
Siska mengajak Liana. ke apartemen nya Sisil menyetujui itu sedangkan Arka merasa senang akan itu.
Di parkiran apartemen nya. Sisil bertemu dengan Julian yang baru saja juga turun dari dalam mobil nya.
"Asisten Julian" sapa nya Julian mengangguk mata nya melirik bergantian kepada Siska, dan Liana.
"Saya duluan" pamit Julian berjalan terlebih dahulu masuk.
.
Dan saat diri nya membuka pintu. Julian sedikit terkejut Karna melihat Arsen yang sedang duduk di sofa nya.
"Tuan muda" sapa nya seraya berjalan menghampiri Arsen.
"Dari mana kamu?" tanya Arsen menatap tanda tanya ke wajah Julian.
"Melampiaskan hasrat" jawab Julian terus terang.
"Bodoh!" umpat Arsen.
"Maaf Tuan tapi kucing kecil itu sungguh menggemaskan dan membuat Adikku. ingin memuntahkan ****** ***** ke dalam rahim nya" jelas Julian.
"Julian hentikan perbuatan sesat mu itu"
"Saya hanya melakukan nya dengan kekasih saya Tuan, dan akan saya nikahi dia bulan depan"
"Tuan... Siska membawa seseorang gadis ke kamar nya tadi saya bertemu mereka di parkiran" terus nya.
"Siapa?" tanya Arsen.
Julian menggelengkan kepala nya. "Saya juga tidak tahu Tuan"
__ADS_1
"Ku lihat tadi di dapur mu tidak ada gula" ucap Arsen membuat Julian bingung.
"Saya memang tidak pernah membeli gula Tuan, saya hanya membeli teh nya saja"
"Sekarang kau ke apartemen nya Siska. dan tanyakan ia mempunyai Gula atau tidak" perintah Arsen.
"Yang benar saja. apa nanti kata Siska masa gula aja minta!" batin Julian dalam hati meracau.
"Tuan saya bisa membeli nya"
"Saya tidak mau kamu beli. saya mau kamu minta kepada Siska cepat saya tidak mau di bantah!" akhir nya Julian mengangguk berjalan ke arah dapur untuk mengambil gelas. dan langsung pergi keluar kamar untuk meminta gula kepada Siska.
Arsen tersenyum. "Aku beruntung mengenal mu Julian. walau terkadang sifat, dan kelakuan mu sedikit eror!" ucap Arsen.
.
Julian sudah sampai di depan pintu kamar Siska. tapi diri nya masih menahan diri untuk memencet tombol bel.
Tanpa banyak pikir. diri nya lebih memilih memencet bel pintu beberapa kali.
Pintu kamar Siska akhir nya terbuka tapi bukan wajah Siska yang tampak melainkan wajah Liana.
"Cari siapa?" tanya Liana.
Julian menyembunyikan gelas ke belakang tubuh nya.
"Mana Siska?" tanya nya Balik.
"Kak Siska sedang berganti pakaian" jawab Liana.
"Liana siapa?" ucap Siska Liana langsung menyingkirkan tubuh nya sedikit. Siska melihat Julian yang tersenyum tipis ke arah nya.
__ADS_1
"Pak Julian ada apa?" tanya nya menghampiri.
"Apa Kau punya Gula?" Julian berbisik di dekat telinga Siska.
"Maaf Pak tapi saya tidak mempunyai Gula." jawab Siska.
"Baik terimakasih" ucap Julian membalikan tubuh dengan tangan yang ia sembunyikan di dalam baju nya.
"Iya Pak" Siska menggelengkan kepala nya melihat tingkah Julian yang menurut nya sedikit aneh.
"Kau jangan sampai jatuh hati kepada pria seperti itu" nasihat Siska kepada Liana. Liana menganggukkan kepala nya.
Siska kembali menutup pintu Liana mengikuti langkah nya untuk duduk di sofa.
"Liana... besok kau sendirian di sini karna aku harus bekerja. ingat selain Ayah, mama, dan Om Erick jangan kau bukakan pintu ok? dan jaga diri mu dari Om Erick ku rasa dia mencintai mu" jelas Siska. Liana mendengarkan itu.
"Baik Ka," jawab nya.
.
*Tidak ada pelakor di sini! Liana hanya mengangumi saja tidak berniat untuk merusak rumah tangga antar. Sisil, dan Arka.
Ku yakin juga kalian kalau melihat cowok ganteng, cool, atletis, dan berwibawa juga pasti akan berkagum.
Sekali lagi tidak akan ada pelakor ko. masa iya si Liana udah di tolong sama Sisil. gatau terimakasih. dan malah mau menghancurkan rumah tangga nya.
Dan untuk Arka diri nya hanya tidak mau di ganggu masa-masa berdua dengan Istri nya. di rumah mangka nya itu dia tidak suka akan keberadaan Liana di rumah nya.
Karna jika ada Liana di dalam rumah nya. ia, dan Sisil hanya bisa bermesraan di kamar mereka saja tidak bisa di ruang Tv, dapur, dan sebagainya. karna pasti Liana akan melihat itu.
Maka itu Arka menyuruh Siska, untuk mengajak Liana tinggal di apartemen nya.
__ADS_1
Happy reading guys ❤️*.