
Kondisi inilah yang terbaik menurut Allah bagi kita saat ini.
Meskipun terasa sangat pahit menurut kita, tapi inilah yang tebaik bagi kita.
Nasehat ini yang terus dipegang istirokhah agar menjadi pribadi yang lebih baik baik.
hingga periode kerja di luar negeri yang ke dua ini hampir selesai.
istirokhah menjalaninya dengan penuh semangat ...
kini yono sudah dibelikan motor baru, farisa juga sudah dibelikan hp, bahkan istirokhah sudah membeli tanah di dukuh seberang untuk tempat tinggalnya bersama keluarganya kelak.
Tinggallah satu bulan lagi masa kontrak kerja selesai. rencana istirokhah memberitahukan rencananya satu bulan ke depan kepada keluarganya.
ia menelepon farisa
dert.....dert.....dert....
diangkat telpon tersebut oleh farisa
halo..... assalamu'alaikum
ini farisa...ini siapa ya..?
farisa ...ini mama nak..
oh iya..ma, faris lupa membaca tulisan nama di atas ma...
maaf ya ma...!
gak pa pa faris
gimana kabarmu faris?
baik ma..ini aku udah besar.
mama...udah tak perlu khawatir lagi sama faris, kan faris udah bisa jaga diri.
udah tidak takut gelap lagi..ma..
oh iya ......pinter
anak siapa sih yang pinter ini?
anak mama lah....
faris nanti bilang ke simbah " bulan depan mama akan pulang"
iya ma...
faris masih ingin diantar mama ke sekolah?
udah nggaklah, kan faris udah gedhe udah bisa jaga diri. gak perlu diantar lah....
oh gitu...bener....
bener lah ma....
ya udah, jadi mama...tak punya hutang untuk antar kamu kan...
iya ma....faris ikhlas kok...
ya deh.
habis ngobrol sama farisa ke sana ke mari
akhirnya is menutup teleponnya.
udah..ya ris.
sekarang udah malam. habis ini farisa pergi tidur agar besok tidak telat bangunnya
kan besok farisa ke sekolah...
siap bos!!
jawab farisa
dada mama ...em m
muach
__ADS_1
dada faris
assalamu'alaikum ma
waalaikum salam faris kemudian sudah tak terdengar lagi suara dari seberang tanda mereka selesai berkomunikasi.
waktu terus berlalu hingga kini sampai waktunya istirokhah pulang.
ia sampai rumah dengan selamat dimalam hari. hanya farisa dan ibu yono yang tau. seperti biasa is pulang dengan memesan sendiri kendaraan sampai kampungnya.
pagi hari ia bangun pergi ke dapur memasak makanan oleh oleh yang ia bawa dari perantauan.
ia begitu agar tak terjadi lagi insiden seperti kepulangannya pada periode pertama.
agar suaminya senang.
yono bangun tidur langsung melihat seorang wanita seumuran istrinya sedang menyiapkan hidangan di meja.
dia bingung, siapa dia..?
kemudian ia lanjut mengikuti gerak gerik istrinya. ia mengekor istrinya. setelah lama ia paham bahwa itu benar benar istrinya
di pukul lah pundak istrinya.
hei... kamu is.,.kapan kamu pulang....?
mas yono .., bikin kaget aja..
kamu kok makin cantik..sih is?
kerja apa kamu di sana?
kamu pasti kerja gak bener kan is..?
mas yono ini bilang apa sih?
mas .! aku nih mas kerja jadi babu..mas, ..
masa kamu jadi babu kok penampilannya cantik gini. mana dapat duit banyak lagi.
kamu beli motorku,.biaya sekolah dua anak, beli tanah juga.
hei .is? jujur ajalah? ngaku is..ngaku..?
plak...plak....istirokhah mendapat tamparan dua kali di wajahnya.
sontak istirokhah menangis...
tapi tangisan is tidak membuat yono kasihan. ia malah geram dan langsung mengambil batu sebesar kepalan tangan dan membenturkan batu tersebut ke kepala istirokhah berkali kali hingga kepalanya berdarah.
bruk...akhirnya istirokhah tumbang. ia pingsan.
mendengar jeritan mamanya farisa bangun dari tidurnya. ia berlari menuju arah jeritan tadi. didapatinya sang mama dalam keadaan darah mengucur dari dahinya.
farisa menangis keras, ia takut mamanya meninggalkannya.
mama...mama...heh..heh......jangan tidur ma...
bangun ma...mama kenapa
menoleh ke arah ayahnya yang masih memegang batu di tangannya.
syah jahat..ayah jahat...
mama ayah apakan hingga mama seperti ini?
masih sambil menangis keras.
melihat darah yang banyak nampaknya yono panik. ia langsung pergi entah kemana tak tau...
tangisan farisa membuat ibu yono mendatangi rumah farisa. menyaksikan itu langsung memanggil adik yono.
ayo kita angkat ibu farisa ini nak .
iya mak .,
terus gimana ini mak?
kita panggil bidan terdekat aja mak...?
iya..
__ADS_1
adik yono langsung panggil bidan terdekat. setelah diperiksa ternyata luka ibu farisa ini berat dan harus dibawa ke rumah sakit.
akibat pukulan itu, ibu farisa mengalami koma selama satu bulan.
kebun yang sudah dibeli ibu farisa dijual untuk biaya rumah sakit.
Selama itu pula setiap pulang sekolah, ia pergi ke rumah sakit untuk menjaga ibunya.
hingga akhirnya ibu farisa tak tertolong lagi.ia menghembuskan nafas terakhir tepat di hadapan farisa.
faris....faris tiba tiba ibunya bisa membuka bibirnya dan memanggilnya.
mendengar itu faris langsung mendekat
ditunggu lagi suara ibunya, lama.,..
tetap tak terdengar lagi..
farisa malah mendengar bunyi suara alat yang sudah mendengung.
ia tahu bahwa suara itu menandakan bahwa ibunya telah tiada. ia memanggil suster penjaga.
setelah di panggilkan dokter dan diperiksa ternyata memang benar dokter menyatakan bahwa ibunya telah tiada.
farisa hanya bisa menangis.
ibu farisa meninggal dunia. meninggalkan goresan luka yang dalam pada anaknya.
anak yang masih berusia 11 tahun..
selanjutnya farisa kembali hidup seperti saat farisa masih usia tujuh tahun, di mana kondisi ayahnya pertama otaknya tak beres.
ia hidup bersama neneknya, dibawah garis kemiskinan.
hingga suatu hari setelahnya.
terjadi peristiwa yang memang itu satu kesalahan farisa
suatu hari saking tak punya uang untuk beli jajan. ia pergi ke toko swalayan di dekat sekolahnya.
melihat jajan banyak tertata tanpa penghalang penjaga dan terlihat enak...
ia tergiur mengambil beberapa. ia langsung mengambil jajan tersebut dan memakannya.
ia tak tahu jika di sana terpasang kamera cctv.
tertangkap ia oleh penjaga sebagai pencuri. gambar ia dipamerkan pada semua pengunjung. hingga semua pengunjung mengenali dirinya. banyak tetangga yang mencibir dirinya dan membulli dirinya.
buat apa pinter kalau suka maling
ucap salah satu wanita
kecil kecil ya...udah jadi maling..! gedhe jadi apa... ini. ucap yang lain
anak kita ya....jangan sampai main sama dia
amit amit...deh
mendengar banyak suara itu farisa hanya bisa menangis......
ia menyadari bahwa itu memang salahnya
akhirnya karena tidak ada yang membayar curian yang telah dimakan dan hanya bernilai 20 ribu saja. ia dilepaskan oleh penjaga toko tersebut. dengan ancaman jangan pernah kembali lagi ke toko ini kalau tak bawa uang.
farisa pulang dengan menangis tersedu dan kembali dengan sejuta rasa malunya....
mendengar itu semua membuat neneknya sesak di dadanya hingga beliau jatuh sakit.
sakit terus berlanjut, hingga beberapa bulan selanjutnya ....
Bersamaan farisa lulus dari sd, neneknya meninggal. kini ia hanya sendiri di rumahnya.
ibunya telah tiada, ayahnya pergi entah ke mana neneknya juga telah meninggal.
Sementara saudara dari ayahnya yang banyak tidak ada satupun yang mau mengasuhnya.
mereka semua takut kalau farisa akan seperti ayahnya yang akan hanya menyusahkan saja.
Keluarga ibunya juga tak bersedia mengasuhnya dengan alasan berat.
telah mengasuh kakaknya farisa yaitu indah.
__ADS_1
keputusan akhir dari keluarga farisa adalah farisa diserahkan ke panti asuhan.
hingga kehidupan selanjutnya ia tinggal di panti. farisa hanya bisa pasrah menghadapi semuanya