
" Nah ini Dia yang ditunggu - Tunggu akhirnya datang juga". Kata Selfia yang duluan melihat kedatangan Jeni.
" Wah ini semua nih yang tak bisa di biarin pa kalau datang begini bisa habis semua". kelakar Jeni cengengesan mendekati teman temannya yang berada di dekat pohon salak yang kebetulan buahnya sedang enak - enaknya di petik.
Inilah yang teman - teman Jeni sukai untuk berkunjung kerumahnya selain santai mereka bisa petik buah, makan buah lalu bungkus buah di bawa pulang. Orang tua Jeni bukan petani, namun kedua orang tua Jeni suka menanam buah buahan di sekitar halaman rumahnya. makanya selain rindang juga bermanfaat.
" Sudah lama E Lo - lho pada di sini ya tidak ngabarin gue biar lho semua bisa gombal bokap dan nyokap gue ya ha ha ha". kata jeni seperti biasa dengan tertawa lepasnya sembari menghampiri teman temannya dan ikut makan buah.
" Maafin Gue ya, gue kelamaan ninggalin kalian di sini". kata Jeni sambil mengedip- ngedipkan matanya, Selfia yang paham lalu menyahut
" Ya Ga pa pa kali Jen. tapi lain kali jangan gitu ya". kata Selfia dan yang lainnya hampir serempak.
" Oh iya Om, Tante terimakasih ya atas semuanya , kami sepertinya sudah mau pamit om, tante". kata Selfia mewakili teman - temannya menyampaikan ucapan terimakasih. sekaligus berpamitan dengan kedua orang tua Jeni.
" Wah payah E lho - lho pada setelah habisin buahnya enak saja langsung pulang". kelakar Jeni.
" Hus kata Jeni jangan di ambil hati ya kata - kata ibu kepada teman - teman.
" nggak kok Tan, santai saja yang penting happy ". kata Zahra mengingatkan.
" Akhirnya mereka pun beranjak untuk segera pulang. dengan masing - masih membawa Dani kantongan yang berisi buah.
Di tempat lain di kediaman pak Dani.
Rani. sedang memasak banyak karena hari ini ulang tahun pak Dani yang ke lima puluh delapan. sudah ada yang tersedia,
Rani di bantu bibi Ijah menyiapkan makanan untuk anak anak panti asuhan sebanyak seratus lima puluh bungkus. sedangkan
Rahma yang baru pulang dari rumahnya Jeni langsung mandi. lalu ikut bergabung menyediakan seratus lima puluh kue yang sudah di kemas di dalam dos kue. sedangkan untuk para tamu undangannya hanya disiapkan dalam bentuk prasmanan.
Bu Ambar datang ke Ruang tengah dimana orang orang menyiapkan segala sesuatunya, beliau hanya banyak perintah, sehingga kadang yang bekerja sudah tidak maksimal lagi. setelah persiapan sudah dirasa siap semuanya, Rani segera beranjak akan mandi namun
" He eh eh mau kemana?" irah Bu Ambar kepada Rani dengan nada ketus.
" Maaf Bu saya rencana mau mandi". jawab Rani apa adanya.
" Yang suruh kamu mandi itu siapa?" ucap Bu Ambar ketus lagi. " Tuh di dapur masih berantakan siapa yang yang merapikan, kalau bukan mamu siapa lagi.?" katanya sembari menunjukkan keadaan dapur.
__ADS_1
" Oh begitu ya Bu, maaf sekarang biar aku yang bersihkan". kata Rani sembari melangkah ke dapur.
" Harus" kata Bu Abar sambil tersenyum sinis.
" Ibu kenapa sih nyuruh mbak Rani beres - beres di dapur kan ada Asisten rumah tangga yang kerjakan". Kata Ambat protes kepada ibunya.
" Biar saja Dia juga membantu membersihkan semuanya". kata Bu Ambar tak mau kalah. Rahma yang tak mau berdebat dengan ibunya langsung berlalu ke dapur juga ikut serta beres - beres di dapur.
Setelah bersih dan siap mereka pun mandi.
malam pun tiba, semua para undangan duduk ditempat yang sudah di sediakan tak lama kemudian ada tamu yang tak asing di hampiri oleh Bu Ambar.
" Hai akhirnya kalian datang juga, terimakasih ya, sudah menghadiri undangan ku kali ini". kata Bu Ambar seraya cipika-cipiki
" Tentulah kami datang kami kan Kau undang". kata Bu Tika tersenyum ramah.
" Hai Yu bagaimana kabar kamu, apa masih sendiri atau bagaimana". Tanya bi Ambar kepada Dayu.
Baru Dayu mau bicara namun lebih dahulu di potong oleh Bu Tika.
" iya kan pa ".
tanya Bu Tika kepada suaminya
Pak Wisnu hanya mengangguk kan kepalanya. pak Dani dan Om Danu Sibu menyambut para tamu yang datang di Depan.
tanpa kecuali teman Dayu dan yang lainnya pun datang bersama sanak keluarga mereka. tak kalah pula teman teman Rahma di kampus semua sudah Hadir.
" wah Om makin Maco aja. selamat Ulang tahun ya om semoga panjang umur". Sapa Selfia seraya menyerahkan kado ulang tahun di ikuti oleh teman teman yang lainnya.
" Terimakasih ya sel Lho datang juga di acara bokap gue". kata Rahma ikut serta menyambut tamu di depan.
" Iya dong Ra. ". kata Selfia singkat sembari mencari tempat duduk yang sudah di sediakan.
Tak luput keluarga Andi pun datang bersama
sanak keluarganya di undang oleh Om Danu selaku rekan bisnis. tak di sangka, Luki dan sanak keluarganya pun hadir di acara ulang tahun Pak Dani kali ini.
__ADS_1
Setelah tamu undangan semua hadir dan menempati tempat yang telah di sediakan, acara ulang tahun pun di mulai.
Emsi yang sudah di tugaskan pun sudah mulai melaksanakan tugasnya.
Emsi kali ini dari kantor pusat om Danu Yaitu Ratih dan Sapta mereka masih muda dan Energik.
Setelah acara berlangsung dengan penuh Hikmat tibalah acara yang di nanti - nantikan yaitu acara inti ulang tahun yang sangat meriah kali ini menyanyikan lagu selamat ulang tahun dan potong kuenya lalu para undangan di persilahkan untuk mencicipi makanan yang sudah di hidangkan.
Dayu melihat Luki menuju ke meja makan, Dia pun tak segan - segan menghampiri Luki
" Hai mas". sapanya berjabat tangan lalu cipika cipiki pula.
" Hai kamu cantik banget malam ini". puji Luki.
Namun dari kejauhan ada tari bersama Jeni menghampiri dimana Luki dan Dayu berdiri.
" mas". sama mbak Tari kepada mas Luki,
" Eh i iya ". jawab mas Luki agak gugup.
" Siapa Dia Mas ?" Tanya Mbak tari lagi menunjuk ke arah Dayu.
" A Anu, Itu teman bisnis mas". jawabnya terbata bata . Dayu langsung tersentak mendengar jawaban dari mas Luki.
Mas Luki langsung menarik tangan mbak Tari untuk menjauh. Dayu pun hanya bisa diam, Dia tidak mau ribut di acara ulang tahun ini .
" mbak, lain kali kalau kenal laki - laki tuh hati - hati ya, jangan sampai mbak di cap pel*kor". kata Jeni tersenyum sinis kearah Dayu seraya berlalu dari tempat itu.
tubuh Dayu langsung membeku dapat perlakuan dan kata kata seperti itu, Namun Dia tidak berdaya Dia pun tidak jadi makan berlalu ingin pergi keluar dari tempat ini namun belum jauh melangkah dia menabrak tubuh seseorang, mereka pun bertemu pandang.
" Mas". kata Dayu terpana
" Mas Randi makin tampan aja". batinnya
" Maaf mas aku mau ke toilet". katanya terus berlalu.
" Itu Dayu kenapa ya". batin Randi. mengabaikan perasaan mbak Rina yang ada di sampingnya.
__ADS_1