
" Pa ada apa sih, kenapa ada polisi segala ke rumah kita ?" Tanya bi Sarah agak kesal dan bingung.
" Tau Deh ma, sudah papa buka pintu dulu ". jawab pak Ayub santai seraya membuka pintu depan.
" Maaf pak apa benar ini rumah dari saudara Luki?" Tanya pak polisi seketika sambil menjabat tangan pak Ayub.
" Iya benar jawab pak Ayub". ada yang bisa kami bantu?" tanya bapak kepada pak polisi.
" Kami membawa surat penangkapan atas nama saudara Luki Prasetyo.
Tiba - Tiba Bu Sarah tidak sadarkan diri setelah mendengar berita tersebut.
Reflek untung saja pak Ayub dengan cepat mengambil kepala Ambar sehingga tidak terbentur keras di lantai. Luki pun kaget mendengar saat duduk di samping istrinya.
" Apa aku tidak salah dengar, kenapa kalian tega kepadaku". kata Luki seketika tangannya di borgol lalu di Giring menuju ke mobil.
setelah Luki digiring ke mobil.
" Pa tolong aku pa". kata Luki di dalan mobil.
" iya kamu sabar papa kan urus mama dulu setelah itu papa susul membawa pengacara papa.
Akhirnya mobil pun melaju meninggalkan halaman rumah pak Ayub.
" Bu Sarah sudah siuman di jaga oleh tari.
" Pa aku ikut ke kantor polisi ".katanya kemudian.
" Apa kamu yakin ma dengan kondisi kamu sekarang ini?" tanya pak Ayub meyakinkan.
Aku yakin pa,justru kalau aku di rumah perasaanku makin kacau". kata Bu Ambar meyakinkan suaminya.
" Iyaa ma, yuk kita pergi sekarang" jawab pak Ayub seraya berlalu mengambil mobilnya siap - siap ke kantor Bupati polisi.
Di rumah sakit jiwa, Bu Ambar sudah mulai baikan. sekarang sudah mulai mau makan. ingatan dan traumanya berangsur - angsur hilang. pagi ini aku membawa ibu ke taman rumah sakit, walaupun ibu selalu jutek padaku, namun ibu tak pernah menolak ketika aku yang rawat.
__ADS_1
" Bu soa ibu mau makan es krim Tanyaku kepada ibu. ibu hanya mengangguk tanda setuju
Aku Pun akhirnya memesan dua es cream.
Tak lama muncul Rahma dan teman temannya, menjenguk Bu Ambar.
" Selamat pagi Tante". sapa Selfia kepada Bu Ambar.
" selamat pagi". jawabnya walaupun masih lemah .
" Tante apa kabar ? " tanya Mario menyapa Bu Ambar pula.
" Ibuku sudah mulai membaik Yo, jawab Rani apa adanya.
" Aku turut senang akhirnya Tante Ambar bisa seperti sediakala .
" Amin kata mereka".hampir semuanya mendapatkan apa yang mereka inginkan yaitu menjenguk Bu Ambar.
" Sini kusi roda Tante biar aku yang bawa". Kata Mario menyambar kurdi rod pasti kursi
mereka semua hadir untuk menghibur Bu Ambar. kadang datang usai kuliah, kadang juga sengaja datang saat kosong tidak ada mata kuliah.
Setelah jalan jalan mereka semua masuk ke ruangan Bu Ambar, membawa Bu Ambar berbaring.
" Ra sepertinya nyokap Lo udah baikan, mungkin butuh pemulihan saja beberapa hari lagi". kata Selfia kepada Rahma.
" Iya Sel, gue beruntung banget punya kalian yang perhatian sama keluarga gue, terutama nyokap selama sakit". kata Rahma merasa sungkan kepada kebaikan teman - temannya.
sementara yang lainnya ikut menyimak pembicaraan mereka.
" Terimakasih nak, kalian selalu datang luangkan waktu kalian untuk Tante, Tante nggak tau balasnya pakai apa, kalian baik sekali". kata Bu Ambar panjang lebar.
" santai aja Tante, kami semua kan teman - teman Rahma. apa yang Rahma rasakan begitu juga yang kami rasakan.
Bu Ambar meneteskan air mata melihat dan menyaksikan ketulusan mereka selama berada di tempat rehabilitasi ini. mereka selalu support dan motivasi. beda halnya dengan Laras yang dianggap teman, malah tidak datang jenguk aku di sini ". batinnya.
__ADS_1
" Ra, Tante , kami sudah mau pamit ya, Tante cepat pulih ya biar cepat pulang". kata Selfia mewakili teman temannya..
mereka pun akhirnya keluar dari ruangan tersebut.
Di tempat lain,
Sebulan sudah Luki, mencekam di jeruji besi, hari ini adalah sidang terakhir luki. Dia berharap pak Dani mencabut tuntutannya karena melihat Bu Ambar sudah sembuh jadi dia berharap akan bebas.
Semua sudah hadir di tempat sidang. sidang pun dimulai, dan Luki di jatuhi hukuman selama delapan tahun di penjara.
karena semua bukti mengarah kepada Luki di perkuat oleh beberapa saksi.
bersamaan dengan itu,akhirnya Tari meminta cerai secara sah kepada Luki.
Bu Sarah dan pak Ayub hanya pasrah melihat keadaan anaknya, bagaikan jatuh lalu tertindas tangga itulah keadaan mereka saat ini. air mata tak ada henti hentinya.
" Mas maafkan aku, semoga setelah keluar dari penjara nanti kamu mendapatkan wanita yang seperti kamu inginkan". kata tari membuat suasana sangat terhanyut dalam kesedihan
akhirnya kedua petugas yang menjaga ketat Luki akan membawa Luki untuk ditahan kembali.
suasana sedih terulang kembali setelah Luki di bawa.
" Ma, Pa maafkan tari ya, setelah ini tari mungkin langsung pergi, tari langsung pulang ke orang tua tari". kata tari panjang lebar.
Bu Sarah dan pak Ayub hanya menganggukkan kepalanya .
" Maafkan kamu ya Ta semua keihlapan kami selama kamu jadi menantu kami." kata pak Ayub.
Tari Pun segera pergi, iya tidak sanggup dengan situasi seperti ini.
dan mereka semua meninggalkan tempat sidang tersebut dan kembali ke rumah masing - masing .
Satu bulan kemudian, Bu Ambar akhirnya di nyatakan sembuh, beliau pun sudah di perbolehkan pulang rumah. bersamaan dengan itu tari pun sudah sah bercerai dengan Luki walau sedih namun iya tak berdaya dan ingin menikmati hidup sendiri apa adanya.
Sampai di rumah Bu Ambar di sambut dengan suka cita oleh Rani.
__ADS_1
memang dasarnya Bu Ambar, entah mengapa tak pernah bersikap ramah kepada menantunya.