Hargai Aku

Hargai Aku
Hujan


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 08;30 wib. Siska sedang duduk bersantai di ruang Tv bersama Liana sambil menikmati coklat panas.


Erick, dan Bima sudah pulang dari 2 jam lalu. Saat Arka menghampiri mereka.


Hujan turun dengan deras. bersamaan dengan bel pintu yang berbunyi. saat Siska ingin bangkit ia di tahan oleh Liana.


"Biar aku saja yang membukakan pintu nya" Siska mengangguk dan kembali duduk. sedangkan Liana berjalan ke arah pintu.


Ceklek... Pintu terbuka.


"Cari siapa?" tanya Liana sambil menatap wajah laki-laki tersebut.


"Kau siapa?" bukan nya menjawab Arsen malah balik bertanya.


"Liana" jawab Liana sambil tersenyum ramah.


"Aku ingin bertemu dengan Siska" ucap Arsen.


Liana menganggukkan kepala nya. "Silahkan masuk" Membuka pintu dan menyingkirkan tubuh nya. ke samping membiarkan Arsen masuk terlebih dahulu ke dalam.


Arsen masuk dengan bingkisan di tangan nya.. menghampiri Siska, yang sedang sibuk dengan ponsel nya.

__ADS_1


"Apa yang sedang kau lakukan?" Dan Siska yang mendengar suara yang tidak asing. dan sangat ia kenali itu langsung menengokkan kepala nya menghadap ke arah Arsen yang sedang menatap nya sambil bersedekap dada.


Sedangkan Liana lebih memilih untuk masuk ke dalam kamar.


"Pak Arsen?" sapa Siska, Arsen mengangguk. dan langsung mendudukkan tubuh nya di samping Siska.


"Ini saya bawakan roti untuk mu" Arsen memberikan bingkisan yang tadi ia, bawa kepada Siska, dan Siska menerima nya dengan senang hati.


"Terima kasih Pak" lagi lagi Arsen hanya mengangguk saja.


"Di luar hujan saya boleh menginap di sini?"


Seperti mendapat undian Siska langsung terkejut mendengar nya.


"Me...menginap?" ulang nya tergagap.


"Ya... saya ingin menginap di apartemen Julian tapi sepertinya dia sedang tidak ada di rumah" Terang Arsen.


"Saya merasa tidak enak Pak.. bagaimana kalau bapak check-in kamar lagi" jelas Siska.


"Saya tidak akan macam-macam dengan mu," jelas Arsen.

__ADS_1


"Maksud saya bukan seperti itu Pak.. tapi kata Dady saya tidak boleh seorang laki-laki yang tidak memiliki status apapun menginap di kediaman seorang perempuan. apapun alasan nya itu" terang Siska sambil tersenyum kecil.


"Apaan ini dia menolak ku? tapi kenapa dia sangat begitu mengagumi ku..." batin Arsen.


"Heeem... saya akan pulang" pamit Arsen langsung bangkit berdiri.


"Tunggu Pak" tahan Siska.


Arsen berhenti tapi ia, membelakangi Siska.


"Di luar masih hujan deras Pak, jika mau saya menawarkan bapak untuk menunggu hujan berhenti.. bagaimana?" tawar Siska tapi Arsen tidak menanggapi dia langsung melanjutkan langkah nya dan keluar dari dalam kamar apartemen Siska.


"Apa aku salah ya?" tanya nya ntah kepada siapa.


Dan saat sudah keluar dari kamar apartemen Siska. Arsen mengutuk diri nya sendiri. karna sudah menyetujui saran konyol dari Julian.


"Julian Bang*at Kau!" maki nya. dan langsung berjalan dengan expresi marah ke arah kamar Julian. sesampainya di depan pintu kamar Julian. Arsen membaca tulisan yang tertempel di pintu.


Tuan muda... jika kau membaca tulisan ini mungkin saran, dan ide ku gagal tolong maafkan aku, jangan memarahiku karna seperti yang kau bilang jika belum di coba belum tahu. sekarang kau sudah mencoba dan bagaimana rasa nya di tolak? tidak enak bukan sekali lagi maafkan aku, aku sedang pergi untuk menemui kucing kecil ku.


Julian...

__ADS_1


__ADS_2