Hargai Aku

Hargai Aku
Farisa terpeleset


__ADS_3

Farisa kedinginan karena guyuran Ardan malam ini. Ia langsung berlari ke bawah untuk berganti baju. Karena bajunya yang basah kuyup, airnya menetes ke lantai membuat lantai licin. Ketika turun dari tangga tepat di tangga nomer dua dari bawah farisa terpeleset dan terjatuh. Kepala bagian depan terbentur lantai hingga berdarah.


"aduh.....sakit.." keluh farisa


dengan kepala yang masih mengucurkan darah segar, farisa berjalan menuju kamarnya.


Belum sampai kamarnya ia terjatuh karena pusing menderanya. ia berusaha agar tetap terjaga.


"aku harus kuat, jangan sampai terjadi apa apa padaku." batin farisa


Farisa menggerakkan badannya dengan sekuat tenaga agar ia bisa sampai di kamarnya.


Perlahan ia sampai juga di kamarnya, ia menggapai tas yang di dalamnya ada persediaan obat obatan ringan dan sebotol air mineral.


Glek... glek ...suara farisa yang berhasil minum air mineralnya.


kemudian meraih kapas, dibasahi dengan air. ia menggunakannya untuk mengelap bekas darah tadi sambil bercermin.


Memperhatikan lukanya yang tak terlalu lebar ia melanjutkannya dengan mengusapkan alkohol pada lukanya sambil menekan sekitar area luka agar pendarahan berhenti.


Farisa lantas meneteskan obat luka dan memasangkan plester pada lukanya.


heeh...


Suara ******* nafas panjang farisa.


ia menghempaskan nafasnya agar tidak terlalu sesak di dada, dan melanjutkan untuk istirahat sebentar.


Tak terasa matahari sudah beranjak siang farisa terjaga dari istirahatnya. Ia masih teringat kejadian semalam, memandang bajunya yang masih utuh, masih terkena noda darah akibat ia terjatuh.


Pagi ini farisa bermaksud keluar kamar untuk membuat sarapan untuk dirinya


cek...klek,


Suara pintu kamarnya yang terbuka


terlihat suaminya dari balik pintu.


"hei gembel.....'


kenapa di tanggaku dan lantai ada darah, di dekatnya ada tercecer bekas darah juga, ha..?


dan kenapa bajumu juga ada bekas darahnya...?"


farisa hanya diam tank menjawab


"dasar jorok....!"


ganti pakaianmu....jorok!"


"maaf mas..."


"maaf maaf, sudah berapa kali kamu minta maaf?


coba hitung sejak kamu ke sini ha..?


lihat rambutmu juga kumal....


hei apaan ini.....


sampah berserakan....ada darah..nya


wow..i...kamu ya....bener bener...


cepat bersihkan..."


farida hanya diam tak menanggapi.


meskipun terasa sangat perih perut farisa menahan lapar, ia bergegas membersihkannya. ia merasa tenaganya terkuras.


Kemudian ia pergi ke kamar mandi dengan membawa baju ganti. saat di kamar mandi ia hanya duduk untuk istirahat, rasanya kini seluruh tulangnya terasa lemas tak berdaya, tak ada tenaga hanya sekedar berdiri saja, hingga ia oleng...

__ADS_1


beberapa saat berlalu ia terbangun, melanjutkan mandi, berpakaian. keluar kamar mandi dengan berpegangan pada dinding yang ada di dekatnya....berjalan ke tempat tidurnya sambil meraih botol minumnya yang masih berisi setengahnya.


Meminumnya sambil meneteskan air matanya. sebenarnya ia mulai terasa menggigil dan suhu tubuhnya meningkat. rupanya farisa demam


Ia menghela nafas, berusaha meringankan rasa yang tak nyaman menderanya dari semalam. ia ingat di dalam tasnya masih menyimpan sepotong kue dan sebuah minuman gelas yang ia ambil waktu hari pernikahannya.


"aku...lapar...


oh iya, seingat ku, aku punya kue....


coba aku buka tasku.."


farisa mencari tas Selempang yang teronggok di meja.


"itu tasku,....coba aku buka..


benar...aku masih punya kue dan ini juga punya minumnya."monolog Farisa dalam hati


"mudah mudahan kue ku belum berjamur. jadi bisa ku jadikan pengganjal perut.


Alhamdulillah belum berjamur.."


sambil membuka bungkusan plastik rotinya.


"bismillah...." farisa menggigit roti tersebut sampai habis.


"hek..." suara sendawa farisa


"Alhamdulillah kenyang."


Farisa, kamu harus kuat menghadapi suamimu...meskipun seperti ini.


paling ini hanya sebentar ...tidak lama. Farisa memberi semangat pada dirinya.


"tapi bagaimana kalau seperti ini lama?


apa aku kuat..?


tapi aku harus bersikap...


ah .....kalau sikap mas Ardan masih seperti ini lama....maka aku harus jangan sampai tergoda rayuannya...


bisa berabe aku ....


ya ...aku hanya berharap tak lama ia bersikap dingin padaku,


mudah mudahan sebentar lagi ke depannya mas Ardan berbuat lebih baik...... memperlakukan aku selayaknya seorang istri".


ia menyemangati dirinya sendiri kembali dalam hati setelah bermonolog lama dalam hatinya


sebentar kemudian ia menuju dapur memasak masakan seadanya dari bahan bahan dalam kulkas yang tersisa.


Malam datang menggantikan siang, farisa kini sedang menonton acara kesukaannya di televisi.


Ia menantikan kepulangan suaminya dari bekerja, hingga tertidur di depan televisi. kini giliran televisi yang menyaksikan farisa tidur. malam ini rupanya farisa di temani televisi semalaman


ia terbangun ketika suara adzan subuh menggema dari masjid yang berada dikawasan tersebut


Farisa tersentak dan duduk, ia mendapatkan dirinya masih di depan televisi. buru buru televisi ia matikan dan bergegas mandi untuk selanjutnya menunaikan salat subuh


menjelang siang farisa merasa kalau suaminya tak pulang, itu terlihat dari ketiadaan mobil suaminya di garasi.


waktu terus berlalu, tak terasa farisa tinggal bersama Ardan sudah hampir tiga bulan. selama itu pula Ardan jarang pulang.


hingga hari itu tepatnya pada hari minggu ia pulang.


'hei...gembel... masih betah rupanya....kamu...


enak kan.... kontrak rumah gratis!! kamu disini.... makanya kamu betah..."


farisa diam tak menanggapi omongan suaminya..

__ADS_1


"eh...mas Ardan


baru pulang...mau minum apa mas"


farisa malah menawari minuman Ardan


Ardan geram dalam hati.


"gak suka buatan mu...!'


Ardan langsung masuk ke dalam kamarnya.


dia memperhatikan kamarnya terawat rapi dan bersih. kemudian keluar lagi dari kamarnya dan memanggil farisa


"faris...farisa..."


"iya mas"


"siapkan hidangan yang enak, ini mau ada tamu... ..ni uang belanjanya.."


Ardan melempar uang berwarna merah berjumlah 20 ke muka farisa.


"tapi mas...aku tak bisa masak seperti yang kamu minta, aku hanya bisa masakan kampung mas..."


"terserah kamu..!


mau pesan atau beli, terserah kamu"


"untuk berapa orang mas?"


"untuk 2 orang..."


farisa lantas mencari orang, tetangganya yang bisa membantunya memasak.


Selanjutnya bersama tetangganya memasak beberapa makanan selayaknya jamuan untuk acara penting.


tok....tok ..


suara ketukan pintu rumahnya berbunyi


farisa membuka pintu segera, agar sang suami tidak memarahinya.


terlihat seorang wanita cantik nan seksi berdiri di depannya.


"hei..mbak...kenapa bengong?


lihat aku yang seksi dan cantik ini ya mbak..!


ini pasti pembantunya mas Ardan ya..?"


tanya wanita itu


"siapa wanita ini..?" tanya farisa dalam hatinya


tidak biasanya mas Ardan ada tamu wanita ke rumah.


"apa jangan jangan.....


kok kayaknya aku pernah lihat wajah ini...


di mana ya...?'


belum selesai ia bertanya tentang wanita ini


"saya Anita mbak....lupa..?


waktu aku menyiram wajahmu di kafe waktu itu..ha... aku yang waktu itu cari Aldo ..!"


"maaf mbak, di kafe banyak pengunjung jadi aku tak perhatikan wajah mereka satu satu.


jadi aku tak ingat wajah mbak anita."

__ADS_1


farisa berpura pura agar tidak canggung


__ADS_2