
Kulihat mas Randi meneteskan air mata kali ini air mata penyesalan. Sesungguhnya Mas Randi sangat mencintaiku, karena tidak dewasa membawa pemikiran sehingga mudah di hasut agar rumah tangga ini hancur. Sakit hati ini berkali - kali ku rasakan, karena sudah terlanjur bukan berarti aku suka harga diriku di injak injak dan diri ini kurang di hargai,semata karena aku ingat sumpah suci yang pernah kami ucapkan. aku sudah terlanjur, memiliki anak yang begitu lucu, Dia penyemangat hidupku. Dia motifasi diri ini dalam menjalani rumah tangga aku mestinya .
" Ran...". kata mas Randi membuatku tersentak dari lamunanku dan berhasil membuat mas Randi tersenyum..
" I iya m Mas". jawabku masih terbata.
" Kau pikirkan lagi RAN, masalah perceraian ini". kata mas Randi.
namun sebelum aku sempat menjawab ibu mertuaku mendahuluiku untuk berbicara.
" Sudahlah Ran, apa sih kamu tuh ya kayak mengemis cinta sama dia dimana harga diri kamu sebagai laki - Laki. masih banyak perempuan di luaran sana yang lebih cantik bahkan lebih kaya nggak malu di bawa ke sosialitanya mama". kata Bu Ambar panjang lebar sambil mendelik kasar ke arahku.
" Ma Aku setuju kalau mas Randi menginginkan mbak Rani kembali. maafkan aku jika ikut membantu mama untuk memisahkan mas Randi dengan mbak Rani, aku menyesal ma". jawab Rahma dengan Rut wajah sendunya.
" cih, berapa kamu sudah di bayar oleh perempuan itu, sehingga kamu mulai berpihak padanya". kata ibu terdengar kasar karena ibu memang sangat membenciku.
__ADS_1
" Cukup Ambar masih bisa kamu buka mulut di tempat ini setelah apa yang terjadi. masih bagus kamu tidak aku dijebloskan ke penjara karena itu semua permintaan Rani". Kata opa dengan nada tinggi dan datar, beliau baru kali ini ikut terjun dalam menyelesaikan urusan rumah tanggaku beliau lembut namun merasakan sengatan tajam bila dicermati kata katanya saat berbicara.
Bu Ambar pun terdiam Dia sudah tau bagaimana sikap kedua mertuanya yang tidak akan segan segan memberi pelajaran bagi siapa saja yang melanggar aturannya. namun beliau tidak juga jera padahal Opa sudah mencabut sebagian fasilitas yang ada.
" Sekarang keputusan ada di tangan Rani". kata Oma menimpali dengan lembut namun ibu mertua mati kutu di buatnya.
Keadaan hening sesaat seolah olah menanti sesuatu yang sangat meriah.
" Maafkan Aku mas".
" RAN sudah tidak adakah maaf untukku?
"Aku tau Ran aku tidak pantas untuk di maafkan apalagi aku sudah berkali kali melukai hatimu, aku sudah menyia - nyiakan kebersamaan kita selama ini., jujur aku tidak bisa berpisah dengan mu RAN ". kata mas Randi dengan deraian air mata
Aku mengambil bahu mas rando agar berdiri.namun....
__ADS_1
" Tidak Ran, aku tidak akan berdiri kalua kamu belum bisa memaafkan aku.
Aku tidak mau pisah sama kamu ran jadi tolong pertimbangkan keputusanmu RAN.
" Mas aku belum selesai ngomong Mas". kataku membuat semua penasaran.
" Jadi kamu memaafkan aku Ran?" Tanya Randi penuh harapan. aku menanggapi dengan anggukan.
" Eiit tunggu dulu mas. itu pun jika Oma dan Opa merestui kita ".jawab Rani sembari mengalihkan pandangannya pada Oma dan opa nya, mereka pun menanggapi dengan anggukan kepala dan tersenyum kepadaku."
" Kami sangat merestui hubungan kalian". jawab Bu Kumala.
" terimakasih Oma, opa jawab ku dan Mas Randi secara bersamaan.
" Wah selamat ya mbak , Mas, semoga kedepannya kalian makin langgeng". ucapan selamat dari Rahma kepada kami.
__ADS_1