
" Kalian masih belanja?" tanya Bu Kumala kepada kedua putranya.
" Sudah kok mi di udah mau ke kasir jawab mereka. setelah selesai melakukan pembayaran mereka keluar dari pusat pembelajaran tersebut.
" Aku lapar, apa kalian tidak lapar?" tanya Bayu cengengesan.
" Huh pasti deh urusan makan nggak kan kelewat". kata larat kesal padahal rencananya mau pulang saja kakinya sudah merasa pegal dari tadi mondar mandir.
" ya udah yuk kita cari tempat makannya" . mama menanggapi dengan antusias mereka pun pergi ke salah satu restauran sea food kesukaan mereka.
" Ma papa ada kabar nggak?" tanya Andi akhirnya bersuara juga.
" Kamu tuh ya macam nggak tau papa aja, bagaimana dia kalau sudah ketemu teman bisnisnya pasti ngelantur dah". kata mama kesal habis papa jarang banget meluangkan waktunya untuk santai bersama keluarga. selalu mencari peluang, peluang dan peluang.
tibalah mereka di salah satu restauran terbaik di Singapura yaitu restauran BLU Kauzinasiglap.. Belum berapa jauh melangkah Andi melihat Dayu bersama keluarganya, mereka pun sempat beradu pandang. namun Andi cepat berpaling. ternyata Laras melihat pemandangan ini karena sebelum masuk dia sudah di kabari oleh anak buahnya.
" Hem kenapa juga harus ada dia sih bikin hilang mut saja". batin Laras dengan kesalnya.
__ADS_1
" Ma kita di room VIV aja ya". Pinta Laras.
" Iya ya jawab mama antusias. setelah masuk di area VIV, tak sengaja mereka melihat Tuan Wijaya bersama seorang Wanita, mungkin mereka ada jadwal meeting, atau ketemu klien?" batin Laras ikut kesal seperti ibunya.
" Ma aku temui papa dulu ya ". pinta Andi kepada ibunya.
" Iya tapi jangan lama ya setelah pesanan datang kamu harus balik kesini makan". kata bi Kumala penuh penekanan.
" Iya ma". Jawab Andi singkat lalu berjalan mendekati di mana tuan Wijaya berada.
" Eh Ndi kamu disini nak ". sapa tuan Wijaya setelah melihat Andi datang.
" Yang lain dimana?" Kanya tuan Wijaya".
Andi hanya mengarahkan pandangan di mana keberadaan ibu dan saudaranya tuan wijayapun melambaikan tangan disambut oleh mereka dari kejauhan.
Di kediaman pak Dani,berkumpul semua sanak keluarga. ibu sudah nampak sembuh walaupun tiga bulan lalu sudah di bolehkan pulang namun ibu selalu melakukan kontrol dan terapi selama tiga bulan ini sehingga Sekang Bu Ambar di nyatakan sembuh total.
__ADS_1
" RAN bagaimana kamu sudah menemui Rani?" tanya Bu Ambar kepada mas Randi.
" Belum buk, Rani ada di Singapura, aku mau susul dia buk" . kata Randi kepada ibunya.
" Apa kamu sudah gila, sudah tidak punya harga diri lagi mengejar - ngejar perempuan yang jelas - jelas sudah meninggalkan kamu". kata Bu Ambar yang mulai kesal dengan sikap mas Randi yang menurut ibu harus mencari penggantiku.
" Bu aku tidak mau cerai sama Rani Bu". kata Randi dengan sedih dan muka ditekuk.
" Ah terserah kamu saja, kalau ibu sih ogah mau lagi sama dia, macam tidak ada perempuan lain saja. Akhirnya Bu Ambar pun pergi meninggalkan Randi seorang diri.
" Mbak maaf kalau aku baru tau kalau selama ini mbak sakit". kata bi Ijah.
" iya tidak apa - Apa jawab Bu Ambar mendelik sebal kepada iparnya itu menurutnya selalu ikut campur dalam urusan keluarganya.
" Mbak Mas Dani di mana?' tanya bii Ijah membuka percakapan antar keluarga.
" Masih di kantor, nntar juga pulang.
__ADS_1
" Oh iya mbak. mbak yang sabar ya?
" Iya terimakasih. kata Bu Ambar agak kesal saja dengan kedatangan iparnya itu.