Hargai Aku

Hargai Aku
Penyerangan dadakan!


__ADS_3

**Like, coment, bintang lima, dan votte, Terimakasih...!!!


😘😘😘😘**


Hallo, Assalamualaikum.. selamat pagi, menjelang siang.


Aku baru menulis novel bergendre. Horor, misteri, dan petualangan. mampir yu! berikan Aku suport, untuk melanjutkan cerita itu biar lebih semangat lagi. yang mau tau judul apa judul nya adalah 'Perjanjian' Terimakasih.


Tetap dukung Aku terus biar bisa update terus, dan doain Aku juga, agar sehat selalu 😊.


"Grac bangun sekarang Kau ganti sendiri bajumu, Aku akan menunggu mu di luar nanti setelah itu kita cari bersama-sama siapa yang telah mencampuri obat perangsang ke dalam minuman mu" ujar Nauvall, dan langsung keluar dari dalam kamar Graciella.


Graciella malu sekali tapi sebisa mungkin ia menutupi nya.


"Awas saja jika ketemu akan ku jadikan perkedel!" ucap Graciella marah.


Diri nya segera memakai baju, dan keluar menyusul Nauvall. yang sudah menunggu nya.


"Cek semua Cctv. di rumah ini!" perintah Graciella kepada Nauvall.


"Nyuruh?" ujar Nauvall meledek.


"Engga cuma merintah!" ucap Graciella bersedekap dada.


"Yasudah" ujar Nauvall berjalan naik ke lantai atas untuk memeriksa semua Cctv. yang ada di mansion Sanjaya.

__ADS_1


Hasilnya nihil Cctv di mansion ini semua nya rusak. yang membuat Graciella geram.


"Si*l! siapa yang mau bermain main dengan Ku"


"Sabar Grac kita hadapi semua ini bersama-sama" ujar Nauvall.


Jlepp...


Listrik tiba-tiba mati untung saja Graciella, adalah wanita yang berani sama sekali tidak takut gelap. ia langsung menyalakan senter dari ponsel nya.


"Bajing*n berani nya menyerang di saat Aku, sama sekali tidak menyiapkan diri!" teriak Graciella


Dor!


Dor!


Dor!


"Mana semjatamu?" tanya Graciella kepada Nauvall.


"Tidak jangan sekarang kita sedang berada di situasi was-was"


"Pistol mu!" ucap Graciella di buat geram bisa-bisa Nauvall masih bisa bercanda di situasi seperti ini.


"Aku terlupa tidak membawanya"

__ADS_1


Graciella jengah dirinya memilih menelpon Sisil, agar membantu nya.


"Mansion Papa gua di serang orang Lu cepetan ke sini ajak Arka sekalian" Sisil mengiyakan dan langsung bersiap bersama Arka, sedangkan Anak nya Siska ia titipkan kepada teman nya yang masih satu apartemen dengan nya.


DOR!


Suara tembakan semakin nyaring sekali Graciella, menyadari bahwa kaca di kamar nya sudah hancur terkena tembakan yang di tembakkan tanpa henti.


"Semua senjata berada di kamar Papaku" ucap Graciella menatap wajah Nauvall.


"Kau yakin akan keluar tidak mau menunggu Sisil, dan Arka terlebih dahulu?" tanya Nauvall kurang yakin.


"Jika kau tidak yakin Kau tunggulah di sini sampai mati! Aku akan menyerang mereka sendiri" ucap Graciella pergi keluar meninggalkan Nauvall.


"Tunggu Kita akan menyerang nya bersama-sama jangan pernah merasa Kau sendirian" ujar Nauvall menggenggam tangan Graciella, dan mereka berjalan bersama ke arah kamar Alfin.


Kamar Alfin, berada di lantai paling atas sedangkan semua kaca yang berada di lantai 2, sudah hancur semua nya.


Dor!


"Grac awas!" ujar Nauvall mendorong tubuh Graciella hingga terjatuh.


Terlambat sedikit saja mungkin peluru itu akan menembus di leher Graciella, beruntung Nauvall melihat nya dan masih bisa menyelamatkan wanita nya.


"Terimakasih!" ucap Graciella bangkit dan melanjutkan jalan nya. Nauvall mengikuti nya dari belakang.

__ADS_1


Graciella lebih memilih naik tangga, dari pada harus menaiki lift. beberapa langkah lagi ia, dan Nauvall akan sampai di kamar Alfin.


__ADS_2