Hargai Aku

Hargai Aku
Julian ngambek? Episode baru season 2.


__ADS_3

Julian sampai di perusahaan. dan langsung masuk keruangan Arsen dengan muka yang ia, tekuk menyerahkan dokumen untuk di tanda tangani oleh Arsen.


"Ini Tuan dokumen yang harus anda tanda tanganin" Ujar Julian dengan nada dingin. dan Arsen melihat perubahan itu dari Julian.


"Kau kenapa Julian?" tanya Arsen menatap wajah Julian karna tidak biasa nya Julian seperti ini. berbicara dengan nada dingin, dan muka di tekuk dengan nya.


"Tidak!" jawab Julian cepat.


Dan saat semua dokumen sudah di tanda tangani oleh Arsen. Julian langsung mengambil kembali dokumen itu.


"Saya permisi masih banyak tugas yang harus saya kerjakan. terutama memata-matai Siska!" dan setelah berkata seperti itu Julian langsung keluar dari ruangan Arsen menutup pintu itu dengan sedikit kencang.


"Dasar Bos tidak peka!" ucap nya saat sudah berada di luar ruangan Arsen.


Dan Arsen yang berada di dalam terkejut akan hal itu.


"Apa yang terjadi dengan nya?" walau sikap nya terlihat dingin. Arsen tetap seorang yang punya rasa tak tegaan dan perubahan sikap Julian membuat nya kepikiran karna baru kali ini Julian bersikap seperti itu kepada nya. walau sudah bertahun-tahun berkerja kepada Arsen baru kali ini Julian seperti itu.

__ADS_1


Arsen langsung bangkit dan berjalan keluar saat ia, membuka pintu Julian sedang duduk di kursi di samping lift. sambil memainkan game online di ponsel nya sampai tidak sadar Arsen sudah berdiri di hadapan nya.


"Dari pada aku melampiaskan kekesalan ku kepada orang. lebih baik aku lampiaskan dengan bermain game!" maki nya dan masih tidak menyadari keberadaan Arsen.


"Dasar Tuan muda! baru kali ini aku merasa kesal akan perkejaan yang ia kasih terhadap ku. aku kes....."


"Tu... tuan muda?" ucapan nya terhenti saat wajah nya mendongak ke atas. melihat Arsen yang sedang menatap nya tajam.


"Kau sedang memaki ku Julian?" tanya Arsen seraya bersedekap dada.


Julian menggelengkan kepala nya. "Tidak Tuan saya mana berani memaki anda" jawab Julian meringis.


"Saya ngambek!" Arsen menatap nya heran. Julian melengoskan wajah nya ke samping.


"Tuan kepala saya akan di penggal! jika terus-menerus mencari tahu tentang Siska!" sambung nya.


"Kau bilang Siska hanyalah pegawai kecil, terus siapa orang-orang yang mengancam mu itu apa kau tidak penasaran?" tanya Arsen menduduki bokong nya di samping Julian.

__ADS_1


"Iya si penasaran. tapi Tuan" jawab nya.


"Sudah jangan ngambek lagi! kita akan mencari tahu nya berdua, tapi uang gaji mu harus di bagi dua dengan saya bagaimana?" ucap Arsen mengulurkan tangan nya ke arah Julian.


"Saya setuju tapi kalau uang gaji saya di bagi dua. dengan Tuan saya tidak setuju" jawab Julian malas.


"Kan kita kerja nya berdua"


"Tuan begini saja bagaimana jika Tuan yang mencari tahu tentang Nona Siska, dan saya yang akan menggantikan posisi tuan. di perusahaan.


"Ya... saya tidak setuju lah!"


"Julian saya sudah membayar kamu, bagaimana si saya ga mau tau kamu harus bisa mendapatkan informasi yang banyak tentang Siska!" Terus nya membuat Julian langsung bangkit berdiri.


"Saya ngambek lagi! Tuan uang bisa di cari tapi nyawa tidak bisa di cari lagi Tuan,"


"Julian kau hebat! kau pasti bisa saya akan menyemangati kamu... ingat kamu yang melindungi keluarga saya saat ada perampok di rumah Mama saya, dan kamu juga yang melindungi saya dari begal. mereka hanya memberikan mu ancaman saja" Ucap Arsen yang membuat Julian tersenyum senang dalam hati nya.

__ADS_1


"Saya memang hebat Tuan!"


"Baik Tuan saya tidak jadi marah kepada anda" Julian tersenyum.


__ADS_2