Hargai Aku

Hargai Aku
" TERUNGKAP". POV : Rani


__ADS_3

" Aldo telepon polisi!" kata Tuan Wijaya penuh penekanan. seketika semua tegang terlebih Bu Ambar keringat dingin bercucuran diwajahnya sepertinya AC di ruangan ini tidak bersahabat dengannya.


" Eh MMM tuan maafkan kami". kata salah satu dari preman tersebut


" Kami hanya menjalankan perintah tuan". kata dari salah satu preman dengan gugup dan terbata - bata.


" Siapa yang memerintah kalian, cepat katakan". kata tuan Wijaya lagi dengan rahang yang mengeras.


Sebenarnya beliau sudah mengetahui dalang dari semua ini hanya butuh bukti yang lebih kongkrit lagi untuk mengungkap siapa dalang dari semua ini untuk ditunjukkan kepada seseorang yang selama ini beliau curigai. Tak habis pikir saja kenapa menantunya berbuat senekat itu. di lain sisi beliau juga meyakinkan anaknya atas perbuatan istrinya sehingga hampir saja nama baik keluarga ini tercoreng karena ulang satu orang manusia yang egois.


Beliau tau Pak Dani sangat mencintai dan menyayangi istrinya, sehingga kadang pak Dani selalu memaafkan kesalahan istrinya karena selalu bisa berkelit dan lari dari masalah makanya Bu Ambar belum jera dengan apa yang dilakukan selama ini.


Dengan terpaksa tuan Wijaya ikut turun tangan menyelesaikan masalah ini.

__ADS_1


" Orangnya ada di ruangan ini tuan". kata salah satu preman tersebut.


" apakah Kau punya bukti?" Tanya Aldo lagi menginterogasi ketiga preman tersebut.


" Iya tuan". lalu membuka hp dan menunjukan nomor yang berkomunikasi dengannya.


Bu Ambar sekujur tubuhnya lemas bagai tak bertulang. akhirnya terungkap juga dengan bukti bukti yang di perlihatkan oleh ketiga preman itu sangatlah kuat. mereka sengaja menyimpan semua bukti tersebut menjaga jaga jika tidak di bayar oleh siapapun yang memperkerjakan mereka. namun kali ini mereka tak menyangka selain mendapatkan bayaran yang sangat licin mereka juga akan mendapat peluang emas untuk penghasilan yang tentunya tidak kaleng - kaleng.


" Aldo selesaikan Tugasmu bereskan mereka". ucap Tuan Wijaya penuh penekanan kepada asistennya itu.


" Kalian tenang saja apa yang dilakukan oleh asistenku akan membuat kalian rileks". kata tuan Wijaya tersenyum smir melihat ketiganya. Aldo pun membawa mereka bertiga keluar dari ruang kebesaran.


" Dani urus dia". kata tuan Wijaya dengan dingin dan mencekam.

__ADS_1


" Dan kau Randi maafkan Aku jika kali ini aku benar - benar memisahkan kalian. aku yang akan mengurus perceraian kalian dan harta Gono gini yang seharusnya menjadi hak mu dan hak ibumu akan aku alihkan untuk Rani. tidak ada yang bicara ini sudah keputusanku". kata tuan Wijaya penuh penekanan. Semua tidak ada yang berani membantah.


Randi berjalan menuju dimana istrinya duduk


" Sayang kenapa kau diam saja? tanya Randi penuh iba kepada Rani Pak Dani pun hanya bisa menunduk melihat pemandangan ini.


Dani menyeret tangan istrinya keluar dari ruangan.


" Mas lepaskan tanganku". kata Bu Ambar sambil meringis kesakitan karena terlalu kuat di cekal oleh pak Dani. Tuan Wijaya dan Bu Kumala pun berlalu dari ruangan tersebut memberikan ruang kepada mereka berdua entah apa yang akan terjadi semua menghargai keputusan Rani, tuan Wijaya hanya mengancam Randi saja, tujuannya agar bisa merasakan bagaimana jika tidak ada istri dan anak dalam jangka waktu yang lama.


" RAN". kata Randi lagi namun belum ada jawaban sepatah kata pun selain air mata yang jatuh begitu deras di pipi mulus Rani.


" Kau nampak Cantik sekali hari ini sayang". Kata mas Randi yang terlihat tulus. namun keputusan Eyang tidak bisa diganggu gugat".

__ADS_1


" Aku yakin kau masih mencintaiku". kata mas Randi lagi sambil menggenggam lembut kedua tanganku. bibir ini Kelu tak mampu untuk mengucapkan kata kata. hati ini terlanjur sakit hingga kata manis mas Randi tak mampu meluluhkan hatiku.


__ADS_2