Hargai Aku

Hargai Aku
Pengumuman Kelulusan


__ADS_3

Sore itu Farisa pergi bekerja di kafe seperti biasanya.


tak terasa sudah hampir dua bulan farisa bekerja di kafe .


ketika ia sedang mengelap meja tiba tiba ada seorang wanita cantik marah marah menghampiri seorang pria tampan yang sedang menyeruput kopi late.


hei....ayo pulang..! cepat pulang!


kamu tiap hari datang ke sini ..


siapa sih cewek yang merebut kamu dari aku


mana orangnya


hei cewek kamu ya....


tiba tiba wanita itu menyeret tangan farisa


sambil mengambil minuman yang dibawa pelayan yang akan disajikan ke pelanggan lain saat melewati wanita tersebut.


minuman itu disiramkan ke wajah farisa karena di kafe hanya farisa yang terlihat wajahnya cantik.


maaf mbak.., a..ada apa ini mbak?


tanya farisa tergagap


ni ya cewek.., berlagak tak tau lagi...


ni...dengar, tunangan saya ini tiap hari aku hubungi pasti sedang berada di sini, diajak ketemuan tak mau.


tadi aja pas disamperin ....


eh malah dianya ngacir kesini tau...


jangan sok polos ya...


tadi pas cowok gua datang tak perhatiin kamu senyum senyum...


sok ramah lagi


lho..mbak jangan salah paham gitu dong


jawab farisa


eh kamu ya...ganjen ya ..


kamu suka godain pria pria kaya disini kan...?


mbak jangan gitu mbak, saya ini emang harus ramah mbak, biar banyak pelanggannya....


alah kamu banyak alasan, pinter ngomong..ya..


cowok yang berwajah tampan tersebut bernama Aldo. aldo segera angkat bicara pada ceweknya.


dengar Anita ( cewek yang lagi marah marah itu)


eh dengar anita.... aku mau dengan siapa itu terserah aku dong...! tak ada hubungannya dengan kamu.


tapi do....aku udah lama dengan kamu


emang aku udah jadian sama kamu nita?


tanya Aldo


aku tidak peduli al, aku tidak rela kamu dengan gadis udik ini....sambil menunjuk ke arah farisa.


maaf tuan, nona tolong jangan membuat keributan disini.


tolong selesaikan masalah tuan sama nona ini diluar.


farisa baru akan melangkah pergi ke dalam kafe, tangan farisa di tarik aldo ke arahnya, kemudian farisa dirangkul


dengar anita...! karena kamu telah menuduhnya , maka mulai sekarang dia akan aku jadikan cewekku.


ya... .dik? ucap aldo


Farisa canggung dan mulai melerai tangan Aldo.


maaf tuan dan nona, saya tak mau ikutan masalah anda berdua.


permisi....


farisa melenggang pergi dari keduanya ke arah kamar mandi.


hek.....hieh .....

__ADS_1


Farisa menarik nafas dalam dan membuangnya guna menetralisir dongkolnya dalam hati .


akibat kena marah dan siraman minuman


wanita yang lagi marah marah itu


ia melanjutkan langkahnya ke kamar mandi, membasuh wajahnya yang lengket kena siraman minuman.


ini apa....lagi.


aku tak tau apapun, tiba tiba marah padaku.


salah apa... aku ini?


sampai aku dimarahin orang.


kemudian ia berkaca, sambil tersenyum


apa aku kalau senyum terlihat sedang menggoda orang?


apa wajahku seperti seorang pelakor


Perasaan, aku biasa saja.


wajahku juga biasa.


kenapa aku dituduh suka menggoda pria ya?


aku tak pernah merasa mau menggoda pria.


ah...udahlah aku pusing.


aku tak mau ah mikirin orang lain.


persetan orang mau anggap apa,


yang penting aku tak pernah melakukan itu


aku mau pikir masa depanku aja titik


apa karena wanita itu kaya, jadi memandang remeh diriku.


udahlah gak penting banget.


kemudian farisa melanjutkan kerjanya


kemudian pergi meninggalkan anita dan kafe begitu saja.


anita pun melangkah menuju farisa yang sedang memberesi bekas keributan tadi. sambil berucap


awas kau cewek udik kalau masih mendekati aldo.


kan ku jadikan kambing guling kau !


farisa tak menjawab ucapan anita.


takut memancing keributan lagi.


mbak nia yang merupakan teman sekaligus senior farisa mendekat pada farisa


udah ris... tak usah di dengarkan!


biasa orang kaya, ya...kayak gitu deh


mau benarnya sendiri


iya mbak, jawab farisa...


udah ayok kedalam dulu...istirahat sebentar ..


tenangkan pikiranmu dulu!


Farisa duduk dipinggir kolam kafe


sambil memandangi ikan ikan sejenak agar terurai ketegangan yang tadi menderanya.


ia hampir marah tadi, tapi ia tahan dia berpikir ini paling hanya ke salah pahaman saja. paling juga sebentar selesai.


Tak terasa waktu sudah menunjukkan jam 11.00 malam.


waktunya farisa pulang ke rumah. ia bergegas keluar dari kafe terlihat seorang pemuda tengah berdiri didekat mobilnya yang terparkit di depan kafe dekat jalan raya. farisa memperhatikan wajah pemuda itu


sepertinya itu tuan tadi, ada apa ya...?


menunggu siapa dia ya?

__ADS_1


pertanyaan dalam hati farisa


hei farisa..panggil aldo


nama kamu farisa kan..? tanya aldo


farisa mengangguk


farisa tunggu....aldo mendekati farisa


ada apa tuan?


aku minta maaf atas kejadian tadi ya! sambil menyodorkan tangan kananya...


oh ya..tian tidak apa apa..


farisa tak berani membalas uluran tangan aldo.


oh... aldo paham tak membahasnya.


kamu mau pulang?


ya tuan.


boleh aku mengantarmu?


tidak tuan, rumahku dekat kok..jadi tak usah diantar.


udah malam lho faris..


tak apa tuan, saya udah biasa pulang sendiri.


tak enak kalau diliat tetangga tuan.


oh....gitu ya..


oke kalau gitu, kapan kapan boleh ngobrol sama kamu?


bolehlah tuan.


ngomong ngomong apa tuan tidak malu dekat sama faris?


apa yang perlu dimaluin?


kan aku hanya seorang pelayan kafe tuan


sementara tuan orang bergengsi.


ah kamu ini bisa aja...jawab aldo


udah tuan udah malam, saya pulang dulu permisi...


silahkan . jawab aldo mempersilahkan.


sambil memandangi tubuh farisa yang hilang ditelan kegelapan malam, ia memujinya dalam hati


gadis cantik....baik lagi ....


andai dia mau jadi kekasihku...


Aldo masuk ke mobilnya, menyalakan mesin mobilnya bergegas meninggalkan kafe.


pagi hari,


farisa berangkat ke sekolah dengan penuh harap ia bisa lulus sekolah. ia tidak berani mengharap predikat terbaik, katena ia sadar di sma tempat ia sekarang menimba ilmu terdapat banyak siswa yang pandai. mengingat sekolah ini sekolah unggulan di kota tersebut.


menjelang siang pengumuman kelulusan di mulai pak guru menyampaikan bahwa semua siswa sma tersebut lulus. dan predikat terbaik disandang atas nama Farisa nantara satya .


mendengar namanya disebut, farisa merasa senang. ia sampai menitikkan air matanya. tak sia sia ia belajar selama ini.


selanjutnya teman teman yang mengenalnya mengucapkan selamat atas keberhasilannya


selamat ya..faris ....


selamat selamat.


terimakasih semuanya


dari jauh nampak Aldo mendekat dan mengucapkan selamat di telinga farisa


selamat ya ..pacarku ..


Farisa hanya terdiam dan terpaku mendengarnya.


Dilanjutkan dengan jabat tangan dan ucapan selamat dari aldo secara terbuka

__ADS_1


Selamat ya Farisa....


diikuti tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin dengan meriah. pasalnya Aldo adalah sosok pimpinan osis yang dikagumi di sekolah itu, sekaligus ia anak pemegang saham terbesar di yayasan sekolah tersebut


__ADS_2