Hargai Aku

Hargai Aku
Wanita Ardan


__ADS_3

"lupa atau benar benar lupa faris....


apa kamu malu sekarang dengan pekerjaanmu yang sebagai pembantu rumah tangga." ejek Anita


"Dulu kamu pelayan kafe..., waktu itu aku marah ke kamu Aldo membelamu, ternyata hanya untuk menjadikan kamu pembantu di rumah adik sepupunya."


"aku pikir kamu mau di jadikan pacarnya atau istrinya sampai ia berpaling dari ku dan menghindari aku... ternyata....oh ternyata.....duh..kasian...n jadi babu....." kembali Anita menghinanya..


"asal kamu tau aja ya ris.....


aku ini wanitanya mas Ardan." tegas Anita. "Dia satu satunya milikku ris...."


"udahlah mbak...tak usah di bahas..." jawab Farisa malas. Farisa tak menjelaskan kedudukannya sekarang di rumah Ardan.


ia menyadari posisinya sekarang, kurang tepat menjelaskan. takut tidak sesuai yang diinginkannya.


"udahlah masuk mbak...


saya lagi malas berdebat..."


Mendengar keributan di rumahnya, Ardan keluar dan menghampirinya "ada apa ini, sayang ..... sambil merangkul pundak anita." Ardan menunjukkan kemesraannya di depan farisa.


Hal ini dimaksudkan agar farisa tak betah tinggal lagi dengan Ardan.


"ini lho bebi...pembantu mu... aku kenal. Pembantu-mu itu dulu seorang pelayan kafe, ia menggoda Aldo... "


"Rupanya bukan hanya Aldo, banyak pria pria berduit juga sering mengunjungi kafenya untuk mencarinya...."adu Anita..


"aku takut ke depan...ayang beby juga akan di godanya. makanya jangan deket deket sama pembantu mu itu.


oh iya..!" sahut Ardan


"iya beby.." Anita menegaskan


"enggaklah...sayang, kan kamu satu satunya pemilik ku." kata Ardan


"hei farisa! mana minumannya?" bentak Anita


"iya sebentar lagi." jawab Farisa


Farisa membawa minuman dan camilan ke ruang tamu, dipikirnya mereka ada di ruang tamu.


ternyata mereka berdua ada dikamar Ardan.


"bawa sini farisa, ke kamarku"..jawab Ardan


kemudian farisa meletakkan kembali minuman serta camilan yang ada di meja ke atas nampan.


Farisa ragu untuk membawanya ke kamar Ardan, mengingat mereka sedang berada dalam satu kamar


lama farisa menimbangnya..ia ragu..


"bawa...tidak. bawa...tidak ..


tidak, nanti aku takut kena marah mas Ardan.


bawa....tapi, aku tak mau melihat kalau mereka sedang berbuat dosa ..


ya...udahlah aku bawa aja....


apa pun yang aku lihat nanti,. aku anggap tidak melihatnya...."


Farisa membawanya sampai di depan pintu.


terdengar lenguhan lenguhan nafas laknat dari keduanya, farisa hanya terdiam...hatinya sakit....ia merasa benar benar tidak dihargai


sebagai istri sahnya sekarang.


sebelumnya farisa tidak menganggap Ardan dan anita tidak sampai berbuat seperti itu, namun ternyata anggapannya salah besar. keduanya berani melakukan dosa besar di rumahnya sendiri, saat istrinya berada di rumah. benar benar pasangan laknat


Farisa hanya meletakkan minuman tersebut di depan pintu, lantas bergegas menuju kamarnya

__ADS_1


ya Allah kuatkan aku. aku menganggap pernikahanku dengannya adalah pernikahan suci. meskipun belum ada cinta di hatinya.


baik...aku akan tetap di sini...sebelum jatuh kata talak darimu mas.


beberapa hari, setiap bulanya anita menginap di rumah Ardan, farisa hanya dijadikan jongos saja.


hingga di bulan ke enam dari pertama Anita datang ke rumah, Anita mengatakan pada Ardan bahwa dirinya hamil


"Bebi....." panggil anita manja


"iya sayang..."


"aku udah telat nih ...."


"telat apaan..emang kamu mau ke mana?


baru datang bilang telat.."


"maksudku aku tak datang tamu bulanan "


.


"masak iya...."


"iya..."


"terus..?"


"ya ....terus. aku udah tes pakai tespek kehamilan...tidak hanya satu malah.


ada lima aku beli semuanya...hasilnya positif."


"jadi...?"


"jadi ya aku hamil....


udah tiga bulan, aku telat beby."


"bagaimana apanya?" anita bertanya maksudnya


"tapi aku beristri nita....!"


"tunggu,.... jangan bilang kalau farisa istri kamu mas!!"


"iya ...dia istri aku..."


"kalau gitu ceraikan dia mas.


aku lagi hamil anakmu mas..."


"bagaimana ya nita ....orang tua ku yang memilihnya.."


"aku tidak peduli mas"


sambil menangis anita menyuruh Ardan menceraikan anita


"pokoknya ceraikan anita !!


nikahin aku mas....


aku tak mau anak kita tidak berstatus mas...


aku tak mau anak kita lahir tanpa status ayah dari kamu mas...." tangis anita menjadi..


"mas aku tunggu satu minggu keputusanmu mas. kalau tidak maka aku sendiri yang ke rumah orang tuamu, mengatakan kondisiku pada orang tuamu.'


"iya iya nit...aku akan bertanggung jawab atas dirimu."


farisa tak sengaja mendengar pertikaian anita dan Ardan. farisa hanya menangis menghadapi nasibnya kini ..


kalau sudah begini.....aku harus bagaimana?

__ADS_1


Farisa kembali masuk ke kamarnya, dia bersikap seakan akan dia tidak tau apa apa.


sejak saat itu Anita tinggal bersama Ardan di rumahnya


Farisa di perlakukan bak pembantu yang mengurus semuanya. Bahkan kini farisa tak pernah lagi mendapat uang belanja dari suaminya.


Semua yang belanja dari keperluan dapur semua yang kendalikan Anita. Jika ada kekurangan farisa harus minta kepada anita.


hingga satu bulan berikutnya farisa masih menyandang sebagai istri sah Ardan


sementara anita hanya dinikahi siri oleh Ardan.


Mereka tinggal dalam satu rumah


tak jarang anita sering memojokkan farisa sebagai gadis yang suka membuat anita menderita.


Seperti kali ini ia mengadu pada Ardan bahwa farisa bermaksud mencelakainya. padahal yang terjadi sebaliknya..


"mas....aku tadi didorong farisa hingga hampir terjatuh. untung aku bisa pegangan, coba kalau tidak....bagaimana?" adu Anita pada Ardan


Mendengar aduan Anita, Ardan bergegas menghampiri farisa lantas menamparnya


plak...plak..


"mas...ada apa ini..?' tanya farisa sambil menangis...


"dasar ******..! gembel....


beraninya kamu...mendorong anita yang sedang hamil anakku..hingga hampir terjatuh..."


"mas...sabar dulu mas .. dengarkan aku dulu mas..! aku tak pernah mendorong mbak anita mas." jelas Farisa


"malah dia yang hampir membunuhku dengan pisau, terus pisaunya aku ambil paksa." Farisa meneruskan penjelasannya


"kau malah memfitnah anita itu bagaimana?"


'tidak mas..aku tidak memfitnahnya...


itu nyata mas.... tolong percaya aku mas..." mohon farisa


"demi Tuhan mas....."farisa berusaha meyakinkan.


"kamu ya, udah aku coba pertahankan. agar orang tuaku tak kecewa sama kamu....


aku tau....kamu itu, jadi santapannya pria pria kaya. sebelum sama aku ..


jangan sok polos kamu....


kamu juga pernah sama Aldo kan....." tuduh Ardan


"mas....jangan seenaknya kamu menuduhku mas..... aku tak pernah melakukan hal keji kayak gitu mas...."


"alah....h banyak omong, pinter berdalih....kamu


untung aku tak pernah meniduri kamu ....


aku jijik sama kamu faris ....


tampang aja polos, tapi adah kayak jalan raya..kamu... maka sekarang juga aku talak kamu..


kamu sudah bukan istri aku lagi..


sekarang, kemasi barang barang kamu...!, nanti akan aku panggil Aldo biar jemput kamu.


kamu kan kekasihnya dulu....."


Anita yang mendengar semua itu senyum senyum sendiri. ia merasa menang, Ardan sebentar lagi utuh dan resmi menjadi miliknya...


farisa sambil menangis sesenggukan mulai berkemas kemas. ia memasukkan semua barang yang dibawanya saat pindah ke rumah Ardan.


ia kini tak punya apa apa. ia hanya membawa pakaian dan cincin kawinnya dengan Ardan saat keluar dari rumah itu.

__ADS_1


__ADS_2