
Siska keluar dari kantor nya. dan langsung menaiki taxi untuk pulang ke apartemen nya.
Tidak lama hanya 30 menit. karna jalanan ibu kota sedang tidak macet ia, sudah sampai ke apartemen nya.
Menekan pin dan masuk saat pintu terbuka diri nya heran karna lampu kamar nya menyala.
"Ica?" panggil suara yang sangat di kenali nya.
"Dady?" jawab nya Arka sedang duduk bersama Sisil di lantai beralaskan karpet. dan Siska langsung berjalan menghampiri orang tua nya.
"Bagaimana hari pertama mu kerja Sayang?" tanya Sisil saat anak nya sudah duduk di antara mereka.
"Lumayan menyenangkan" jawab Siska sambil tersenyum.
Arka menunggu Anak nya. untuk menceritakan tentang mengapa ia, di panggil oleh pemilik perusahaan. tapi ternyata Siska sama sekali tidak menceritakan tentang itu.
"Siska perusahaan paman mu, Aldi juga perusahaan besar" ucap Arka membuka pembicaraan saat. dan Sisil langsung menatap nya tajam.
"Daddy! aku tidak mau bergantung kepada keluarga aku mau mandiri. lagi pula aku senang bekerja di sana CEO di sana tampan" Terkikik geli.
"Setampan apa dia?" tanya Arka penuh selidik.
"Yang pasti dia lebih tampan dari pada Dady" Sisil tertawa akan hal itu.
__ADS_1
"Sudahlah kalau Dady hanya mau membahas itu. lebih baik Dady pergi saja!" terus nya.
"Kau mengusir Dady?" Siska mengangguk.
"Ayo Sisil kita pulang anak kita sendiri tidak menginginkan kita" ajak Arka kepada Istri nya.
"Biarkan Mama di sini! yang aku usir hanya Dady, aku mau mandi dulu bye" Siska langsung bangkit dan berjalan masuk ke dalam kamar nya.
"Aku harus mencari tahu tentang laki-laki itu. apa benar dia lebih tampan dari pada aku" ujar Arka yang membuat Sisil langsung mencubit pergelangan tangan nya membuat Arka meringis.
"Sudahlah Arka anak kita itu sudah besar!' ucap Sisil.
"Aku hanya mau memastikan dia laki-laki yang baik. atau bukan"
"Terserah kau saja!"
Saat sudah berada di luar diri nya langsung menelpon Erick, meminta bertemu di caffe yang dekat apartemen Siska.
Mereka sudah berada di dalam caffe. sambil menikmati secangkir teh di campur madu.
"Aku mau kau mencari tahu tentang CEO. pemilik perusahaan anak ku bekerja cari tahu tentang asal-usul keluarga nya" ujar Arka membuat Erick tersedak.
Uhuk... uhuk.. dan saat batuk nya sudah redah dia langsung menatap ke arah Arka.
__ADS_1
"Untuk apa Tuan?" tanya nya.
"Seperti nya anak ku menyukai dia" jawab Arka.
"Aku mau tau dia laki-laki baik-baik atau bukan," sambung nya.
"Kalau kau bisa mendapatkan informasi tentang nya. kau bisa berlibur satu tahun" ujar Arka yang membuat Erick tersenyum senang.
"Apa benar Tuan, saya bisa berlibur satu tahun?" tanya nya antusias.
"Ya bahkan kau bisa berlibur selama nya"
"Benarkah?"
"Tapi posisi mu akan ku ganti. dan itu arti nya kau di pecat" ujar Arka membuat senyuman bahagia Erick langsung luntur.
"Akan saya kerjakan. besok saya akan mengasih semua informasi tentang laki-laki itu" ucap Erick.
"Ouh ya, apa kau sudah bosan bekerja dengan ku, apa kau sudah mendapatkan bos baru yang lebih dari ku?" tanya Arka yang membuat Erick langsung menggeleng cepat.
"Tidak tuan tidak ada! saya akan tetap mengabdi kepada Anda sampai titik darah penghabisan jangan pecat, atau mengganti posisi saya Tuan," jawab Erick memelas.
Arka langsung meninggalkan nya begitu saja.
__ADS_1
"Tuan!"
"Saya membutuhkan informasi itu besok!" teriak Arka.