
Julian keluar dari kamar apartemen nya. dan tidak sengaja melihat Bima, yang saat itu juga keluar dari dalam kamar apartemen Siska. alis nya mengkerut heran melihat sesosok laki-laki tampan, tinggi, kokoh, apalagi di tambah mata biru yang bagus.
Siapa lagi... siapa lagi... siapa lagi... pertanyaan itu yang sekarang memenuhi isi kepala, dan otak Julian.
Dan saat Bima, melewati nya Julian menyapa nya.
"Hallo mister, seperti nya saya baru lihat anda di sini?" ucap Julian membuat Bima. menghentikan langkah nya.
Berbalik badan untuk menghadap Julian.
"Ya, saya hanya bertamu di sini" jawab Bima sambil tersenyum.
"Si*l! laki-laki ini lebih tampan dari aku, dan tuan muda" batin Julian dalam hati.
"Ouh ya?" tanya Julian.
Bima mengangguk. "Kalau gitu saya permisi Tuan" pamit Bima membungkukkan sebentar badan nya dan langsung pergi meninggalkan Julian.
"Siapa lagi dia!?" tanya nya masih tetap memandangi punggung belakang Bima.
"Dasar Gay!" Julian langsung menengokkan kepala nya saat ada seseorang yang berbicara di samping nya.
"Sedang apa anda di sini?" tanya nya saat melihat wajah Erick di samping nya.
__ADS_1
"Pika... pika... pika... Pikachu" Ledek Erick sambil tertawa.
"Ga lucu!" menekuk wajah nya dan memandang Erick malas.
"Ku kira gentleman, ternyata gentlay" Erick kembali tertawa. karna tadi saat Bima pamit pulang, ia juga ikut tapi langkah nya ia tahan saat melihat Julian, sedang berbicara dengan Bima.
"Pergi sana aku mau masuk, dan tidur. lagian kita ga saling kenal!" ucap Julian sambil mendelik malas.
"Apa yang kau bicarakan dengan Bima?" tanya Erick muka nya sudah kembali serius.
"Penasaran banget apa penasaran aja?" jawab Julian balik bertanya.
"Jangan macam-macam!" ancam nya seperti biasa.
"Kau hanya seorang Pikachu, aku adalah monster" terus nya dan langsung pergi begitu saja meninggalkan Julian.
"Walau Pikachu aku punya banyak elemen!" ucap Julian kesal, dan langsung masuk ke dalam apartemen nya.
_________________________________________________
Di dalam kamar nya terlihat Siska sedang menyisir rambut panjang, nan hitam nya di depan kaca lemari rias. bibir nya tersenyum manis bahkan gula akan cemburu jika melihat nya.
"Lama sekali rasa nya jam berputar" bangkit berdiri dan berjalan ke arah tempat tidur. duduk di tepian.
__ADS_1
"Pak Arsen pasti juga akan suka dengan cilok di mana ya mencari makanan itu. Bima kata mereka selalu ada di pinggir jalan. tapi aku tidak pernah lihat" merubah posisi nya menjadi telentang dan kembali duduk saat posisi nya itu tidak nyaman.
Sisil masuk ke kamar nya. dan ikut duduk di samping Putri nya.
"Kirain mama kamu sudah tidur?" ucap Sisil sambil mengusap lembut rambut anak nya.
"Buktinya belum" jawab Siska merebahkan kepala nya di pundak Mama nya.
"Bagiamana Mam, bisa jatuh cinta kepada Daddy?" tanya Siska tiba- tiba kepalanya kembali tegak dan menatap Sisil.
"Ayah mu dukun nya kuat" jawab Sisil yang membuat Siska langsung menatap nya heran, dan bingung.
"Mam sebenarnya ga cinta sama Ayah mu" terus nya sambil menahan tawa.
"Kalau Mam. ga cinta sama Daddy ko aku bisa ada di dunia?" dan saat itu juga tawa Sisil meledak.
"Kenapa Ketawa Mam?" tanya nya.
"Mam sama sekali tidak punya cerita dengan Ayah mu. kita hanya menjalani kehidupan saja tidak ada cerita indah di dalam nya. tapi Mam tau Ayah mu itu sangat mencintai, dan menyayangi Mam... mungkin Ayah mu tidak seperti kebanyakan laki-laki di luar sana yang selalu mengungkapkan kata-kata manis. tapi dia selalu mengutamakan Mam, dan ayah mu melakukan nya dengan tindakan percuma juga kalau hanya bicara kata-kata manis tapi tidak ada tindakan bukan?" jelas Sisil panjang lebar.
"Mam tidak menyuruh mu untuk mencari laki-laki. yang seperti ayah mu, karna ayah mu hanya satu dia tidak mempunyai kembaran dan setiap orang berbeda-beda" sambung nya sambil tersenyum.
Maaf ya karna lama ga update-update. maaf juga karna membuat kalian rindu sama keluarga, and geng somplak. percaya lah mereka juga rindu sama kalian... tapi aku nya yang memang lagi sibuk sekarang 😅.
__ADS_1