Hargai Aku

Hargai Aku
Merelakan


__ADS_3

Like, coment, bintang lima, dan votte, Terimakasih...!!!


😘😘😘😘


Aldi masih setia menemani Graciella di rumah sakit. sedangkan Alfin menunggu Nauvall di dalam.


"Kau Pria yang kuat ayo sadarlah. jangan membuat Anakku, menangis" ujar Alfin, dan saat itu juga Nauvall langsung membuka mata nya.


"Grac" ucap nya dengan pandangan mata yang masih buram.


Alfin, segera bangkit dari duduk nya dan berjalan keluar untuk memanggil Graciella Anak nya.


"Grac, Nauvall sudah sadar" ujar Alfin, Graciella yang saat itu sedang berada dalam pelukan Aldi langsung melepaskan begitu saja dan bangkit berdiri berjalan sedikit berlari ke ruangan Nauvall.


"Papa tidak berbohong?" tanya Graciella menatap dalam manik Papa nya.


"Tidak" jawab Alfin, Graciella langsung menerobos masuk menerjang tubuh Alfin.


Sedangkan Aldi, yang melihat itu hanya bisa diam Alfin berjalan menghampiri nya.


"Tidak apa... jika ia di takdirkan untuk mu dia pasti tetap memilih mu," ujar Alfin menepuk pelan pundak Aldi.


Laki-laki itu hanya tersenyum singkat ke arah Alfin.

__ADS_1


"Tidak apa aku juga rela jika Graciella, lebih memilih nya" ucap Aldi.


Graciella langsung memeluk tubuh Nauvall. hingga Nauvall hampir saja tidak bisa bernafas. ia menumpahkan air semua air mata nya di dada bidang milik Nauvall.


"Awwwcchh... Grac Aku tahu kau begitu mengkhawatirkan aku, tapi jangan terlalu menekan luka bekas tusukan ku" ujar Nauvall meringis.


"Maaffkan Aku," ucap Graciella langsung melepaskan pelukan nya, dan menghapus sisa air mata nya.


"Kau kenapa nangis?" tanya Nauvall sambil memandang dalam wajah Graciella.


"Aku... aku... tidak apa" jawab Graciella gugup.


"Kau mencemaskan keadaan ku?" ujar Nauvall seraya memainkan kedua alis nya.


"Maafkan Aku, aku hanya bercanda" ujar Nauvall merasa bersalah.


"Apa masih sakit?" ucap Graciella mendudukkan diri nya di samping Nauvall.


"Ya... sedikit hanya saja begitu nyeri" ujar Nauvall meringis.


"Bodoh! seharus nya Kau tidak perlu menyelamatkan aku, seharusnya aku yang terkena tusukan pisau itu" ucap Graciella bersedekap dada.


"Karna Aku mencintai mu" ujar Nauvall sambil tersenyum.

__ADS_1


Lagi-lagi Aldi mendengar, dan melihat itu baru saja ia ingin masuk menyusul Graciella. tapi melihat Graciella yang sedang memeluk Nauvall. membuat nya menghentikan niat nya.


"Baiklah Graciella, mulai saat ini Aku sudah ikhlas untuk merelakan mu dengan dia" ucap Aldi membalikkan badan nya dan melangkah kembali keluar.


Alfin, yang melihat Aldi keluar kembali merasa bingung ia mengerutkan alis nya.


"Kenapa tidak jadi?" tanya Alfin menatap wajah Aldi.


"Ku rasa tidak baik mengganggu kedua insan yang sedang melapas rindu selama beberapa tahun tidak bertemu" jawab Aldi mendudukkan kembali tubuh nya di samping Alfin.


"Semoga Kau mendapatkan wanita yang baik" ujar Alfin sambil tersenyum, Aldi hanya mengangguk pelan dan tersenyum tipis.


"Kau hanya sendiri?" tanya Nauvall menengok sana-sini.


"Tidak Aku bersama Papa, dan Al" ucap nya terhenti.


"Aldi... bagaimana aku bisa lupa dengan nya" tambah nya sambil menepuk jidatnya.


"Grac... temui dia sekarang dan katakan kau mencintai nya"


"Tidak Aku harus terus menjaga, dan menemani mu Aku, tidak akan meninggalkan mu" ucap Graciella menggenggam erat tangan Nauvall.


"Kau tenang saja Aldi pasti mengerti" sambung nya.

__ADS_1


"Panggilkan dia untuk ku"


__ADS_2