Hargai Aku

Hargai Aku
" RINDU" POV: Randi


__ADS_3

" Mas sebenarnya apa sih yang terjadi?" tanya Rahma masih penasaran dengan apa yang menimpa ibunya.


Randi tak bergeming dengan pertanyaan Adik satu - satunya.


Karena merasa tidak dapat jawaban dari kakaknya Rahma menghampiri bapaknya.


Pak Dani mengelus dengan lembut rambut putrinya.


" Sabar Nak ini semua terjadi karena kehendak tuhan. Tuhan sedang memberikan kita cobaan biar kita lebih dekat kepadanya ". jawab ayah.


Namun Rahma bukan anak kecil yang bisa begitu saja menerima perkataan ayahnya.


" Iya aku ayah jika ini semua cobaan dari Tuhan untuk kita semua, aku yakin pasti ada penyebab lain yang menyebabkan ibu sakit.


"Terus mbak Rani mana yah ?" tanyanya lagi.


" Ada, mereka ada di rumah omah mu antar Raja tadi yang minta diantar. kata pak Dani masih menyembunyikan kenyataannya.


Mendengar nama istrinya disebut Randi mendongakkan kepalanya mencari - cari barangkali ada sosok Rani, namun tidak ada.


lalu Randi pun beranjak pergi keluar dari ruang rawat Bu Ambar.


" Yah mas Randi mau kemana dia, Kenapa aku rasa ada yang aneh dengan mas Randi pa?" " Apakah ada yang kalian sembunyikan dariku?" tanya Rahma bertubi - tubi.

__ADS_1


" Pa jawab aku, ada apa sebenarnya?" tanya Rahma ragi.


Pak Dani tidak mampu lagi melihat anaknya demikian.


" Ada masalah besar nak untuk keluarga kita". kata pak Dani akhirnya.


" Ini pasti ulah ibu lagi" Kata Rahma menebak.


Pak Dani hanya bisa mengangguk anggukkan kepalanya.


" namun tidak seratus persen nak". Kata ayah lagi yang selalu membela posisi ibu.


" Mbak Rani sudah tau kalau ibu masuk rumah sakit?" Tanya Rahma lagi terisak.


" Kakekmu telah mengambil keputusan untuk memisahkan mereka. kakekmu punya bukti kuat untuk itu.


" mengapa ibu tidak pernah jera dengan semua ini". Tanya Rahma yang mulai ikut menyalahkan ibu nya karena Rahma tau persis sifat Oma dan Opanya lembut dan penyayang namun di balik itu terselip ketegasan dalam mengambil keputusan, siapapun tak ada berani yang melawan.


" kasian kak Rani, yang selalu jadi korban akibat ke keegoisan ibu". kata Rahma lagi.


Padahal aku merindukan mbak Rani juga yah dengan Raja.


"Iya".kata pak Dani singkat sembari menganggukkan kepalanya sambil mengusap lembut kepala Rahma.

__ADS_1


" Kamu masih bisa bertemu mereka di rumah Oma". Kata Pak Dani menghibur Rahma.


Rahma hanya mengangguk pasrah. di lihatnya jam sudah waktunya makan siang, Rahma pun pamit untuk membeli nasi dekat kantin rumah sakit.


" Rahma keluar dulu ya yah". kata Rahma pamit pada ayahnya.


di kediaman Tuan Wijaya, Randi ketat ketir memasuki pekarangan rumah eyang ya seperti memasuki rumah orang lain saking takutnya.


Dia mengetuk pintu berharap Rani yang membukakan pintu, namun sia - sia. yang membukakan pintu adalah bi Surti.


"Eh Tian muda". Sapa bi Surti kepada Randi.


" Eyang kemana bi?" tanya Randi basa basi.


" lho memangnya Aden nggak tau?' Tanya bi Surti kaget.


" raja, dan Rani, ada kan bik?" Tanya Randi Lagi. membuat bi Surti jadi bingung takut berkata salah akhirnya dia masuk kedalam.


" Permisi Aden, bibi masuk dulu tadi sementara masak akut masakan bibi gosong.


" Oh iya bij, nggak apa - apa bik". kata Randi dengan sikap sendu.


Bi Surti pun masuk dengan perasaan bersalah masih membiarkan tuannya di luar, ada rasa aneh beliau tidak mau salah tindak dan salah ucap walaupun itu dengan cucu majikan sendiri.

__ADS_1


__ADS_2