
Siska kembali ijin jika hari ini ia, tidak masuk bekerja.
Julian sedang berada di kantin dengan Arsen. menikmati secangkir kopi susu sambil bicara mengenai Siska.
Arka yang menyuruh anak buah nya untuk mematai Arsen nampak duduk berdekatan dengan mereka seraya merekam apa saja yang di bicarakan.
"Tuan sebentar lagi kita akan tahu semua tentang Siska" Julian.
"Aku menemui nya semalam di rumah sakit. tapi ia, tidak memberitahuku tentang ibu nya yang sedang di rawat." Ucap Arsen seraya menyesap kopi nya.
"Tuan dirimu tak perlu repot-repot untuk mendekati Siska sekarang" ucap Julian. Arsen menganggukkan kepala.
Merasa sudah cukup anak buah Arka langsung mengirimkan rekaman itu. tak lama Arka pun melihat nya dan tampak ia mengepalkan kuat tangan nya.
"Mereka mencari gara-gara dengan ku!" ucap Arka geram dan tanpa sadar Sisil mendengar nya.
"Siapa yang mencari gara-gara dengan mu Arka?" tanya Sisil, Arka langsung membalikkan badan dan tersenyum ke arah istri nya.
"Sayang kenapa tidak tidur?" Arka mencium kening Sisil.
"Aku tidak mengantuk. siapa yang mencari gara-gara dengan mu?" tanya Sisil lagi.
Arka tampak bingung harus menjawab apa..
__ADS_1
"Pemilik perusahaan tempat Icha bekerja ternyata mendekati nya hanya untuk ingin tahu siapa Siska sebenarnya" Sisil merasa tak menyangka. dia tahu anak nya Siska menyukai laki-laki ituu dia merasa Siska hanya di permainkan hanya karena identitas nya tak ada Arsen rela melakukan cara selicik itu.
"Keluarkan Siska dari perusahaan itu. dan cari orang itu Arka!" ucap Sisil mantap.
"Erick yang akan mengurus nya" Tak lama setelah itu terdengar bunyi pintu ruangan yang di ketuk. Arka menyuruh masuk.
"Tuan" ucap Erick berjalan menghampiri Arka.
"CARI MEREKA ERICK, BAWA MEREKA KERUANG BAWAH TANAH DI RUMAH KU!" Erick mengiyakan dan langsung pamit pergi.
.
Mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi menuju kantor Arsen.
"Pikachu!" panggil Erick membuat Julian langsung menengok dan memberhentikan langkah kaki nya.
"Ada apa?" tanya Julian menatap malas.
Bogeman tinju langsung mendarat di wajah tampan Julian.
Tidak ada yang karna saat itu masih jam kerja melihat Erick langsung menyeret tubuh Julian ke arah mobil nya.
Saat sudah di rasa tubuh Julian sudah masuk ke dalam mobil nya. Erick langsung kembali menyalahkan mesin mobil dan pergi dari sana.
__ADS_1
Julian tak berdaya ia tak sadarkan diri karna selain di wajah Erick juga memukul di perut nya.
Seperti yang di perintahkan oleh Arka, Erick langsung membawa Julian ke ruang bawah tanah.
Erick menyiram tubuh Julian dengan air dingin.
"Bangun!" ucap nya sambil menendang-nendang kaki Julian.
Perlahan-lahan mata nya mulai membuka. Julian menatap Erick yang terlihat tersenyum sinis ke arah nya.
"Sudah ku bilang jangan macam-macam!"
"Buat apa kau mencari tahu tentang identitas Nona muda?"
"Kau memata-matai nya bukan selama ini?"
"Sudah sering kali diriku memberikan peringatan kepada mu, tapi hanya kau anggap angin berlalu?"
Julian hanya diam.
"Siapa sebenarnya dia" pertanyaan itu keluar dari mulut nya begitu saja.
"Siska hanya ingin bekerja di perusahaan milik Tuan mu. kenapa hanya dia yang kau cari tahu sampai sedalam itu Hah!" Erick kembali menginjak perut Julian. Julian meringis kesakitan.
__ADS_1