
" Kamu jangan lebay deh". kata ibu sewot
Biasa aku sudah paham dengan maksudnya, saat hamil tidak boleh manja, tetap bekerja menyelesaikan pekerjaan rumah, kurangi istirahat agar bayinya nanti tidak malas itu semua arahan dari ibu mertua saat aku hamil pertama lalu, aku tidak paham apa yang di pikiran ibu, sampai saat ini kayaknya belum bisa menerima aku sebagai menantunya., aku selalu salah di mata dia itulah yang aku rasakan ketika aku berada bersama mertuaku. makanya kadang aku stres ketika ibu mertuaku di kabarkan akan datang, karena pasti tidak boleh ini, tidak boleh itu pokoknya di mata ibu semua nya salah.
" Kata Dokter Rani harus banyak Istirahat Bu, karena beda saat hamil di pertama dengan sekarang". kata mas Randi sedikit membela aku.
"Alah bilang saja malas tidak mau lagi bantu kerjakan kerjaan rumah ,nggak usah bawa - bawa kehamilan kamu". kata ibu dengan ketusnya .
" adeh pokoknya kalau berdebat dengan ibu nggak akan ada habisnya". batinku.
" Mas sudahlah ". kataku agar mas Randi tidak berdebat lagi dengan ibu.
" Kamu yang sabar ya RAN, kata ibu nggak usah di masukin ke hati. jangan lupa minum vitamin dan susunya sert banyak istirahat biar anak kita nanti tumbuh dengan sehat. kata mas Randi seraya mengusap perutku yang masih rata..
Malam pun tiba , makan malam sudah siap, semua sudah duduk di meja makan, seperti biasa jika ada raja, maka Raja lah yang memimpin doa makan. setelah berdoa Aku mengambilkan mas Randi makanan di piringnya, lalu Raja. jarang sekali aku memperlakukan raja seperti ini karena Jaja jarang bersama kami kedua orang tuanya, maka raja boleh dikatakan kurang kasih sayang dari orang tua. kadang aku sedih dengan keadaan ini. aku menyayangi mereka semua, apalagi Raja, Raja bersama mertuaku bukan berarti karena aku tidak menyayanginya, justru karena aku sangat menyayangi anakku dan aku rela berkorban berpisah demi melihat kebahagiaan anakku , mertuaku, suamiku dan orang - orang lain di sekitarku. aku tau itu adalah prinsip yang salah, namun itulah keadaanku. aku hanya bisa menjalani dengan penuh kesabaran.
__ADS_1
Keesokan Harinya di sebuah universitas terkenal yang ada di Jakarta,
" Ra, tidak terasa ya akhirnya kita masuk semester terakhir". kata Selfia kepada Rahma yang dari tadi hanya murung belum di tau apa sebabnya.
" i. iya, Lo benar sel, yang lain pada kemana?" tanya Rahma kepada Selfia.
" Sudah sebentar palingan kesini juga". kata Selfia menghibur Rahma .
Selfia benar tidak lama mereka berhamburan mendekati keberadaan Rahma dan Selfia.
" Woiii kalian pada sudah di sini rupanya". kata Jeni yang duluan menyapa Selfia dan Rahma.
" Wah ada yang nyariin kita nih ". kata Anjas dan Mario bersamaan.
" Tau nih Rahma tadi nyariin kalian". kata Selfia agak kesal karena penasaran dari tadi kayaknya penting banget makanya tidak ada di kasi tau sebelumnya.
__ADS_1
" Nah mumpung kalian sudah di sini semua, gue punya kabar gembira nih buat kita semua,
dengar ya baik - baik. Tadi gue di telpon oleh Mas aku, katanya Mbak Rani hamil lagi". kata Rama kepada teman temannya dengan penuh kebahagiaan. makanya siang ini gue manu traktir Lo semua makan siang di kantin, terserah kalian mau makan apa aja boleh". kata Rahma dengan semangatnya setelah mendengar kabar tersebut semua bergembira tanpa di beri aba - aba pun mereka langsung menuju ke kantin biasa.
Di rumah Randi.
aku mondar mandir, ibu melihatku.
" Kenapa dari tadi ibu lihat kamu kayak setrika nggak ada kerjaan apa?" kata ibu ketus kepadaku.
aku tidak mau meladeni perkataan ibu aku pun pergi ke kamar mengambil handphone ku.
belum lama aku memanggil namun sudah tersambung.
" Halo RAN, kamu kenapa?" tanya mas Randi.
__ADS_1
" mas aku ingin di belikan buah yang asam, tapi bukan mangga mas, pokoknya yang asam aku tunggu ya mas ". kataku manja mungkin pengaruh aku sedang mengidam jadi minta yang aneh - aneh.
" Kamu tuh ya ngidamnya yang aneh, minta yang asam tapi bukan mangga terus apa?" tanya mas Randi lagi, iya coba aku cariin dulu ya, kamu yang sabar ya.