Hargai Aku

Hargai Aku
Mengikuti lomba tingkat kabupaten


__ADS_3

eh ..bang kurang berapa abangnya tadi?


oh...kurang dua puluh ribu aja kok. kata sang pedagang.


..oh biar saya aja yang bayar bang? ujar seseorang yang berdiri hendak memesan martabak juga.


bank saya tolong dibuatkan 2 bungkus ya ..


kata orang baik tadi.


sia..aap...bos. sahut penjual


bos...bos!..jangan berlebihan dong.


oke,...jawab pedagang itu sambil melingkarkan jari telunjuk dan ibu jarinya.


Yono yang berjalan lurus tanpa menoleh ke kanan dan ke kiri, akhirnya sampai rumah juga.


dia langsung masuk rumahnya tanpa salam.


menuju kamar farisa,


farisa faris..,panggil yono


yono yang masih tertidur sontak terbangun karena terkaget ...


ada apa yah?


ini faris. martabak manisnya. tawar yono .....


ya yah...


yono membuka bungkusan yang berisi martabak manis


Farisa mengambil satu bagian martabak itu.


ehm....leza....at yah.


iya risa tanggapan ayahnya.


yang juga sedang mengunyah makanan tersebut.


eh tunggu dulu yah..., mau dibawa kemana makanan tersebut?


tanpa menjawab langsung dibawa pergi aja martabak tersebut oleh yono.


yah ....jangan dibawa pergi yah!...


rengek farisa...


tunggu yah, aku minta satu bagian lagi ya....rengek farisa lagi meminta persetujuan ayahnya.


ayahnya hanya menatap datar ke depan sambil berhenti sebentar kemudian melanjutkan jalanya lagi.


Mbah....mbah.....he....heh.....heh


tangis farisa


mendengar tangisan nenek farisa yang sedang memasak di rumahnya datang menghampiri farisa, namun sebelum sampai di kamar farisa, dia bertemu dengan yono yang berjalan membawa bungkusan berisi sesuatu.


Yon..? mau kemana kamu?


yono tak menjawab, bahkan menoleh pun enggan.


kenapa anakmu ?


juga tak menjawab.


nenek meneruskan langkahnya sampai di kamar farisa, dan bertanya


kenapa kamu faris,? kenapa kamu menangis dan berteriak?


ayah mbah...ayah...


kenapa dengan ayahmu!


itu mbah....


itu ada apa ris? tanya embahnya lagi


katanya tadi ayah membelikan aku martabak manis... tapi aku baru memakan sepotong aja, udah dibawa pergi martabaknya.


oh .....dalam hati si embah bilang


dasar gila, sama anaknya aja kayak gitu, apalagi sama orang lain.


si embah kemudian menyusul yono.


yon,....yon. panggil emak yono.

__ADS_1


itu anaknya dikasih lagi yon.!


tapi mak.....


tidak ada tapi tapian


ini kan buat emak..jawab yono


emak gak usah aja yon. biar untuk di farisa aja yon.!


kalau gitu buat yono aja mak..


biar yono kenyang.


heh yono...


udah emak bilang buat farisa ya buat farisa..


gak usah ngeyel...! tegas si emak yono


kamu mau farisa sakit lagi?


nggaklah mak


udah lekas...kasih ke farisa.


akhirnya yono menyisakan satu potong lagi martabak manis buat farisa dan mengantarkannya ke kamar farisa


terlihat farisa udah tertidur lagi. terdengar sesenggukan farisa sisa menangis yang masih terdengar jelas oleh yono saat tidur.


namun yono tak menggubrisnya.


kemudian melangkah pergi menuju tempat tongkrongannya.


Sementara ditempat tukang martabak manis itu, seseorang yang tadi membayar kekurangan yono, sambil menunggu 2 bungkus martabak pesanannya sedang berbincang.


emang tadi yang beli kurang itu siapa bang?


tanya yang pesan.


oh..itu..itu rumahnya dekat sini aja pak.


kok kelihatanya kurang genap gitu?


oh. iya pak


dia pernah jadi orang sukses di kota pak, katanya...


ya..terus ia bangkrut karena usahanya ditipu orang. kemudian ia kembali ke desa ini. karena dia memang dari sini. orang tuanya asli sini...


sampai ia gila, karena semuanya


oh gitu ya.... kasihan dia...


apa orang itu telah berkeluarga?


udah...punya dua orang putri. satu di keluarga istrinya di kota. yang satunya di sini. hingga istrinya keluar negeri jadi TKI.


oh....


ini pak pesanannya!


ya makasih ya bang jadi ngerumpi ini....sambil berlalu dan naik di mobil mewahnya


Farisa sudah berhenti menangis, dan kemudian ia tertidur kembali. disaat seperti ini sebenarnya ia rindu ibunya. ia ingin berbagi keluh kesah dengan ibunya. namun apalah daya ia hanya seorang anak kecil yang tidak bisa berbuat banyak untuk kehidupan keluarganya.


di tengah tidurnya farisa bermimpi bertemu ibunya.


mama....mama....panggil farisa


ayo pulang ma....farisa kangen.


mama juga kangen nak...


sebentar lagi ya nak...


sabar....., mama mau pulang..


mama benar ya. pulang...kita berkumpul lagi seperti dulu..


makan bareng sama ayah dan mbak indah ya ma..


iya nak..


kemudian farisa terbangun .


ia menyadari bahwa baru sja ia bermimpi bertemu ibunya.


ya Allah, aku ingin mama pulang ya Allah..

__ADS_1


doa farisa selanjutnya.


hari berganti minggu. minggu berganti bulan.


hingga ternyata lomba sains tingkat daerah sebentar lagi akan diselenggarakan


farisa mengikuti karantina persiapan lomba. meskipun masih anak anak dia sangat kooperatif. ia selalu berlatih agar kelak ia bisa menjadi juara pada lomba olimpiade sains tingkat kabupaten tersebut.


pihak sekolah mendatangkan pelatih yang sudah profesional melatih anak anak yang mengikuti lomba sains dari luar kota


dua minggu sudah karantina itu berjalan. farisa menunjukkan kemajuan yang luar biasa


hari ini lomba olimpiade sains di laksanakan.


farisa sudah siap dari pagi. kembali bu ika yang akan mengantar farisa mengikuti lomba.


sudah sia farisa?


udah bu..jawab farisa


udah sarapan?


udah bu...


bener..? bu guru memastikan


jangan sampai seperti kemarin lho.


emang kenapa bu?


lho...kemarin kamu bilang udah sarapan tapi nyatanya kamu belum sarapan, bahkan kamu belum makan dari hari sebelumnya.


enggaklah bu...


hari ini aku benar benar udah sarapan.


farisa menandaskan.


malah....hari ini aku di kasih uang 20 ribu oleh embah.


oh ya udah...


terimakasih dong sama simbah..


udahlah..bu tadi


bagus itu


oh udah mau berangkat?


tanya bapak kepala sekolah


udah pak..


siap semua bu ika?


siap ...semua pak


jawab bu ika


ya udah ayo tak antar pakai mobil sekolah..


ayo...


sebelum berangkat kita berdoa dulu.mudah mudahan diberi keselamatan dan kelancaran..amin kata pak kepala sekolah.


amiin....jawab bu ika dan farisa bersamaan.


kemudian ketiganya naik mobil sekolah menuju tempat lomba.


sampai tempat lomba waktu kurang satu jam lagi.


disela sela itu dimanfaatkan oleh farisa untuk membuka kembali hal hal yang telah di ajarkan pelatih padanya.


sementara pak kepala sekolah mendaftarkan farisa ke panitia.


farisa sini...panggil pak kepala sekolah setelah mendaftar


farisa itu dipanggil bapak kepala sekolah. bu ika ikut memanggil.


iya pak sambil datang ke bapak kepala sekolah


ini nomer peserta mu pakailah. seru pak ks


iya pak.


kamu nomer 35 nak.


tak lama kemudian ada panggilan pengumuman dari panitia bahwa semua peserta lomba harap memasuki ruang lomba. karena lomba akan segera dimulai.

__ADS_1


farisa segera memasuki ruangan lomba sesuai petunjuk panitia.


__ADS_2