
Rahma berjalan mengikuti lorong toilet, melihat ke kiri dan ke kanan namun tidak juga ada keberadaan ibunya , lalu Rahma berjalan kembali, siapa sangka jika ibu bersama Dayu, mereka sangat aKrab bagaikan mertua dan menantu. Rahma berjalan pelan pelan, ingin tahu apa yang mereka bicarakan. namun belum jauh melangkah ada yang mencekal dan menutup tangan Rahma.
" hei ini Aku". katanya ternyata Selfia tak sengaja melihat Rahma mengikuti ibunya.
" HUh Elo, kirain siapa". kata Rahma agak kesal sekaligus lega.
" Lo kira gue hantu". kata Rahma ketus pada Selfia.
" Sorry Ra, Gue kan peduli sama Lo". kata Selfia pada Rahma.
" terus apa rencana Lo selanjutnya ?" tanya Rahma.
" Gue sendiri nggak tau ya Ra sebenarnya gue nggak mau ikut campur dengan urusan keluarga Lo, namun ibu Lo selalu melakukan hal - hal yang berbau kriminal, gue cuma nggak mau aja ibu Lo nyakitin sepupu gue". kata Selfia panjang lebar.
" Iya Sel, gue ngerti, maafin gue yang pernah seperti nyokap gue, kalau bukan e Lo yang menyadari gue mungkin sampai hari ini gue kayak nyokap". kata Rahma yang sangat berterimakasih dengan kehadiran Selfia yang mau menerima dia jadi sahabatnya, karena Selfia lah akhirnya Rahma sadar. karena suatu saat kita akan menikah, kita tidak tau siapa jodoh kita dan bagaimana perasaan kita jika ipar kita melakukan hal yang serupa kepada kita. intinya apa yang kita tanam, itulah yang akan kita tuai.
" Gue kira Lo nggak mau berteman sama gue". kata Rahma dengan meneteskan air mata.
__ADS_1
POV Selfia
Sesungguhnya Rahma memiliki sifat yang sama seperti ibu Ambar namun ambisi mereka yang berbeda sehingga Rahma cepat sadar ketimbang Bu Ambar.
" oh iya Lo ngapain tadi di restauran ini?" tanya ku pada Rahma yang masih penasaran dengan apa yang di lakukan Bu Ambar.
" Astaga Sel". kata Rahma sambil menjitak jidatnya sendiri.
" Aku hampir lupa, yuk ikut gue katanya seraya menarik tangan ku.
" Eh ada Tante cantik". kata Taja menyapaku.
" Om, Eh anak gantang maaf ya boleh Tante cantik ikut bergabung?" sapa ku pada om Dani dan Raja.
" Boleh dong ". jawab Raja santai.
" Hai Sel, kok kalian barengan aja ke toiletnya". Sapa om Dani kepada ku.
__ADS_1
" Kalian Dari toilet Atau dari mana sih ?" tanya om Dani seraya celingukan mencari - cari seseorang. " Terus ibu kamu mana Ra, kok nggak ikut kalian kesini nya". Mapak dengan pertanyaan bertubi Tubi.
" Maaf Om tadi Mungkin Rahma lupa ngabarin Om kebetulan aku tadi ngajak dia bahas proyek usaha gabungan kita nanti yang di Cilacap". kata Ku cepat karena aku lihat Rahma bingung mau jawab apa.
" ooo gitu, keren itu, om setuju banget Sel". kata om Dani langsung saja memuji ku.
" Ah om kata ku pada om Danu.
" oh iya kalian belum makan kan? Tanya om Dani kepada kami..
" Belum Om". jawab ku malu - Malu.
" La makanan yang aku dan ibu pesan kemana pak?" tanga Rahma.
" Siapa suruh lama . makanan Tante yang sudah aku berikan sama tuh". kata Raja seraya menunjuk dua orang pengemis yang ada di depan restauran ini.
" Sudah - Sudah sekarang pesan yang baru saja ya". kata om Dani " nanti untuk ibumu biar dia yang pesan setelah datang takutnya nanti makanannya keburu dingin. santai aja, ini restaurant kan bukanya dua puluh empat jam". Kata om Dani panjang lebar
__ADS_1