
Malam hari nya Arka mendapatkan telpon dari Bima. bahwa sekarang diri nya sudah berada di lobby apartemen nya Sisil. Arka langsung turun ke bawah dan menemui Bima, Arka mengajak Bima untuk ke kamar Siska dan itu tidak lepas dari pandangan Julian.
"Banyak sekali Om-om yang keluar masuk ke dalam kamar nya" celetuk Julian. dan setelah nya ia langsung masuk dan menghubungi Tuan muda nya yaitu, Arsen.
Bima di suruh duduk di soffa.
"Siska" panggil nya saat melihat Siska keluar dari kamar menggunakan baju tidur.
Siska menghampiri dan duduk di sebelah Ayah nya sedangkan Sisil diri nya sudah tertidur duluan.
"Aku membelikan mu cilok" Ujar Bima menyerahkan bingkisan plastik ke depan Siska, Siska menatap terlebih dahulu ke arah Ayah nya.
"Ambil saja" bisik Arka di telinga Putri nya pelan yang hanya di dengar oleh mereka berdua.
Siska tersenyum dan langsung meraih bingkisan itu. membuka nya dan langsung memakan nya.
"Ini enak" ucap nya.
"Benarkah itu enak?" tanya Arka melihat Putri nya yang sangat menikmati makanan bernama cilok itu.
Siska mengangguk. "Ini cobalah Dad" mata nya langsung membulat saat merasakan betapa enak nya makanan bernama cilok ini di mulut nya.
"Kau membeli ini di mana Bima, berapa harga nya?" tanya Arka menatap ke arah Bima.
__ADS_1
"Aku membeli nya di pinggir jalan bau nya sangat enak, aku mencoba nya dan memang enak. yasudah aku membeli nya untuk Siska" jawab Bima sambil tersenyum.
"Bahkan aku baru tau ada makanan seenak ini di Indonesia" sambung nya.
"Jangan kan diri mu, Om juga baru tau" Siska mengangguk kepala nya.
"21 tahun. aku tinggal di sini dan sekarang baru merasakan nya" ucap Siska dan saat cilok nya abis ia, bangkit berdiri berjalan ke arah dapur untuk membuang bekas bingkisan cilok dan mengambil air dingin dari dalam kulkas.
"Besok akan aku cari makanan cilok itu. dan ku berikan kepada Pak Julian, dan Pak Arsen" ucap Siska sambil tersenyum.
"Pasti mereka juga akan menyukai nya" terus nya. kembali berjalan menghampiri Ayah nya, dan juga Bima.
_________________________________________________
Di dalam kamar apartemen nya Julian.
"Cari tahu tentang itu Julian!" perintah Arsen dari dalam telpon.
"Baik Tuan"
Ting... bunyi bel apartemen nya yang berbunyi.
"Nanti saya akan menghubungi Tuan, seperti nya ada tamu yang datang" ucap Julian, Arsen langsung mengakhiri hubungan telpon tersebut.
__ADS_1
Meletakkan ponsel nya di atas tempat tidur. dan berjalan ke arah pintu untuk membuka nya.
Ceklek... pintu terbuka Julian sedikit terkejut saat tahu siapa yang datang.
"Hallo Pak Julian" sapa Erick sambil melambaikan tangan nya ke depan Julian.
"Om nya Siska?" tanya Julian.
Erick menggelengkan kepala nya saat memandangi Julian dari atas sampai bawah.
Diri nya ingin tertawa. tapi sekuat diri ia tahan.
Dan Julian menatap heran ke arah Erick.
"Pak Julian ternyata kau suka Pikachu?" tanya Erick kembali memandangi Julian dari atas sampai bawah.
Ya, Julian saat ini memakai baju tidur bergambar Pikachu dan itu yang membuat Erick ingin tertawa.
Julian juga sebenarnya malu tapi ia tahan. dengan wajah yang sok cool."Mau apa kemari?" tanya nya tegas.
"Untuk menertawakan diri anda" Erick seketika langsung tertawa terbahak-bahak.
"Jika tidak penting pergilah!" usir Julian.
__ADS_1
"Ingat ya aku tidak main-main dengan ancaman ku waktu itu! jangan pernah mencari tahu tentang ponakan ku, jika tidak mau nyawa mu dalam bahaya!"
"Tenang Julian itu hanya ancaman. bukan tindakan"