
" Kau sebagai anak selalu aku ajar untuk selalu bijaksana dalam menyelesaikan masalah, tidak dengan melakukan kekerasan.
selama ini Rani tidak melaporkan tindakanmu kepada yang berwajib, bukan karena dia bodoh namun dia hanya tidak ingin memperbesar - besarkan masalah dia hanya mengingat anaknya agar tidak terlantar karena kehilangan kasih sayang". kata pak Dani panjang lebar menasehati anaknya.
" Papa paham, papa yang sudah salah mendidik kamu sehingga menjadikan kamu seperti ini. namun setidaknya kamu sudah dewasa dan berpendidikan setidaknya gunakan itu agar bisa menyikapi masalah lebih bijaksana lagi bukan dengan cara arogan yang sudah kamu lakukan selama ini".
pak Dani sangat emosi sambil memegang dadanya yang terasa sesak dan sakit karena menahan kecewa yang mendalam terhadap anak laki - laki satu- satunya yang selama ini iya banggakan.
" kalau bapak tidak cepat pulang tadi entah apa yang sudah terjadi dengan Rani". kata pak Dani lagi sambil merangkak dan duduk di sofa yang ada Randi Ingin membantu tapi dilarang dengan mengangkat sebelah tangannya ke atas lalu meneguk segelas air yang selalu tersedia di atas nakas.
" Pak kamu terlalu berlebihan, Randi tidak mungkin berbuat begitu kalau tidak ada alasan". kata Bu Ambar mempengaruhi suaminya agar terbakar.
" apa maksudmu Bu ?" tanya pak Dani kepada istrinya dengan mimik kebingungan.
" Makanya Pak dengar dulu penjelasan anakmu". kata Bu Ambar dengan senyum penuh kemenangan.
" iya pak bapak belum dengar apa alasan aku berbuat seperti itu kepada Rani pak". Kata Randi melirik ibunya yang selalu membela.
" Memangnya apa yang sudah Rani lakukan?"
tanya pak Dani merasa penasaran
" Bapak lihat saja ini, Randi mendekat lalu menyalakan handphone-nya dan memperlihatkan sebuah video ke hadapan pak Dani.
__ADS_1
" Bapak paham namun bapak tetap tidak suka cara kamu dalam menyikapi masalah. jangan main kekerasan sendiri, negara kita adalah negara hukum. jangan bikin malu keluarga seolah olah keluarga kita bodoh hanya memanfaatkan dengkul dari pada pemikiran yang jernih untuk bersikap lebih dewasa dan bijaksana". kata pak Dani panjang lebar.
" Alah bapakmu lebih menjaga perasaannya Rani ketimbang perasaanmu RAN". kata ibu mengompori Randi.
" Pak maaf kali ini aku tidak bisa meneruskan pernikahanku dengan Rani". kata Randi kepada pak Dani
" Betul Bu itu Bu pak keputusan Randi kali ini sudah sangat tepat toh masih banyak perempuan di luaran sana yang lebih layak untuk anak kita pa dari pada kita mempertahankan menanti yang J*l*Ng itu aku tidak Sudi dari dulu punya mantu kayak dia malu - maluin aja". kata Bu Ambar lagi dengan berapi api. agar Randi bisa menceraikan Rani dan Tia bisa menikahkan Randi dengan anak anak teman sosialitanya yang kaya tentunya lebih terpandang.
" Ok bapak penuhi permintaan kamu asal kamu bisa menghadapi Oma dan opa kamu. papa tidak akan ikut campur lagi dalam hal ini". kata pak Dani lalu berlalu pergi dari ruangan itu.
***
Tiga hari berlalu, keadaan Rani sudah mulai membaik. Bu Kumala dan tuan Wijaya sangat menyayangi Rani.
" Ran kamu yang sabar ya nak. maafkan Randi yang telah menyakiti kamu berulang kali kata Bu Kumala dengan mengusap lembut pundak Rani.
" Opa sudah menyuruh anak buah opa untuk mengusut siapa yang sudah sengaja membuat video itu". kata opa lagi.
" heran aku sama Randi selalu kehilangan akal sehat setiap menghadapi masalah.
" Maklumlah sayang cucumu itu mengikuti sifat asli ibunya. jadi kita harus sabar karena ini sudah terjadi dan kita pun sebenarnya juga sedang di uji dengan apa yang menimpa rumah tangga Randi saat ini". t kata Bu Kumala panjang lebar.
" Kamu benar sayang. maafkan aku jika dulu aku mendengarkan kamu mungkin itu semua tidak akan terjadi". kata opa penuh penyesalan.
__ADS_1
" Sudahlah pak tak baik mengungkit masa lalu. sekarang kita ke masa depan semua masalah pasti ada jalan keluarnya kita hanya butuh menasehati Randi yang lebih keras lagi". kata Bu Kumala menenangkan suaminya yang penuh penyesalan jika di lihat dari raut wajahnya.
" nah itu dia, sampai hari ini kenapa dia belum kemari apa Dani nggak cerita kalau Rani ada di sini?" Tanya tuan Wijaya yang sedikit kesal terhadap kelakuan cucu ya yang sedikit prentamental dengan istrinya jika menyelesaikan masalah rumah tangganya.
" RAN apa kamu pernah di hubungi sama Randi?" tanya Bu Kumala kepada Rani.
Rani hanya menggeleng.
" nggak pernah opa, Oma". . lalu menunduk.
" Kamu yang sabar ya maafkan cucu opa". kata opa menghibur dan memberi penguatan pada Rani.
" Oh iya Ran nntar siang antar Oma ke salon yuk".
" Sekalian kamu juga harus nyalon RAN boar suami kamu tuh nyesel buat kamu seperti ini". kata Oma memberi semangat kepada Rani
" Boleh juga Oma kebetulan udah lama aku nggak nyalon. kata Rani malu malu.
" Tapi....
" Udah nggak usah dipikirin nntar Oma yang traktir ya". kata Oma lalu tersenyum manis dan ramah.
" Duh opa jadi iri nih". kata Tuan Wijaya tidak mau kalah.
__ADS_1
" Raja kok lama banget sih renangnya".
" Siapa bilang". tiba tiba raja sudah muncul saja .