
Arka kembali dengan senyum duduk di samping Sisil.
"Icha ini untuk mu" Ujar Arka memberikan kunci mobil kepada Siska.
Siska menerima nya. "Untuk apa Dad?" tanya nya.
"Agar kau tidak naik taxi, atau pun ojek online lagi"
"Daddy, aku naik kendaraan umum itu agar mereka mendapatkan uang. kalau semua orang mempunyai mobil mereka narik apa, mereka dapat uang dari mana?" tanya Siska menyerahkan kembali kunci mobil kepada Arka.
"Bukan nya aku menolak tapi maafkan aku, aku belum bisa menerima hadiah dari Daddy. Daddy bisa menyimpan mobil itu atau kembali menjual nya" sambung nya sambil tersenyum.
"Sayang setiap kali Daddy memberikan mu hadiah selalu saja kau menolak nya" ucap Arka dengan wajah yang di buat-buat sedih. sedangkan Sisil menatap nya malas.
"Daddy... menurut ku bisa mempunyai orang tua seperti kalian adalah hadiah yang sangat istimewa bagi ku" Tersenyum bahagia Arka langsung memeluk Putri nya.
Sisil tersenyum senang melihat itu. diri nya tidak lagi menatap malas ke arah Arka.
Arka melepaskan pelukan nya. "Kau bau" ucap nya sambil menutup hidung.
Siska tertawa. "Sedikit"
"Pergilah mandi setelah nya kita akan makan malam bersama" Siska mengangguk dan langsung bangkit berdiri dan berjalan ke arah kamar nya.
__ADS_1
"Kau yakin tidak ingin menambah satu anggota keluarga lagi?" tanya Arka kepada Sisil sambil meremas payudara istri nya dengan gemas.
"Arka! kau gila" maki Sisil menyingkirkan tangan Arka dari payudara nya.
________________________________________________
Julian sekarang sedang berada di apartemen nya Arsen. duduk di soffa sambil menikmati secangkir kopi.
"Seharian ini aku melihat Siska dengan dua laki-laki yang berbeda. satu di parkiran kantor, dan satu nya saat ia pulang bekerja" Ujar Julian seraya melipat kaki nya di atas kaki yang satu.
"Dan dua-dua nya memberikan ancaman..."
"Ancaman apa?" tanya Arsen penasaran memotong ucapan Julian.
"Silahkan!"
"Laki-laki yang saya temui di parkiran berkata. "Bilang ke bos mu yang jangan macam-macam sama Siska! dan laki-laki kedua mengancam akan membakar mobil saya" sambung Julian memelas.
"Itu hanya ucapan bukan tindakan! kalau mobil mu di bakar kau bisa membeli mobil baru" ucap Arsen membuat mata Julian berbinar.
"Benarkah Tuan ingin membelikan saya mobil baru?" tanya Julian antusias.
"Aku tidak mengatakan akan membelikan mu mobil baru" jawab Arsen membuat Arka mendelik malas.
__ADS_1
"Sudahlah Tuan Siska hanya pegawai kecil. tidak usah mencari tahu informasi lagi tentang nya" Ujar Julian membuat Arsen menatap nya tajam.
"Kau bisa mengurus pengunduran diri mu Julian"
"Tuan aku hanya bercanda" ujar Julian sambil menyengir.
"Di mana Siska tinggal?"
"Apartemen Xxx" jawab Julian cepat.
"Mulai besok kau tinggal di sana" ucap Arsen membuat Arka menatap nya tidak percaya.
"Tuan! apartemen itu apartemen kecil" tolak Julian.
"Baik. tidak apa, jika kau tidak mau" ucap Arsen serius.
"Saya tidak bilang. saya tidak mau loh Tuan tadi saya hanya mengasih tahu itu adalah apartemen kecil saja"
"Lalu bagaimana dengan apartemen saya tuan?" terus nya.
"Kau bisa mengontrakkan, atau menyewakan nya Julian" ucap Arsen bangkit berdiri dan berjalan menuju kamar nya.
"Seenak jidat aja kalau bicara! untung saja aku sabar jika tidak aku sudah pergi meninggalkan mu Tuan. seharus nya kau bersyukur mempunyai asisten seperti ku.... Hahahahah!"
__ADS_1