Hargai Aku

Hargai Aku
Firasat seorang ibu POV AOTHOR


__ADS_3

Di tempat lain


PRANKKKKKKK


" Astagfirullah Pa".


Seorang wanita paruh baya sedang mengambil gelas karena ingin minum namun naas gelas yang di pegang tiba - tiba jatuh dan pecah.


" Ma, Astaga ma, mama kenapa?" Tanya seorang laki - laki yang selalu menemani wanita itu kemana pun Iya pergi.


" Entahlah pa, perasaan mama kok jadi nggak enak ya, Mama jadi kepikiran sama Selfia pa". kata wanita tersebut, mereka adalah ibu tari dan pak Leo kedua orang Tua Selfia.


" Sabar ma, mungkin hanya perasaan mama karena Kita tumben lama di sini, jadi mama kangen Deh kata pak Leo ngeledek istrinya.


" Ih Papa bisa aja deh, benar nih, perasaan nama jadi nggak enak gitu pa". kata Bu Tari pada suaminya karena merasa kwartir.


" Kita telepon aja ya , si selfie-nya biar mama tenang". kata pak Leo menenangkan istrinya sembari mendial nomor Selfia dengan namun nomor Selfia tidak bisa di hubungi.


" Pa ada apa ini kenapa Si Sel tidak bisa di hubungi". kata ibu tari tambah kwartir ketika nomor Selfia tidak bisa di hubungi.


" Tenang Ma Anak kita sudah besar , papa yakin tak akan terjadi sesuatu pada dia". kata pak Leo masih menenangkan Istrinya.


" Tunggu Pa mama masih nyimpan nomor temannya selfia. lalu mendial nomor seseorang.

__ADS_1


"[ Halo]" jawab JENI namun Iya tidak tau dengan siapa Dia berbicara sebab hanya satu kali dulu pernah mengabari orang tuanya Selfia waktu itu Selfia mendadak masuk rumah sakit karena asam lambungnya kambuh, lalu Jeni sudah berapa kali Gonta ganti hp dan nomor hp jadi JENI tidak tau berbicara dengan siapa kali ini.


" [ Iya Halo, Ini dengan Jeni ya, teman Selfia , Ini Tante, Apa kamu tau kabar tentang Selfia anak Tante nak?]" sambungan dari seberang sana.


JENI tampak kelabakan Iya pun memberi kode kepada Selfia bahwa ibunya menelpon.


Selfi pun paham hanya melambaikan tangannya.


" [ Ooo Tante Tari ya, Maaf Tan, Tadi sih iya, barusan Selfi ada ke minimarket. Kata Jeny Dengan terpaksa Berbohong.


" [ oo begitu ya, ya udah terimakasih ya nak, maaf Tante udah mengganggu]" kata Bu Tari sedikit lega setelah mendengar anaknya baik - baik saja walaupun tidak langsung. dari Selfia namun Bu. Tari sangat percaya kepada Jeni. sambungan telepon pun diakhiri.


" Bagaimana Ma". tanya pak Leo yang ingin penasaran dengan keadaan Selfia karena jarang firasat seorang ibu itu salah.


kan oleh pak Leo..


". Pa bagaimana kalau kita pulang. lebih. awal?". tanya Bu tari. kepada pak. Leo.


" Iya. Ma. Sebentar aku lihat. jadwalnya ya". kata pak Leo menghibur.


Sudah dua hari Selfia di rawat di rumah sakit Rahma baru tahu dari mario, Rahma pun datang ke rumah sakit sendiri tidak ada yang menemani. setibanya di rumah sakit Rahma langsung menuju ruang di mana Selfia di rawat.


KLEK

__ADS_1


pintu kamar Selfia di buka oleh Rahma, Selfia saat itu sedang tertidur pulas karena habis di berikan obat penenang untuk meredakan rasa sakit di kakinya dan agar bisa beristirahat dengan baik untuk pemulihan. untuk ada Jeni yang selalu menemani Selfia di rumah sakit.


" Jen maafin aku, kalau aku baru tau kejadian ini ,itupun aku maksa Mario biar ngasi aku info ". kata Rahma kesal, karena Jeni juga sama seperti yang lainnya nggak ada yang bisa ngertiin aku, ngertiin perasaan aku katanya lagi saat itu.


" Maaf Ara gue ngerti perasaan Lo, gue hanya ngikutin saran dari selfi". kata Jeni meyakinkan Rahma


memang waktu kecelakaan berlangsung Selfia tidak tau siapa yang mengikutinya, terus mobilnya remnya tiba tiba blong padahal dia tau persis sebelum bawa mobil


itu semuanya keadaannya naik - naik saja. seandainya Anjas tidak keceplosan bicara sama jeni , juga Mario mungkin tidak tahu kejadian ini.


Selfia juga tidak memberi info kepada kedua orang tuanya bukan tanpa sebab, ke dua orang tuanya saat ini sedang ada di Singapura sedang mengurus perpindahan bisnis kakeknya ke Indonesia. itu semua alasan Selfi tidak memberi info ke pada siapa saja. dan menggugat kasus ini di kantor polisi pun tidak ada.


Selfia masih terbaring lemas, bukan karena orang tua tidak datang menjenguknya, namun apa yang Selfia alami benar - benar membuatnya syok. Selfia merasa tidak pernah memiliki musuh, apalagi orang tuanya semua bernada di luar kemampuannya sebagai seorang manusia biasa, yang tak luput dari kesalahan, dan mungkin saja tanpa iya sadari ada saja yang membencinya.


" Sel Lo nggak apa apa nggak ngabarin nyokap Lo, Tanya Rahma yang ikut Syok pula atas apa yang dialami oleh temannya. jika bukan karena Anjas, iya pun tak akan tau apa yang menerima teleponku.


tidak ada yang kuat yang akan bisa di cirigai, mamui tak mengerii..


" Ra thank ya o udah mau bantu gue selama ini" kata Selfia sembari membaringkan posisi duduknya.


Di kediaman pak Dani.


" pak sore sebentar ibu ada Cara arisan, mendadak tadi temanku memberi info". kata. bi Ambar. beralasan, padalal Ambar sudah. capek dengan. sendciri nya.j.

__ADS_1


" Iya sudah,. tidak. apa Bu". kata. pak. Dani kepada Bu. Tati.


__ADS_2