Hargai Aku

Hargai Aku
Meminta bantuan


__ADS_3

**Like, coment, bintang lima, dan votte, Terimakasih...!!!


😘😘😘😘**.


Nauvall, pergi menemui saudara perempuan nya yang masih tinggal di Indonesia diri nya berniat ingin membalas perbuatan Graciella yang sudah memanas manasi nya ntah tahu dari mana jika tadi Graciella sedang mencoba membuat diri nya cemburu ntah lah inti nya sekarang Nauvall sedang hancur. dan apa yang membuat Graciella, memanas manasi nya bukan nya Graciella tidak tahu bahwa Irwan itu Nauvall.


Nauvall, telah sampai di depan rumah mewah tapi sederhana membuka pintu dan langsung masuk ke dalam.


"Kak Nauvall tumben sekali kau main ke rumah" sapa Irma sambil menyuruh Nauvall untuk duduk.


"Butuh bantuan" ujar Nauvall sambil menatap memelas me arah Irma.


"Jika butuh saja kau baru datang kepada ku" ucap Irma sinis.


"Mau membantu atau tidak?"


"Kalau mau di bantu minta nya baik baik gausah ngegas"


"Orang lagi duduk siapa yang naik motor."


"Terserah, dasar ngga nyambung" ucap Irma malas.

__ADS_1


"Mau bantu tidak?" ujar Nauvall memohon.


"Tidak!" ucap Irma seraya bersedekap dada.


"Yasudah kalau tidak mau bantu" ujar Nauvall pura pura merajuk.


"Yasudah sana pulang Aku juga sibuk!" ucap Irma yang membuat Nauvall langsung berlutut di kaki nya.


"Plis bantu Aku, aku perlu bantuan mu" ujar Nauvall memohon dengan muka yang di buat semelas mungkin. diri nya tahu bahwa Irma adalah orang yang tidak tegaan dia akan membantu sebisa dia tapi dia juga mempunyai jiwa membunuh jika ada yang mengusik hidup nya.


Irma bukan perempuan lemah diri nya di latih sejak kecil oleh Ayah nya. semua jurus silat, dan karate sudah di kuasi nya.


"Apa yang bisa Aku bantu?" tanya nya dengan raut wajah sedikit menyesal.


"Hanya itu?" tanya Irma sambil mengerutkan keningnya.


"Iya hanya itu" jawab Nauvall sambil mengangguk.


"Yakin cuma itu" ujar Irma masih tidak yakin.


"Ya memang cuma itu" ucap Nauvall mantap.

__ADS_1


"Nanti engga bakal nyesel?" dan Nauvall hanya membalas nya dengan gelengan kepala.


"Cepatlah kau mau atau tidak!?" ucap Nauvall yang mulai kesal lagi.


"Iya... iya Aku mau!" ujar nya dan langsung meninggalkan Nauvall begitu saja.


"Kau mau kemana!" teriak Nauvall tapi tidak di hiraukan oleh Irma.


"Menjengkelkan kalau saja bukan karna untuk membuat Graciella cemburu aku tidak mau meminta bantuan kepada nya!" ucap Nauvall sambil mengelap keringat yang ada di kening nya dengan sapu tangan nya.


Irma menghampiri Nauvall kembali saat diri nya sudah rapi berdandan dan berganti baju.


"Ayo" ajak nya Nauvall langsung memandang nya dengan heran.


"Kau mau kemana?" tanya Nauvall heran lupa akan tujuan nya.


"Dasar pikun kau mau ku bantu atau tidak si!" jawab Irma sambil menarik pergelangan tangan Nauvall agar berdiri.


"Owuh, Iya. maaf" ucap Nauvall sambil nyengir.


"Dasar ya sudah ayo!" ujar Irma masih dengan menarik pergelangan tangan Nauvall sampai ke halaman nya.

__ADS_1


Irma, terkejut karna Nauvall ke sini hanya memakai motor matic saja dan Irma tidak terbiasa memakai motor untuk pergi ke mana.


"Naik mobil ku saja motor butut mu ini tinggalkan saja di sini" ucap Irma yang membuat Nauvall kesal tapi diri nya lebih baik menyimpan kesal nya itu dulu agar Irma tidak marah dan mau menolong nya.


__ADS_2