Hargai Aku

Hargai Aku
" SALAH PAHAM"


__ADS_3

Sifat Bibi Ijah dengan Bu Ambar bagaikan bumi dan langit, makanya Bu Kumala selalu menyayangi bibi Ijah, bukan karena pilih kasih, namun karena apa adanya.


" Papi ingin apa yang sudah terjadi sebelumnya yang tidak berkenan papi harap tidak terulang lagi". kata Tian Wijaya sedikit agak serak karena menahan rasa sakit di dada. Bu Kumala mengusap usap punggung tuan Wijaya.


" Pi tidak seharusnya papi seperti ini, ingat kesehatan papi". kata pak Dani kepada tuan Wijaya.


" Tidak apa - apa, selain sebagai orang papi juga merasa umur papi tidak akan lama lagi". kata tuan Wijaya siapapun mendengar pasti sedih namun tidak pada Bu Ambar, beliau balik senang melihat dan mendengar jika kesehatan tuan Wijaya semakin hari semakin memburuk.


" Hari ini juga semua fasilitas yang pernah papi tarik, akan papi kembalikan semuanya tanpa kecuali". kata tuan Wijaya dengan nafas tersengal sengal. Suster Tia yang setia merawat tuan Wijaya selalu siap sedia beliau pun memberikan air minum kepada tuannya


" Sebaiknya Tuan Istirahat untuk tidak berbicara lagi untuk sementara". kata suster Tia mengingatkan tuannya. tuan wijayapun mengangkat tangannya tanda setuju.


setelah beberapa jam akhirnya semua acara sudah selesai, tuan Wijaya dan Bu Kumala sudah pulang masih ada bibi Ijah dan om Dani di luang keluarga.


" Aku setuju dengan pendapat papi". kata pak Dani sembari melihat searah tuan Danu yang masih berada di depan rumah mertuanya.


yang paling senang di sini adalah Bu Ambar tanpa permisi lagi dia pergi ke pusat belanja. iya ingin belanja sepuasnya kali ini.


" Awas saja jika sampai berani lagi dasar mentang - mentang dia kaya berani saja memblokir apa yang seharusnya jadi hak aku.

__ADS_1


Di kediaman Randi, mereka hanya berdua' jadi ";malam ini kita makan di luar saja ya". kata - Kata Randi sangat romantis dengan sifatmu sebagai suami.


" Terimakasih ya mas, Atas segalanya.


" Sudah sekarang kita akan menata masa depan kita agar lebih baik lagi.


" Aku yang seharusnya kali ini minta maaf kepada mu RAN, tiga bulan lamanya kamu bertahan sendiri tanpa ada orang - orang di sekitarmu.


" nggak apa apa mas, lagian kan itu bukan ulahmu.aku hanya ingin kedepannya kita bisa lebih saling percaya, karena tanpa saling percaya rumah tangga kit akan mudah terombang ambing oleh orang ketiga.


tanpa disangka Mas Randi menepis tangan ini yang tadinya ada dalam genggamannya.


Oma dan yang lainnya mungkin masih bisa kamu pengaruhi, tapi tidak dengan aku.


Mas Randi langsung beranjak meninggalkanku


" Tunggu mas". Suaraku pelan namun tegas.


" Iya memang aku egois, aku seperti semua yang kamu katakan, namun ada yang perlu kamu ingat mas bahwa kamu sudah berjanji setelah rujuk kamu akan menerima aku apa adanya. jawabku panjang lebar.

__ADS_1


" HM ternyata kamu mulai pandai ya bersilat lidah. Kata mas Randi sambil tersenyum sinis.


" Mas menurut kamu aku pandai bersilat lidah, terus bagaimana menurutmu dengan sikapmu yang selalu menyerang ku, belum ada sehari kita sampai di rumah ini mas namun apa yang kamu lakukan. kali ini fitnah apa lagi yang akan membuat aku terpojok di keluargamu mas, lakukan saja mas lakukan saja apa yang ingin kamu lakukan". jawabku masih dengan hati yang tenang. karena dengan hati tenang bisa berkata - kata melawan mas Randi.


Mas Randi langsung duduk tidak melanjutkan berjalan keluar. untung saja Raja masih di rumah ibu mertuaku, sehingga tidak melihat dan mendengar apa yang yang kami lakukan untuk menjaga kesehatan mental anak anak.


Di tempat lain di kediaman pak Wisnu


" Nak bagaimana menurutmu tentang nak Luki". tanya bapak menginterogasi pada Dayu.


" Aku belum bisa ambil kesimpulan pa, kami baru saja bertemu, kami belum mengenal satu dengan yang lainnya. berikan aku waktu pa". jawab Dayu seraya menundukkan kepalanya.


" Iya pa beri anak kita waktu, lagian mama malu kalau Dayu nntar gagal lagi, simpan dimana lagi muka mama, pa!" kata Bu Tika sedikit kesal karena pak Wisnu kesannya selalu menekan Dayu untuk segera menikah.


" Iya pa, aku juga malu, kesannya jeleknya cuma di aku saja. mereka semua sama". kata Dayu sambil terisak menangis di pangkuan Bu Tika.


" Kamu yang sabar ya Nak, ini namanya takdir hidup mama yakin, suatu saat kamu akan mendapatkan jodoh yang bisa menyayangi dan menerima kamu apa adanya". kata Bu Tika sambil mengelus - elus lembut rambut Tika.


" Maafkan papa Nak ya ini semua karena papa yang selalu keburu- buru mengambil keputusan". kata pak Wisnu penuh penyesalan.

__ADS_1


__ADS_2