
" Ran bagaimana kalau kita program hamil lagi". usul mas Tandi.
*
" Boleh mas, tapi ada syaratnya". kataku mengajukan syarat.
" Memangnya apa syaratnya ". tanya mas Randi.
" aku hanya minta anak kita yang ke dua nanti biar aku yang rawat. kataku seperti meminta kepada orang lain saja. mas Randi selalu mementingkan kebahagiaan ibunya ketimbang aku.
POV RANI
Sebulan sebelum melahirkan aku sudah di suruh pulang oleh mertuaku,
Mas Randi pun menurut.
Mas Randi mengantar aku pulang ke rumah ibunya di kota jakarta selatan tepatnya di Kemayoran .
Setelah sampai di rumah aku di sambut dengan gembira. ternyata setelah satu bulan perut aku tidak sakit - sakit, padahal waktunya melahirkan telah lewat namun aku belum juga melahirkan.
Selama sebulan itu juga kami berpisah setelah mengantarkan aku Randi pemberangkatan lagi ke surabaya. kami biasa bertemu kembali.
Aku akhirnya melahirkan seorang anak laki laki, semua bahagia menyambut kelahiran anakku, karena awalnya sudah di siapkan nama raja maka mas Randi m
tetap memberi nama anakku Raja.
__ADS_1
setelah tiga hari di rumah sakit, karena kami sama sama sehat maka kami di perbolehkan untuk pulang. saat ini aku pulang ke rumah mertuaku.
Raja sudah bersama ibu mertuaku, awalnya aku tidak permasalahkan,
" Bu Raja di mana?" tanya ku pada ibu mertuaku.
" Sudah tidur". jawab nya ketus.
" Raja dari pagi belum aku berikan asi Bu". kataku seraya pergi ke kamar raja ingin memberikan ASI, namun belum aku membuka pintu
" Tidak perlu, kamu tidak perlu repot repot memberikan Raja asi, ibu sudah memberikannya susu formula". kata ibu dengan nada ketus.
" Ibu kenapa memberi susu formula tidak bertanya dulu kepadaku, kan asi aku tidak bermasalah Bu". aku mulai tidak nyaman dengan sikap ibu.
" Siapa juga yang butuh pendapatmu, toh yang beli susu bukan kamu, tapi ibu".
" Bu tidak bisa begitu, Raja masih terlalu kecil untuk aku tinggalkan bekerja, Raja butuh asi yang cukup Bu, asi lebih baik dari pada susu formula, lagian Asi ku tidak bermasalah Bu". kataku bersikeras ingin membawa raja keluar dari kamar dan memberi asi.
Namun belum jauh aku masuk ke kamar ku dengar suara mas Randi datang
" Assalamualaikum". salam mas Randi.
" waalaikumsalam ". jawabku sembari mendekat namun ku dapat ibu terisak
" Bu, ibu kenapa?" tanya mas Randi, sesungguhnya aku pun bertanya tanya kenapa ibu tiba - tiba menangis, bukannya tadi baik - baik saja.
__ADS_1
" Kamu lihat istrimu mentang - mentang dia banyak uang, dia tidak mau menyusui anaknya malah memilih memberikan susu formula padahal ibu sudah melarangnya namun istrimu tetap tidak mendengarkan ibu makanya ibu sedih, ibu seperti tidak dianggap padahal ibu ada di rumah ibu sendiri namun kenapa dia tidak menghargai ibu '. kata ibu sembari menangis sesenggukan.
" Mas, Bu...
Namun belum selesai aku bicara mas Randi langsung mengangkat tangannya.
" kamu itu ya Ran kenapa jadi begini, kamu sadar dong siapa kamu, memangnya kamu mampu beli susu formula setiap dua hari sekali ". mas Randi tak henti - hentinya mencerca aku, ku lihat ibu tersenyum sinis
" Astaga baru muncul sifat aslinya setelah beberapa hari aku tinggal di rumah ibu". batinku.
" Mas aku...
belum sempat aku bicara mas Randi langsung memotong pembicaraanku seolah apa yang akan ku katakan tidak penting lagi.
ku lihat ibu mertuaku tertawa menyeringai melihat ke arahku.
akhirnya raja pun ku putuskan untuk meminum susu formula, aku yang melahirkan terasa seperti orang lain, iparku yang bernama Rahma juga turut selalu membuli mengikuti jejak ibu mertuaku. hanya bapak yang bijaksana selama ini jarang jarang bersamaku, ibu mertuaku tidak hanya ingin menguasai Mas Randi, namun Raja juga, aku tak berdaya,aku tak dianggap di rumah mertuaku. bahkan mereka tak segan - segan menerima kehadiran perempuan yang tiada lain bernama Dayu sampai beberapa kali keadaan rumah tangga kami terancam gagal namun pada akhirnya ibu mertuaku sempat mengalami gangguan jiwa namun sampai saat ini sifatnya tak berubah.
FLASH ON
sudah sepuluh tahun kemudian karena traumanya aku, maka aku selalu menunda bunda Mas Randi untuk mengajak program hamil lagi.
" Iya, semoga ibu mengerti dan kali ini tidak lagi mengasuh anak kita yang kedua, kan sudah ada Raj bersama ibu". bujuk mas Randi lagi. lagian raja sudah sepuluh tahun Lo.
" iya mas besok kita ke rumah sakit jawabku akhirnya.
__ADS_1
Keesokan harinya kamu ke rumah sakit ke dokter spesialis kandungan, dan akhirnya aku dan mas Randi dinyatakan sehat dan aku masih bisa hamil setelah sepuluh tahun lamanya menunda kehamilan setelah ada Raja.