
Sepasang suami istri yang nampak begitu bahagia sedang duduk di sebuah pelaminan yang sudah disiapkan khusus untuk menyambut tamu undangan untuk mengucapkan selamat kepada kedua mempelai serta keluarga mempelai yang tak kalah berbahagia hari ini. begitu pulang kedua orang tua yaitu Bu Tika dan pak Wisnu dengan bahagia mendampingi putri kesayangannya, serta nyonya Kumala dan tuan Wijaya Kusuma mendampingi putra pertamanya senyum manis selalu terhias menunjukkan kebahagiaan sebagai orang tua pada akhirnya anak sulung mereka menikah juga.
" Tidak disangka akhirnya kita punya mantu juga ya pa". kata nyonya Kumala kepada suaminya.
" Iya ma papa sudah tidak sabar pingin nimang cucu". kata tuan Wijaya dengan semangat.
" Tenang pa, mama sudah siapkan tiket ke Paris untuk mereka berbulan madu".
" Wah kayaknya mama bergerak lebih cepat deh dari pada papa bisik tuan Wijaya ditelinga istrinya.
" iya dong pa". jawab nyonya Kumala tak kalah mesranya walau umur mereka tak lagi muda namun tetap semangat dan terlihat awet muda.
***
Ditempat lain dimana sepasang mata bagaikan ingin memangsa yang ada didepannya hatinya gemuruh menahan rasa kecewa yang dipendamnya sendiri,
" seharusnya mempelai prianya adalah Randik, bukan lelaki itu". katanya menatap sinis ke depan dengan tangan mengepal menahan emosi dan rasa kecewanya.
Namun sebisa mungkin iya sembunyikan.
Rani sembunyi - sembunyi memperhatikan ibu mertuanya yang nampak gelisah.
__ADS_1
" ibu kenapa ya kok tatapannya seperti ini pada Dayu". batinnya karena merasa aneh saja sepertinya ibu mertuanya belum Mufon dan masih berambisi ingin menikahkan Randi dengan Dayu.
Karena saat ini tidak mungkin ada yang yang mendukung tindakannya maka ibu mertua nampak frustasi.
" Mas kita pulang". pintanya pada sang suami yang masih asyik bercerita dengan teman bisnisnya.
" permisi". kata pak Dani kepada rekan bisnisnya sembari menarik lengan istrinya agar tidak terlalu nampak oleh para tamu yang begitu banyaknya.
" Ma ikhlaskan, doakan mereka semoga bahagia". kata ayah Dani mengingatkan ibu.
" Ma.....,.".
" Wah anak mama dari mana saja dari tadi baru muncul". Kata Rani menggoda anaknya.,
" Ma aku habis makan es cream banyak banget". kata raja yang makin lucu dan menggemaskan.
" Kita sudah mau pulang atau bagaimana mas?" tanya Rani pada Randi.
" Kok pulang, acara saja belum selesai". ibu yang menjawab dengan sinis.
" Sudah Bu jangan marah - marah di sini, malu kan diliatin orang".
__ADS_1
" Itu karena ulah bapak yang selalu memanjakan dia". kata ibu sambil mencibirkan bibirnya kepadaku.
" Bu.....!"
Mas Randi ikut berbicara namun ayah menahannya karena tak enak ribut di tempat umum seperti ini.
Di tempat lain dimana mempelai dan pendamping menerima ucapan selamat dari para undangan yang ingin pulang duluan.
Acara masih berlangsung dengan ramainya, para tamu undangan menikmati makan malam di pesta tentu dengan menu yang lezat - lezat.
" Selamat ya Tuan Andi". ucap Randi kepada mempelai pria, giliran ke Dayu entah mengapa lidah Randi tiba - tiba Kelu tak bisa berkata apapun untuk Dayu hanya menjabat tangan dan menganggukkan kepala saja.
" selamat ya Andi, Dayu semoga kalian cepat dapat momongan". kataku sambil jabat tangan Andi dan Dayu memberi selamat.
" Terimakasih RAN kalian sudah mau datang kesini". kita merek bersamaan.
Rani hanya menganggukkan kepala seraya menyusul mas Randi ke parkiran.
" Mas kamu kenapa?" tanya Rani mendapati Randi sedang memikirkan sesuatu.
" hmmmm, tidak ada apa kok RAN". katanya sambil memeluk pinggang ramping sang istri.
__ADS_1