
**Like, coment, bintang lima, dan votte, Terimakasih...!!!
😘😘😘😘**.
Nauvall, dan Irma masih berada di apartemen nya Sisil mereka semua belum mendapatkan solusi yang terbaik untuk masalah ini.
Sisil sedang membuatkan cemilan untuk Nauvall, Irma, dan Suami nya di dapur sedangkan mereka bertiga duduk di lantai beralasan karpet di bawah.
"Hi! Irma dari tadi ku perhatikan kau diam diam selalu memperhatikan wajah Arka apa kau menaksir nya?" ujar Nauvall sambil berbisik.
"Ga usah garang! aku hanya heran kenapa bisa wajah nya sama sekali tidak memiliki keriput dan terlihat masih seperti umur dua puluh tahun." balas Irma sambil berbisik juga tanpa mereka sadari bahwa Arka mendengar ucapan mereka sambil menahan tawa.
"Kalian bisik bisik tapi dengan suara yang keras itu percuma saja!" ujar Nauvall yang membuat Nauvall, dan Irma melotot tidak percaya.
"Apa kau memuja setan?" tanya Irma yang langsung mendapat sikutan di lengan nya oleh Nauvall.
__ADS_1
"Perawatan dia itu mahal" celah Nauvall yang malah menjawab.
"Aku tidak memuja apapun aku hanya memuja Istri ku" terang Arka sambil tersenyum ke arah Sisil yang sedang berjalan ke arah mereka sambil membawa nampan.
Nauvall mengeriyitkan heran apakah dengan memuja Istri akan membuat awet muda? dia menggelengkan kepala nya meyakini jika keawetan Arka, adalah perawatan mahal.
"Jangan berpikir terlalu keras nanti gila Hahahah" canda Arka sambil tertawa yang mendapatkan tatapan sinis oleh Nauvall.
"Ga percaya gua! mana mungkin hanya memuja Istri saja bisa awet muda main dukun pasti" ujar Nauvall sambil meletakkan tangan di atas dagu seperti sedang berpikir.
"Lihat Sisil dia sudah keriput walau usia nya masih dua puluh empat tahun" tambah Nauvall yang langsung mendapat lemparan bantal sofa, di wajah nya oleh Sisil.
"Engga Sil lhu cantik, cantik banget malah ya kan Ar?" jawab Nauvall melirik ke arah Arka untuk mendapatkan pembelaan.
"Cantik lah Istri gua" ucap Arka sambil mencium pundak Sisil, yang membuat Sisil malu karna di lihat oleh Irma, dan Nauvall.
__ADS_1
***********
Ini sudah pukul satu malam tapi Nauvall, dan Irma belum kembali juga Graciella nampak sesekali mengintip lewat jendela tapi sama sekali tidak ada tanda tanda mobil Nauvall datang.
Graciella, ingin menghubungi Nauvall tapi dia lupa meminta nomor telpon pria itu.
Graciella, gelisah diri nya tidak berhenti mundar mandir di belakang pintu utama menggigit ujung kuku nya dan beberapa kali membenarkan rambut panjang nya.
"Kemana pergi nya mereka kenapa jam segini belum kembali juga" ujar Graciella kesal.
diri nya ingin mencari keberadaan Irwan, dan Gea'andra. tapi Graciella tidak tahu harus mencari mereka kemana diri nya menyesal karna tidak bertanya terlebih dahulu tadi di saat Irwan meminta ijin untuk keluar bersama Gea'andra.
"Apa kau baik baik saja Irwan? aku mencemaskan mu" ujar Graciella tanpa sadar air mata nya jatuh menetes yang segera ia hapus menggunakan telapak tangan nya.
Tanpa Graciella, ketahui Nauvall yang ia kenal sebagai Irwan bodyguard nya sedang berada di apartemen sahabat nya yaitu Sisil. mereka sedang mencari solusi yang terbaik untuk memecahkan masalah ini.
__ADS_1
Ingin sekali Graciella tidak peduli dan memilih memejamkan mata nya tapi tidak bisa.
"Apa aku merindukan mu?