
Jangan kebakaran jenggot dulu😂 Peran Bima di sini bukan untuk jadi penghalang hubungan antara, Arsen dan Siska ya... jadi jangan soudzon. dia hanya jadi pemanis di sini😘
Arka mengajak Bima, untuk bertemu dengan Siska. mereka pun akhir nya memutuskan untuk makan di restoran Jepang yang ada di mall itu.
"Sejak kapan kau berada di Indonesia?" tanya Arka kepada Bima. sedangkan Sisil, dan Siska mendelik malas mendengar nya.
"Sejak saat Om, berkata bahwa Indonesia punya keindahan nya tersendiri itu membuat saya penasaran" jawab Bima dengan suara yang masih kaku berbicara Indonesia.
"Lihat ayah mu, asik sendiri mengobrol dengan laki-laki itu. seperti tidak ada kita saja" bisik Sisil di telinga Putri nya. Siska tersenyum.
"Tidak apalah Ma, lagian Daddy tidak biasa nya kan berbicara banyak, panjang, lebar seperti sekarang ini dengan orang. kecuali, kita?" balas Siska.
Erick datang dengan membawa 10 orang laki-laki berperawakan tinggi, gede. membuat semua orang yang sedang berada di dalam restoran tersebut menatap nya.
"Tuan?" sapa nya saat sudah berada di meja Arka. Sisil, Siska, dan juga Bima menatap terkejut orang-orang yang di bawa Erick.
"Om Erick? siapa mereka" tanya Siska.
"Anak buah Papa mu" jawab Erick membuat Arka langsung bangkit dari duduk nya.
__ADS_1
"Saya sudah memberi pelajaran kepada mereka" terus nya sambil tersenyum.
"Bagus, mereka bisa pergi?" dan Erick hanya memberikan isyarat dari tangan nya membuat 10 orang itu langsung pergi meninggalkan restoran.
Sisil mengerti akan itu tapi ia, hanya diam dan lebih memilih untuk menghabiskan makanan nya.
"Ouh iya, Erick kenalkan ini Bima" Bima langsung bangkit dan mengulurkan tangan nya ke depan Erick. Erick hanya menatap uluran tangan dari Bima.
"Aku Erick! asisten, atau tangan kanan nya Tuan besar Arka." ucap Erick menggambaikan uluran tangan Bima dan langsung duduk di samping Sisil.
Bima tidak mempedulikan itu ia, langsung menarik kembali uluran tangan nya. dan kembali duduk.
"Tidak apa Om," jawab Bima tersenyum.
"Om, siapa dia? sampai memanggil Tuan besar dengan sebutan Om," batin Erick dalam hati.
"Awas saja kau Erick! tidak ada sopan-sopan nya kepada orang yang telah menyelamatkan hidup ku" batin Arka dalam hati.
Erick hanya memesan air putih saja. setelah nya mereka pun memilih pulang.
__ADS_1
"Bima kau menginap di mana?" tanya Arka saat mereka sudah di parkiran.
"Aku tinggal di apartemen Xxx" jawab Bima sambil tersenyum.
Selain memiliki muka yang dingin, dan cool. Bima juga memilki senyuman yang sangat manis apalagi di tambah lesung pipi di pipi kanan nya.
"Baik kita berpisah di sini"
Mereka pun akhir nya masuk ke mobil masing-masing.
"Tadi itu pas ketemu di toilet muka nya dingin banget" ujar Sisil saat mereka bertiga sudah masuk ke dalam mobil.
"Tapi saat senyum manis banget" puji Sisil yang langsung mendapatkan jitakan di kepala oleh Suami nya.
"Tapi lebih manis ayah mu" terus nya sambil menatap Arka malas.
"Mam dia itu masih biasa saja. Mam belum melihat pemilik perusahaan tempat ku bekerja jika sudah lihat pasti Mam, akan kepikiran terus. walaupun kata karyawan dia itu dingin seram tapi menurut ku dia itu malaikat yang dikirim tuhan ke bumi" ucap Siska sambil tersenyum-senyum.
"Jangan terlalu memuji nya Icha!"
__ADS_1