Hargai Aku

Hargai Aku
Pencarian Ardan


__ADS_3

Di rumah kos kosan pagi hari, Farisa telah bangun, bersih bersih dan memasak untuk dirinya sendiri. sebentar kemudian ia harus berangkat bekerja. lumayan...selain untuk mendapat penghasilan juga untuk mengisi waktu luangnya.


Ia bekerja di sebuah butik ternama di kota tersebut sejak seminggu yang lalu.


Pagi ini ketika ia akan berangkat kerja terlihat ada sebuah mobil mewah yang terparkir di halaman. Namun pintu mobil tak kunjung terbuka.


Lama Farisa mengamati mobil tersebut dari dalam. " Mobil siapa ya....? kok kayaknya aku tau mobil itu". sebentar kemudian mobil itu pergi meninggalkan rumah.


Farisa mulai merasa ada yang tidak beres dengan mobil tersebut. Pasalnya ia telah menghitung sampai kini, telah seminggu mobil itu hampir tiap pagi berada di depan kosnya.


Ia tak tau itu siapa dan apa tujuannya berada di depan kos kosnya. "Ah tapi masa bodoh-lah mungkin saja mobil itu berurusan dengan yang punya kos.." pikirnya menenangkan


" aku merasa tak punya musuh...., apa mungkin itu mobil keluarga mas Ardan...kembali ia menebaknya dalam hati.


Ia menunggu sampai mobil itu meninggalkan kos seperti biasanya. kemudian baru ia berangkat kerja.


Hari ini sebelum bekerja, ia berencana mengadukan keberadaan mobil itu kepada yang punya kos.


Farisa menuju rumah bapak yang punya kos dan mengadukan tentang mobil yang tiap pagi ada di depan rumah.


pagi hari berikutnya bapak yang punya kos keluar rumah menuju mobil yang terparkir di depan kos farisa


tok... tok..tok. suara ketokan kaca pintu mobil oleh bapak yang punya kos di mobil tersebut.


terbukalah kaca mobil itu.


"selamat pagi, bapak!" lata bapak yang punya kos


"selamat pagi " jawab pengemudi mobil


"maaf pak, saya perhatikan sudah seminggu lebih, bapak tiap pagi memarkirkan mobil di sini. menjelang siang bapak meninggalkan lokasi, sebenarnya ada apa pak?" tanya si empunya kos


" Sesudahnya saya mohon maaf pak, sebenarnya saya sedang mencari istri saya pak..!"


" Lho emang istri bapak ini siapa kok sampai bisa berada di sini? perasaan yang kos di sini, udah pada lama. "


" begini pak saya mau nanya adakah anak kos di sini yang bernama Farisa kartika dewi biasa di panggil Farisa.."


Ada...., tapi.. jawab si empunya kos


"tapi apa pak?" Ardan mendesak.


"Tapi setau saya, dia belum bersuami. sebentar, nanti tuan tak pertemukan pada orangnya. pas kebetulan dia belum berangkat.


ayo tuan..! ajak si empunya kos

__ADS_1


"baik, ayo....sebelumnya saya ucapkan terima kasih " jawab Ardan.


Ardan keluar dengan wajah datarnya dari mobil.


Sementara farisa yang mengintip dari balik korden jendela kamarnya mendesah."heh..mas Ardan..! rupanya orang yang ada di mobil itu mas Ardan..!" keluh farisa dalam hatinya


"aku harus bagaimana ini,! apa aku harus ngikut aja apa katanya? atau aku harus..."


baru berpikir sudah terdengar ketukan pintu


Bapak yang punya kos mengetuk pintu.


tok... tok...tok...


setelah pintu terbuka


"selamat pagi mbak Farisa !" ucap bapak kos


"iya...pak" jawab farisa


"ini mbak, ada yang mencari mbak. katanya mbak farisa ini istrinya. apa benar mbak?"


farisa hanya diam tak menjawab sambil mempersilahkan duduk pada dua tamunya.


"gimana kabarmu .faris .."


"baik.." jawab farisa singkat


"faris...mas minta maaf pada kamu. ayo pulang...! papa dan mama menunggumu di rumah."


Farisa lama terdiam mendengar ucapan Ardan. ia merasa kalau yang membutuhkan dirinya bukanlah Ardan sebagai suaminya


Ia merasa tidak berguna, kalau toh ditungguinya Ardan hanya akan membutuhkan orang lain yang melayaninya.


Ia tak mau lagi dijadikan sebagai pembantu saja bukan sebagai istrinya. Padahal jelas ia sebagai istri sahnya.


Setelah berfikir sebentar ia menjawab"Mas, maafkan faris, farisa belum bisa pulang sekarang. Faris mau nenangin diri dulu. mas pulang sendiri aja dulu"


" ya udah ... kalau gak mau pulang sekarang, nanti habis dari kantor mas pulang kesini sekalian jemput kamu ya..." ucap Ardan lagi


Kemudian Ardan pamit sama bapak yang punya kos "tolong ya pak..! saya nitip istri saya" pinta Ardan. saya permisi ke kantor dulu ..."


"ya,... tuan silahkan." jawab bapak yang punya kos.


Setelah Ardan pulang Farisa bergegas pergi berangkat kerja.

__ADS_1


Ia menjadi terlambat ke tempat kerja dan kena awan panas dari seniornya di tempat kerja.


Ia dimarahi sang senior karena dianggap tidak kompeten saat bekerja. Hari itu ada seorang pelanggan sultan yang akan mengambil gaun pesanannya untuk calon istrinya.


Pasalnya gaun itu akan dikenakan sore ini. rencananya untuk pernikahan mereka. Jelas sultan ini marah besar. Gaun yang mereka inginkan ternyata belum siap.


Melihat bukti pengambilan yang diberikan sultan itu ternyata pengambilan gaun jam 04.00, sore membuat sang senior si butik ini bisa beralasan untuk pengambilan gaun harus sesuai jam yang tercantum.


Sore hari Farisa menyiapkan barang yang telah dipesan sang sultan. Ia menunggu sang sultan mengambil pesanan.


Lama menunggu, akhirnya sang sultan muncul juga. Kali ini sang sultan tidak ditemani calon istrinya melainkan orang yang dikenal oleh Farisa.


ya...sultan tersebut ditemani Aldo. Aldo orang yang mengenalkan Farisa pada papanya Ardan.


Melihat Aldo Farisa hanya terdiam, ia pura pura tak mengenalnya.


"mana mbak pesanan saya?" tanya pelanggan sultan.


"ini mas.." jawab Farisa.


Aldo yang dari tadi melihat lihat jas dan kemeja yang terpajang, menoleh sumber suara yang menjawab pertanyaan temanya tersebut.


Ia merasa mengenal suara itu. Kemudian ia mendekati mereka berdua. Setelah mendekat ia mengamati dan memperhatikan gadis yang melayani temannya.


"Tenyata Farisa,..tapi kenapa ia tak menyapaku ...sombong sekali dia. Apa sebenarnya yang terjadi pada rumah tangganya? hingga Ardan mencarinya" pertanyaan dalam hatinya


Ketika ia sedang melamun, ia terkaget suara temannya. "do... ayo sudah ini"..panggil temannya.


"iya...iya...." jawab Aldo


sambil berjalan mengikuti temanya aldo berfikir bahwa ia harus kembali ke butik segera setelah mengantar sang teman untuk tau lebih jauh tentang masalah Farisa.


Ia merasa bertanggung jawab karena ialah orang yang memperkenalkan Farisa pada om Raditya dulu.


Tak lama berselang Farisa sedang bersiap siap untuk pulang datang seorang yang tadi bersama pelanggan sultan tadi. ya....Aldo lah yang datang kali ini....


"Ada apa lagi ini? si Aldo datang lagi." gumaman Farisa sambil ke dalam untuk mengambil tas selempang nya. ia bergegas untuk menghindari Aldo kemudian pulang...


"Mbak...Farisa -nya ada...?" tanya Aldo pada senior farisa


"ada..tuh..., lagi bersiap untuk pulang"...jawab sang senior


Faris ...farisa....! panggil seniornya


"tuh kamu dicari...orang" kata salah satu teman kerjanya yang menggantikannya di sip berikutnya.

__ADS_1


__ADS_2