjas.
ternyata yang menyelamatkan Bu Ambar adalah Mario Selfia dan Anjas. mereka tak sengaja keluar lalu menemukan hal hal yang mencurigakan eee ternyata Bu Ambar yang pingsan
yang menjadi pertanyaan mereka apa yang menyebabkan Bu Ambar tidak sadarkan diri, setelah siuman pun Bu Ambar seperti orang dikejar hantu beliau seperti ketakutan Selfia dan mario berusaha menenangkan Bu Ambar namun tidak berhasil untung Anjas cepat kembali bersama Dokter Aditya.
" selamat malam Bu Ambar" kata Dr Adit lemah lembut namun melihat ekspresi Bu Ambar seperti ketakutan.
" Malam Dok". Jawab Selfia tersenyum manis kearah Dokter Aditya.
" permisi ya De ". kata Dokter Aditya seraya memeriksa keadaan Bu Ambar namun belum sampai tangan dokter memeriksa, Bu Ambar menghempaskan tangan Dokter dengan kasar.
Semua yang ada di ruangan tersebut merasa takut sekaligus khawatir dengan keadaan Bu Ambar
" Maaf Apa ada yang tau apa yang dialami sebelumnya oleh Bu Ambar? yang saya tau malam ini keluarga mereka sedang merayakan ulang tahun tuan Dani". kata Dokter Aditya.
" Iya Dok, kami kebetulan juga ada di acara tersebut, tidak sengaja kami bertiga menemukan Bu Ambar dalam keadaan tidak sadarkan diri di sebuah lorong, penyebabnya kami tidak tau persis Dok kenapa Bu Ambar tidak sadarkan diri". Selfia mewakili teman temannya menjelaskan kepada Dokter Aditya apa adanya.
" Maaf ya De, kalau boleh keluarga Bu Ambar harus diberikan kabar tentang keadaan Bu Ambar yang sekarang". kata dokter Aditya lagi kepada Selfia.
__ADS_1