Hargai Aku

Hargai Aku
Sisil bertindak episode baru season 2.


__ADS_3

Sebelum Arka mendatangi Siska...


Sisil mendengar pembicaraan Suami nya, di telpon tangan nya mengepal geram dan baru saja diri nya ingin melayangkan pukulan ke arah Arka. Arka lebih dulu bangkit dan pergi keluar.


"Arka awas saja kau! keterlaluan" ucap nya Sisil kesal.


*15 menit...


30 menit...


1 jam*... baru terdengar suara pintu yang terbuka dan nampaklah Arka.


"Arka!"


"Ya Baby?" tanya nya berjalan menghampiri Sisil.


"Dari mana aja kamu?" ucap Sisil seraya bersedekap dada.


"Kau merindukanku? aku habis mengantar paket sayang" jawab Arka yang membuat Sisil mengerut heran.


"Paket... paket apa?" Ujar Sisil duduk di samping Suami nya.


"Eeemm... maksud ku tidak seperti itu apa ya" ucap Arka bingung sendiri.


"Kau dari kantor nya Siska kan?"


"Ko kamu tau si Yang?" mencium kening Sisil.


"Untuk apa si kamu sampai segitu nya sama Sisil?" menatap wajah Suami nya.


"Sayang" mengelus lembut rambut Sisil. "Siska itu anak kita satu-satu nya. perempuan lagi aku hanya tidak mau ia kenapa-kenapa apalagi sampai ada yang menyakiti kau, Kau pasti juga tidak akan terima bukan kalau anak mu kenapa-kenapa?" mendekap tubuh Sisil nya.


"Tapi tidak seharus nya dengan cara yang seperti ini! Arka, Siska akan tertekan biarkan ia menentukan jalan hidup nya sendiri"

__ADS_1


"Akan ku lepas ia, jika nanti Icha sudah menikah"


"Bodoh! bagaimana dia mau menikah jika Ayah nya selalu ikut campur dalam urusan hidup nya"


"Maaf aku salah" ucap Arka lebih mengeratkan pelukan nya di tubuh Sisil.


"Dia sedang menjadi incaran oleh Bos nya sendiri" membuat Sisil mendongakkan wajah nya untuk menatap wajah Suami nya.


"Bos nya hanya penasaran tentang identitas nya yang kau sembunyikan!"


"Baby, aku menyembunyikan identitas anak kita untuk kepentingan nya"


"Ya ya ya... aku tahu itu"


"Apa kau berniat memberikan Siska seorang adik"


Plaak..


"Jaga bicara mu! kita ini sudah tua"


"Gila!"


###########


Di kantor nya Siska tidak fokus dengan pertanyaan-pertanyaan Tasya yang selalu menanyakan ayah nya. seperti ini.


"Siska tadi serius ayah lu?"


"Kaya nya masih muda banget"


"Kaya seumuran gitu"


"Gua jadi penasaran sama wajah ayah lu"

__ADS_1


"Boleh ya kapan-kapan gua main ke rumah lu"


Dan Siska hanya membalas nya dengan senyum.


"Siska siapa nama Ayah lu?" membuat Siska membuang nafas nya lelah. menatap ke arah Tasya.


"Tasya aku lagi kerja! jangan berisik" ucap Siska dingin.


"Gua cuma mau tau"


_________________________________________________


Julian masuk ke dalam ruangan Arsen. di sana ia melihat Hana mama nya Arsen sedang duduk di soffa.


"Nyonya besar?" sapa nya Hana tersenyum ke arah nya.


"Julian cukup panggil aku Tante" ucap Hana merasa tidak nyaman akan panggillan Julian.


"Baik Tante Arsen kemana?" tanya nya saat melihat Tuan nya tidak ada di bangku kebesaran nya.


"Arsen sedang keluar mencari makanan untuk Tante, Sini duduk" dan baru saja Julian ingin menaruh bokong nya ke soffa pintu ruangan sudah terbuka yang membuat nya membatalkan niat untuk duduk bersama Hana.


"Tuan saya mendapat satu petunjuk tentang Sis_____"


"Aaawwchhh" ucapan nya terhenti tak kala Arsen menginjak kaki nya


"Sis... siapa Sis?" tanya Hana menatap bergantian ke arah anak nya, dan Julian.


"Sis_____" lagi lagi ucapan nya terhenti Arsen kembali menginjak kaki nya.


"Bukan siapa siapa" jawab Arsen sambil tersenyum.


"Julian kau tidak apa-apa?" tanya Hana.

__ADS_1


"Tidak apa Tante"


"Hanya saja kaki ku sangat sakit sekali hiks... Tuan kau sungguh tega kepada ku."


__ADS_2