
Randi pun mengambil jas dan memakainya lalu keluar dari kantornya untuk mencari buah yang yang di minta oleh Rani. Iya mengawali pencarian dari mall dekat kantor, namun belum di dapat. setelah beberapa jam Randi berkeliling, namun buah yang di maksud belum di temukan juga Randi hampir frustasi setelah itu Randi memutuskan untuk pergi ke pasar tradisional untung saja buah yang di maksud ada di jual di pasar tersebut, randi pun membelinya dengan jumlah yang sangat banyak dengan hati senang Randi pun sudah membayangkan bagaimana ekspresi bahagianya Rani setelah di bawakan buah buah tersebut.
Mobil Randi sudah memasuki halaman rumahnya, ketika Rani mendengarkan derunya suara mesin mobil, dengan segera beranjak lalu berjalan ke arah datangnya mobil, Rani pun segera menghampiri randi dan melihat kantongan yang di pegang nya Rani pun menyambut kantongan yang dira berikan oleh Randi dengan mata berbinar - binar saking senangnya seperti anak kecil menerima oleh - oleh dari sang bapak lalu masuk ke dalam rumah dan mencuci buah tersebut lalu menyimpannya di keranjang buah. sementara Randi langsung menuju ke kamarnya untuk membersihkan diri hampir seharian mencari Cari buah yang Rani maksud .
Bu Ambar yang melihat Randi pulang segera ingin tau buah apa sih yang di maksud Rani, heboh banget sampai Randi harus pulang segala ikuti kemauannya dia
" Manja sekali dia". gerutunya dalam hati nya.
" Bu bapak belum pulang?" tanya Randi.
" Belum lah mana ada papa kamu bolos kerja karena istri minta ini minta itu". sindir Bu Ambar kepada Rani. Rani yang mendengar kata Bu Ambar langsung pergi menjauh tidak ingin merusak situasi hati ya karena kata kata pedas dari ibu mertuanya.
__ADS_1
" Bu Rani itu lagi mengidam, hamil anak aku, cucu ibu, ibu jok selalu bersikap ketus sih sama Rani ". Randi kesal pada ibunya merasa sampai saat ini Rani masih saja tidak becus sebagai istri Randi. dan selalu ingin saja memisahkan mereka berdua.
di halaman belakang rumah Tadi terdapat tempat kursi namun. tidak mendapati buah yang sudah di cuci lalau disimpan di kulkas, Rani hanya sekena saking ingin makan dia hanya sekedar makan buah tersebut.lalu sudah senang hatinya. .
Randi mengikuti Rani ke arah halaman belakang rumahnya. sesampainya disana dia heran dan sedikit ke cewa dengan sikap tani padahal kan dia suah susah payah mencari buah tersebut, namun kenapa Rani memakannya hanya sekedar sekali ini.
" kenapa juga ," dia makan cuma sekedar saja, nggak tau apa aku seharian mencari - cari buah itu . namun kenapa Ketika sudah ada dia makan hanya sekedar saja aku kesal di buatnya ". batin Randi mengomel sendiri.
" Kok makan buahnya hanya sedikit saja kata Randi sekedar nyindir, namun Rani
" Tau begitu aku tak akan ke sana ke mari mencari itu buah" kata Randi lagi
__ADS_1
" mas menyesal?"
" Mas itu bukannya mau aku mas tapi maunya anak yang ada di sini". kata Rani lagi dengan mata berkaca - kata sembari mengusap perutnya yang masih rata itu.
" Kamu itu terlalu manja, kamu nggak tau suami kamu sampai membuang buang waktunya hanya meladeni kamu". kata Bu Ambar tiba tiba muncul dari dapur.
Tak ingin berdebat dengan ibu mertua Rani langsung berdiri dan pergi meninggalkan mereka di ruang tamu .
" Itu istri yang kamu pertahankan cuma nambah ngelunjak saja bagaikan tuan putri ". kata Bu Ambar dengan nada kesal .
" Bu Rani sedang mengidam, hamil anakku, memangnya ibu waktu ngidam tidak pernah mengalami hal seperti Rani?" Randi berusaha membela Rani.
__ADS_1
" OOO sejak kapan kamu sudah mulai jawab ibu karena perempuan itu?" ibu sudah mulai emosi dengan perhatian Randi pada Rani.