
*Rahma menemani ibunya pulang.
""dasar mereka selalu buat aku kesal "batin Bu Ambar.
" Ibu sudahlah, urungkan saja niat ibu mau menikahkan lagi kak Randi dengan wanita lain". kata Rahma kepada ibunya.
" Kamu masih kecil ini urusan orang dewasa, kamu urus daja nilainya tidak urus urusannya ibu". kata Bu Ambar tak terima ketika Rahma terkesan tidak berpihak padanya.
seketika Rahma hanya terperengut oleh sifatnya.
" terserah ibu sajalah, kali ini aku tidak akan turut campur lagi urusan ibu".batin Rahma.
Di kediaman Kusuma Wijaya dimana pengantin baru kini baru membuka matanya
" Wah ternyata aku ada di kamarnya Dika". batinnya .
" Aku baru sadar sekarang aku sudah menjadi istrinya Dika".
Dia melihat di sekelilingnya tak ada siapapun disana. hanya dirinya saja.namun dia mendengar gemericik air di kamar mandi. sudah dipastikan siapa yang di kamar mandi.
" Hmmm".
" Kamu sudah bangun ?" tanya Dika kepada istrinya.
" Iya Mas". Jawab Dayu singkat.
" Mas "....
" Kenapa tidak bangunkan aku Mas?"
" ini kan sudah jam berapa Mas?"
" Hmmm".
" Kamu mau sarapan turun atau biar mbak Surti yang datang bawakan makanan?" tanya Andi pada Dayu.
" Biar aku turun saja mas". jawab Dayu singkat.
Di lantai bawah diruang keluarga ada Laras, Bayu dan Bu Kumala sedang santai.
" Hai mas sudah bangun saja". goda Bayu kepada sang kakak.
" Ma lihat lah kakakku yang satu ini apa yang sudah dilakukan kepada istrinya hingga jam begini baru bangun tidur". canda Bayu lagi kepada kakaknya.
" Sudah bay jangan di goda terus kakaknya ". kata Bu Kumala melihat kejahilan sang anaknya yang ke dua. beda dengan Laras sejak Andi menikah Laras nampak cuek namun Andi tak pernah ambil pusing. begitu pula dengan yang lainnya.
" Selamat pagi Ma, hai Bay, Laras". sapa Dayu kepada semua yang ada di ruang keluarga.
" Selamat pagi sayang". sahut Bu Kumala.
dengan ramah penuh senyum di bibir manisnya. berbeda dengan Bayu dan Laras masih cuek dan dingin dengan keberadaan Dayu.
" Cihhhh".
__ADS_1
" Sok sekali jadi orang".
" Kasian kakak dia belum tau siapa wanita yang dia nikahi". batinnya.
" Ma kami sarapan dulu ya". Kata Dayu seraya tersenyum manis pada semuanya.
" Iya sayang makan yang banyak". jawab Bu Kumala dengan ramah.
Andi dan Dayu pun berlalu ke meja makan untuk melakukan sarapan. yang di layani oleh pelayan pelayan yang handal.
Di rumah Dayu memang anak semata wayang, dia tidak pernah melakukan apapun dirumahnya termasuk memasak, jadi dia sangat untung mendapatkan suami seperti Andi yang tidak terlalu banyak menuntut karena semua sudah dikerjakan oleh pelayan yang ada. jadi sebenarnya hidup Dayu sangatlah senang saat ini.
tidak ada suara saat mereka makan, yang ada hanyalah dentuman sendok yang bertalu mengiringi makan berdua mereka pagi ini.
diruang tengah mereka asyik menonton. Bayu sendiri cuti tiga hari saja dari kerjanya demi acara kakaknya. setelah kemarin di Indonesia, besok akan kembali lagi ke Singapura .
Bu Kumala melirik sejenak ke anak laki Lakinya yang ke dua. nampak anak itu sangat gelisah saat ini.
" Kenapa bay dari kemarin mana lihat kamu banyak melamun" tanya by Kumala kepada Bayu yang hanya menunduk.
" nggak kok ma". jawabnya singkat.
"Ma Aku besok sudah mulai kuliah ya???"
" Hmmm". lakukan yang terbaik, lagian acara sudah selesai untuk apa lagi lama lama di rumah kata Laras panjang lebar.
" Alah mau kuliah atau mau nongkrong?" sindir Bayu menggoda adiknya.
" Laras mendelik sebal seraya melempar bantal kursi yang ada di dekatnya". segera bayu menghindar.
" Tidak kena elaknya pada Laras membuat Laras semakin kesal saja dengan sikap kakaknya.
" Kak awas ya". kata Laras seraya melempar sendal namun Bayu menghindar naasnya mengenai seseorang yang mereka tidak lihat yaitu Dayu yang kebetulan lewat akan kembali bergabung di ruang tamu.
Namun...
"UPS".
"kena deh". batin Laras namun Laras tak merasa bersalah sedikitpun dan Andi menuntut laras minta maaf kepada Dayu sebagai istrinya.
Laras hanya mematung diam dan bermuka masam.
" Enak saja". Batinnya.
" Ahk tidak apa apa mas". kata Dayu masih tersenyum manis mungkin.
" Lagian Laras kan tidak sengaja pula". kata Dayu lagi.
* yang benar Yu kamu nggak apa apa?" tanya Andi kepada dayu.
" atau aku antar kamu ke puskesmas siapa tau ada yang sakit". kata Randi penuh perhatian.
" nggak apa - apa kok mas'. kata Dayu yang menganggap Andi berlebihan.
__ADS_1
" Dayu maafkan Laras ya, mama yakin Laras tidak sengaja". kata Bu Kumala dengan tersenyum ramah.
" Iya ma tidak apa apa". Kata Laras singkat.
" Oh iya ma kami mau ke kamar dulu ya". sahut Andi sembari memegang tangan Dayu.
***
Keesokan harinya Rahma bersama teman temannya yaitu JENI, Mario dan Luna sudah berada di kampus. mereka menunggu Selfia dan Anjas sambil berdiskusi.
itu lagi kelebihan Rahma walaupun di rumahnya tergolong anak yang malas, namun di kampus Rahma disegani teman temannya karena dia rajin belajar sehingga selalu memperoleh nilai di atas Rata - Rata.
berbeda dengan Laras anak semata wayang yang selalu mendatangi teman temannya untuk meminta kunci jawaban sama Rahma.
tak di sadari Selfia dan Anjas pun tiba di parkiran kampus ketika akan berbelok ke ruang perpustakaan mereka mendengar seseorang sedang menelpon.
" HALO Tante".
"Halo JUGA".
" Bagaimana Dengan Rencana KITA". Jawab Ambar di seberang telepon.
" Iya bagaimana kalau kita setelah ini kita lanjutkan rencana kata untuk melenyapkan Randi dan Dayu secara bersamaan
" baik Tante yang penting dimana berhubungan l
Rencana ini.
seperti Selfia dan Anjas kaget mendapatkan berita tersebut.
setelah itu Selfia dengan Anjas berjalan dengan satai seolah tidak ada perubahan
Merasa ada orang Laras menghentikan langkahnya lalu menoleh pada
mereka.
" Hai kalian temannya semua akan menonton bola yang di selenggarakan dengan dengan tim lapangan kas.
"Iya namun maaf kami lagi buru buru akan melakukan kerja kelompok". kata Selfia sembari menarik tangan Anjas agar segera pergi dari sini secepatnya.
setelah jauh dari tempat dimana bertemu dengan Laras bertemu , mereka bernafas dengan ngos - ngosan.
" Bagaimana ini sel". Kanya Anjas kepada Selfi.
" ternyata ibunya Rahma bisa menjadi mafia juga ya mengubah rencana. lain yang akan dilakukan
" Kita harus lakukan sesuatu" . kata Selfi kepada Anjas sembari menunjukkan muka yang sangat serius.
" Ogah Ah. aku nggak mau ikut - ikutan, mending kamu saja". kata Anjas dengan muka sebalnya
" Jas kalau bukan kita yang menolong mereka selagi kita mampu kenapa tidak".
"Sel mending kita nggak usah ikut ikutan deh".
__ADS_1