
" ibu ngapain di kantor abangku?" tanya Rahma pura pura tidak tau apa yang dilakukan ibunya.
" Oh ternyata anak ingusan ini sepertinya tidak mengetahui apa - apa, baguslah Batinnya lalu tersenyum lega
" Kamu sendiri ngapain ada di sini ?" tanya ibu balik seraya menghampiri ku. dan berbisik di telingaku" Kamu tidak usah ikut campur urusan orang tua, urus saja urusanmu". katanya dengan senyum menyeringai.
" Apa maksud ibu, ibu lupa kalau dulu aku pernah magang di sini, sekarang aku datang untuk mengambil hasilnya sebagai resume di deskripsi ku, ibu tenang saja aku tidak akan mencampuri urusan kalian". kata ku seraya memainkan mata ke arah abangku yang lemah itu.
Untung saja Dia paham dengan kode yang aku berikan.
" Ini kan yang kau Cari segeralah pulang, jangan lupa bawa ibu. aku sibuk !" kata mas Randi tegas membuat ibu tak berkutik selain mengikuti ku untuk pergi dari sini.
" Akhirnya lega juga terlepas dari paksaan ibu".
Akhirnya setelah beberapa jam menempuh perjalanan akhirnya kami sampai juga di rumah. karena sudah sore, tentu bapak jug sudah nyariin ibu.
" Kalian dari mana ? " tanya bapak kepada kami,
" Biasa pak, urusan perempuan, " jawabku seraya tersenyum untuk bapak.
" Pasti ada yang nggak beres lagi nih". batin bapak lalu melangkah masuk mengikuti langkahku.
" mama Rahma dari mana aja sih ?" tanya raja dengan manjanya
" Eeee maaf mama Rahma lupa kalau hari ini anak mama pulang ". jawabku mencari alasan biar Raja tidak ngambek.
kalau raja ngambek besar banget urusannya.
" Terus mama Rahma tidak nanyain aku". kata Raja lagi cari cari perhatian.
__ADS_1
" Ada dong " ucapku." Raja sudah selesai ujian kan, terus mama Rahma ada suprise buat Raja kataku seraya mengambil sesuatu yang sudah aku persiapkan untuk Raja yaitu sebuah Drawn kesukaan Raja.
untung saja aku singgah di sekolahnya Minggu lalu dan menanyakan kapan raja ujian makanya aku tau kalau Raja sudah selesai ujian dan menyiapkan hadiah buat Raja.
" Wah Mama Rahma memang is the best". pujinya. " aku suka hadiahnya. " terimakasih ya Ma". kata raja seraya mendekat dan mencium pipi kiri dan kananku.
" Sama - sama sayang". ucapku
lalu Raja berlari kearah kakek dan neneknya pasti melakukan hal yang serupa aku hanya geleng - geleng kepala di buatnya.
" kasian mbak Rani tidak pernah menikmati hal - hal yang aku rasakan sejak bersama Raja. seharusnya Raja melakukannya ke mbak Rani, bukan ke aku.
Aku Janji mbak Tak akan ku berikan siapa saja yang ingin merusak kebahagiaan mbak termasuk ibu. mbak sudah cukup tersiksa selama ini karena ulah ibu, dulu juga aku sempat ikut - ikutan namun akhirnya aku sadar, bagaimana jika aku di posisi mbak Rani. ada pepatah apa yang kita tabur, itulah yang akan kita Tuai.
" Ya Allah terimakasih atas hidayah yang engkau berikan kepadaku, sehingga aku cepat menyadari. berikanlah hidayah yang serupa kepada ibu hamba ya Allah". panjang lebar aku bicara sendiri.
Di kamar ibu ada Bapak dan juga Raja. aku sudah membayangkan ulah Raja kepada kakek dan neneknya.
" kek teman - teman aku banyak yang lanjut sekolahnya di Yogya Lo".kata raja dengan seru dan bangganya.
" Terus bagaimana dengan cucu kesayangan nenek?" Tanya Bu Ambar kepada Raja.
" Bagaimana kalau kali ini aku ikut mama sama papa di Bandung saja nek?" Tanya ulang raja tentu saja membuat ibu sangat terkejut tak menyangka jika Raja punya ide seperti itu.
" sekalian biar Raja bisa jaga mama dan Dede bayi kan mama Rahma bilang Dede bayi tidak lama lagi lahirnya.
aku juga terkejut ketika raja menyebut namaku disebut.
" Boleh juga Ide kamu kata bapak yang ikut Ningrum dengan kami. namun ibu nampak terkejut bahkan matanya melotot saking
__ADS_1
syoknya.
" Pak tidak bisa begitu dong, harus setidaknya di tempat yang sama pak tidak menurun". kata ibu tidak terima dengan usul raja dan bapak .
" Kalau menurut bapak nih, terserah Raja saja, nyamannya di mana". kata bapak.
" Aku yang sekolah, kenapa kalian yang ribut". kata raja kesal dengan kakek dan neneknya yang selalu berantem karena masalah kecil saja.
" Raja masih sayang kan sama nenek?" tanya ibu kepada Raja.
" Ya iyalah nek, sayang Raja sama nenek tidak akan pernah berubah". kata raja penuh semangat membuat neneknya senang.
" Nah gitu dong, itu baru namanya cucu nenek. kalau gitu biar nenek lagi ya yang tentukan sekolah yang bagus untuk Raja.
" Ya sudah kalau begitu menurut aku sih terserah nenek saja yang penting nenek senang, raja juga ikut senang". kata raja dengan polosnya. bapak hanya geleng - geleng kepala dengan keegoisan istrinya yang selalu memonopoli keinginan untuk mengatur cucunya. malam ini kita makan diluar ya nenek mau ngerayain keberhasilan kamu". kata ibu dengan semangatnya.
" Wah yang benar nek". Sambut raja dengan mata berbinar binar seraya mencium pipi kiri dan pipi kanan ibu
" Aku makin sayang deh sama nenek". celetuk raja.
" sama kakek tidak?" tanya bapak yang ingin diperlakukan seperti ibu oleh Raja.
namun bukan Raja namanya kalau bukan nurut sama kakek dan neneknya iya pun menghampiri bapak dan melakukan hal yang serupa.
Aku juga bersyukur dengan adanya Raja bapak dan ibu sangat terhibur tak bisa aku bayangkan jika tidak ada raja di tengah tengah kami pasti sepi.
Di malam hari, kami sudah berada di sebuah restoran yang biasa kami kunjungi.menu makanan sudah di pesan. ibu pun sudah lafal dengan kesukaan kami sehingga hanya ibu yang bergerak. namun tanpa sengaja aku melihat keberadaan Dayu. dia sibuk dengan hpnya, aku pun melihat kearah ibu yang sibuk dengan hp juga. tak lama aku lihat dia beranjak dari tempat duduknya dan pergi tidak tau kemana namun bersamaan
" pak , ibu ke toilet dulu ya, ibu kebelet". kata ibu.
__ADS_1
" Kayaknya ada yang tidak beres ini. batinku, tidak lama ibu pergi, aku pun berpamitan kepada bapak dan raja untuk pergi ke toilet. Sampai di toilet tidak ada mereka di antara orang orang ada yang sekedar mencuci muka ada juga yang memoles Mike up nya yang mulai luntur. namun mereka dimana mereka saking penasarannya .